Follow Us :              

Jelang Mudik 2025, Gubernur Jateng Minta Masyarakat Mewaspadai Cuaca Ekstrem

  20 February 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 564 
Kategori :
Bagikan :


Jelang Mudik 2025, Gubernur Jateng Minta Masyarakat Mewaspadai Cuaca Ekstrem

20 February 2026 | 13:00:00 | dibaca : 564
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta masyarakat selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Bersama Komisi V DPR RI dan Menteri Perhubungan di Kompleks Kantor Gubernur Jateng pada Jumat, 20 Februari 2026.

Gubernur mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan banyak bencana terjadi di Jawa Tengah. Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan, Provinsi Jawa Tengah masih berada pada periode puncak curah hujan. Pada Februari–Maret 2026 ini, curah hujan di provinsi ini masih tinggi. 

“Jadi kita harus siap ketika mudik lebaran nanti, di Jawa Tengah akan terjadi banyak hujan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Jateng.

“Maret dan April ini, Jawa Tengah khususnya di bagian tengah dan pegunungan, curah hujannya ini menengah sampai tinggi,” katanya.

Terkait langkah mitigasi, Faisal menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan modifikasi cuaca di provinsi ini.

“Kita lakukan tanggal 15 Januari dan diakhiri 3 Februari yang lalu, dengan 148 penerbangan. Pengurangan curah hujan hingga (mencapai) 42,95%,” ujarnya.

Kendati tak menghentikan hujan secara langsung, langkah ini diharapkan bisa mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Selain itu, BMKG juga akan mengupayakan langkah lanjutan terkait pengendalian cuaca, apabila diperlukan.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta masyarakat selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Bersama Komisi V DPR RI dan Menteri Perhubungan di Kompleks Kantor Gubernur Jateng pada Jumat, 20 Februari 2026.

Gubernur mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan banyak bencana terjadi di Jawa Tengah. Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan, Provinsi Jawa Tengah masih berada pada periode puncak curah hujan. Pada Februari–Maret 2026 ini, curah hujan di provinsi ini masih tinggi. 

“Jadi kita harus siap ketika mudik lebaran nanti, di Jawa Tengah akan terjadi banyak hujan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Jateng.

“Maret dan April ini, Jawa Tengah khususnya di bagian tengah dan pegunungan, curah hujannya ini menengah sampai tinggi,” katanya.

Terkait langkah mitigasi, Faisal menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan modifikasi cuaca di provinsi ini.

“Kita lakukan tanggal 15 Januari dan diakhiri 3 Februari yang lalu, dengan 148 penerbangan. Pengurangan curah hujan hingga (mencapai) 42,95%,” ujarnya.

Kendati tak menghentikan hujan secara langsung, langkah ini diharapkan bisa mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Selain itu, BMKG juga akan mengupayakan langkah lanjutan terkait pengendalian cuaca, apabila diperlukan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu