Follow Us :              

Sambut Baru Tahun 2026, Gubernur Siap Genjot Program Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

  31 December 2025  |   10:00:00  |   dibaca : 966 
Kategori :
Bagikan :


Sambut Baru Tahun 2026, Gubernur Siap Genjot Program Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

31 December 2025 | 10:00:00 | dibaca : 966
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Tahun 2025 menuju penghujung. Berbagai program telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama setahun, bahkan sejumlah capaian dan penghargaan berhasil diraih oleh Pemprov. 

Seiring berjalannya waktu, hari, dan bulan, tahun pun berganti. Sejalan dengan itu, berbagai program sudah disiapkan oleh Pemprov Jateng  untuk mengisi hari demi hari pada tahun 2026, tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, sejak awal kepemimpinannya sudah membuat roadmap (peta jalan) dan cetak biru (blue print) pembangunan Jateng untuk lima tahun ke depan. 

 “Kita sudah membuat suatu roadmap atau blue print tentang pembangunan di Jawa Tengah," ucap Gubernur dalam acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Rabu, 31 Desember 2025.

Ia membeberkan, peta jalan pembangunan itu sudah tersusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan itu dilakukan dengan semangat kolaborasi dan sinergi antarpemangku kepentingan atau stakeholder.

"Arah pembangunan sudah jelas. Pada 2025 telah kita siapkan terkait dengan infrastruktur. Jadi, infrastruktur ini kita gunakan untuk menyiapkan agar 2026 bisa take off kepada program yang lebih berkepentingan atau berpihak kepada rakyat," tuturnya didampingi Wagub Jateng.

Persiapan pembangunan dimulai dari sumber daya manusia, infrastruktur dan sarana prasarana berupa jalan dan lain sebagainya, pertanian, bahkan infrastruktur-infrastruktur yang dapat mendukung program pembangunan pada tahun 2026.

"Kalau infrastruktur itu sudah disiapkan pada 2025, maka 2026 nanti Provinsi Jawa Tengah memiliki dasar untuk mendukung program pemerintah pusat, dalam hal ini adalah swasembada pangan,” ucap Gubernur.

Ia menyampaikan, Jawa Tengah diproyeksikan sebagai lumbung pangan dan industri nasional pada tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Gubernur membeberkan, pertumbuhan ekonomi Jateng hingga triwulan III tahun 2025 sebesar 5,37% secara year on year (YoY), atau lebih tinggi dari nasional (5,04%)

Sementara itu, realisasi investasi di Jateng hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,1 triliun. Nilai investasi itu, bahkan mampu menyerap sebanyak 326.462 tenaga kerja.

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga Agustus 2025 mencapai 4,66% atau turun 0,12% dibandingkan Agustus 2025. Tak hanya itu, angka kemiskinan di Jateng mengalami penurunan dari 9,58% menjadi 9,48%. 

"Pada 2026, iklim investasi harus kita genjot, sehingga tidak terlalu mengandalkan APBD dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) semata. Investasi ini menjadi prioritas utama. Dengan sudah disiapkannya infrastruktur, maka kecepatan pembangunan di wilayah kita akan meningkat," ucap Gubernur.

Sebagai informasi, acara Refleksi dan Doa Bersama adalah bentuk sederhana dalam mensyukuri apa yang telah dicapai sepanjang tahun 2025, sekaligus menyambut tahun baru 2026. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen; Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; seluruh asisten Setda Jateng; serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) Jawa Tengah.


Bagikan :

SEMARANG - Tahun 2025 menuju penghujung. Berbagai program telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama setahun, bahkan sejumlah capaian dan penghargaan berhasil diraih oleh Pemprov. 

Seiring berjalannya waktu, hari, dan bulan, tahun pun berganti. Sejalan dengan itu, berbagai program sudah disiapkan oleh Pemprov Jateng  untuk mengisi hari demi hari pada tahun 2026, tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, sejak awal kepemimpinannya sudah membuat roadmap (peta jalan) dan cetak biru (blue print) pembangunan Jateng untuk lima tahun ke depan. 

 “Kita sudah membuat suatu roadmap atau blue print tentang pembangunan di Jawa Tengah," ucap Gubernur dalam acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Rabu, 31 Desember 2025.

Ia membeberkan, peta jalan pembangunan itu sudah tersusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan itu dilakukan dengan semangat kolaborasi dan sinergi antarpemangku kepentingan atau stakeholder.

"Arah pembangunan sudah jelas. Pada 2025 telah kita siapkan terkait dengan infrastruktur. Jadi, infrastruktur ini kita gunakan untuk menyiapkan agar 2026 bisa take off kepada program yang lebih berkepentingan atau berpihak kepada rakyat," tuturnya didampingi Wagub Jateng.

Persiapan pembangunan dimulai dari sumber daya manusia, infrastruktur dan sarana prasarana berupa jalan dan lain sebagainya, pertanian, bahkan infrastruktur-infrastruktur yang dapat mendukung program pembangunan pada tahun 2026.

"Kalau infrastruktur itu sudah disiapkan pada 2025, maka 2026 nanti Provinsi Jawa Tengah memiliki dasar untuk mendukung program pemerintah pusat, dalam hal ini adalah swasembada pangan,” ucap Gubernur.

Ia menyampaikan, Jawa Tengah diproyeksikan sebagai lumbung pangan dan industri nasional pada tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Gubernur membeberkan, pertumbuhan ekonomi Jateng hingga triwulan III tahun 2025 sebesar 5,37% secara year on year (YoY), atau lebih tinggi dari nasional (5,04%)

Sementara itu, realisasi investasi di Jateng hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,1 triliun. Nilai investasi itu, bahkan mampu menyerap sebanyak 326.462 tenaga kerja.

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga Agustus 2025 mencapai 4,66% atau turun 0,12% dibandingkan Agustus 2025. Tak hanya itu, angka kemiskinan di Jateng mengalami penurunan dari 9,58% menjadi 9,48%. 

"Pada 2026, iklim investasi harus kita genjot, sehingga tidak terlalu mengandalkan APBD dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) semata. Investasi ini menjadi prioritas utama. Dengan sudah disiapkannya infrastruktur, maka kecepatan pembangunan di wilayah kita akan meningkat," ucap Gubernur.

Sebagai informasi, acara Refleksi dan Doa Bersama adalah bentuk sederhana dalam mensyukuri apa yang telah dicapai sepanjang tahun 2025, sekaligus menyambut tahun baru 2026. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen; Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; seluruh asisten Setda Jateng; serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu