Follow Us :              

Gubernur Minta KONI Jateng dan Pengurus Cabor Lindungi para Atlet  

  21 February 2026  |   15:30:00  |   dibaca : 64 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Minta KONI Jateng dan Pengurus Cabor Lindungi para Atlet  

21 February 2026 | 15:30:00 | dibaca : 64
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KAB SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng dan para pengurus cabang olahraga (cabor), untuk melindungi atlet-atletnya agar tidak pindah ke daerah lain. 

Upaya yang bisa dilakukan, salah satunya dengan memberikan apresiasi dan perhatian serius kepada para atlet.

"Saya berpesan kepada KONI Jateng dan pengurus (masing-masing cabor), jangan sekali-kali atlet kita yang berprestasi kabur dari Provinsi Jawa Tengah," ucapnya dalam acara Pemberian Tali Asih kepada Atlet Taekwondo Berprestasi di Gedung PGRI, Kompleks GOR Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Gubernur menyampaikan, pemberian tali asih yang dilakukan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Jawa Tengah menjadi salah satu contoh nyata apresiasi yang diberikan kepada para atlet berprestasi. Maka dari itu, sudah seharusnya hal yang sama dapat dilakukan oleh cabor lainnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendukung pengembangan olahraga, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter. 

Hal itu dibuktikan dengan adanya penguatan pembinaan berjenjang, peningkatan sarana dan prasarana, serta dukungan anggaran, termasuk pemberian tali asih sebesar Rp150 juta sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para atlet dalam mengharumkan nama Jawa Tengah.

"Nanti tanggal 5 Maret 2026, kami undang semua atlet berprestasi ke provinsi," ucap Gubernur.

Adapun dalam acara itu, tali asih diberikan secara simbolis kepada atlet taekwondo berprestasi, di antaranya peraih medali emas Sea Games yang menerima uang pembinaan sebesar Rp12,5 juta; peraih medali perak Sea Games menerima Rp10 juta; dan peraih medali perunggu Sea Games menerima Rp7,5 juta.

Selain itu, tali asih juga diberikan kepada peraih medali emas, perak, dan perunggu gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Kudus serta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Tak hanya itu, diberikan pula tali asih bagi pelatih berprestasi, yaitu Indra Darmawan. Ada pula bantuan 1 set matras yang diberikan kepada pengurus taekwondo Kabupaten Wonogiri.

"Selamat kepada atlet yang telah mengukir prestasi. (Para atlet) yang belum juga harus tetap semangat untuk mengejar prestasi. Semakin berprestasi, maka semakin berkarakter dan punya sesuatu yang bisa dibanggakan," ucap Gubernur.

Sementara itu, Ketua KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan, atlet taekwondo Jateng memang sangat berprestasi, baik dalam event nasional maupun internasional. 

Dalam gelaran Sea Games 2025 di Thailand, ia mengatakan bahwa atlet taekwondo Jateng menyumbangkan 1 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu bagi Indonesia. Sementara pada PON Beladiri, atlet taekwondo menyumbang 4 medali emas, 6 perak, dan 9 perunggu bagi Kontingen Jawa Tengah.

"Kami mengapresiasi pengurus cabor yang sudah bisa secara mandiri memberikan tali asih, seperti Pengprov Taekwondo Jateng ini," katanya.

Lebih lanjut, KONI Jateng juga bertekad untuk memikirkan masa depan para atlet. Maka dari itu, ia berharap, ke depan negara memberikan ruang hidup yang cukup bagi para atlet.


Bagikan :

KAB SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng dan para pengurus cabang olahraga (cabor), untuk melindungi atlet-atletnya agar tidak pindah ke daerah lain. 

Upaya yang bisa dilakukan, salah satunya dengan memberikan apresiasi dan perhatian serius kepada para atlet.

"Saya berpesan kepada KONI Jateng dan pengurus (masing-masing cabor), jangan sekali-kali atlet kita yang berprestasi kabur dari Provinsi Jawa Tengah," ucapnya dalam acara Pemberian Tali Asih kepada Atlet Taekwondo Berprestasi di Gedung PGRI, Kompleks GOR Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Gubernur menyampaikan, pemberian tali asih yang dilakukan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Jawa Tengah menjadi salah satu contoh nyata apresiasi yang diberikan kepada para atlet berprestasi. Maka dari itu, sudah seharusnya hal yang sama dapat dilakukan oleh cabor lainnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendukung pengembangan olahraga, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter. 

Hal itu dibuktikan dengan adanya penguatan pembinaan berjenjang, peningkatan sarana dan prasarana, serta dukungan anggaran, termasuk pemberian tali asih sebesar Rp150 juta sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para atlet dalam mengharumkan nama Jawa Tengah.

"Nanti tanggal 5 Maret 2026, kami undang semua atlet berprestasi ke provinsi," ucap Gubernur.

Adapun dalam acara itu, tali asih diberikan secara simbolis kepada atlet taekwondo berprestasi, di antaranya peraih medali emas Sea Games yang menerima uang pembinaan sebesar Rp12,5 juta; peraih medali perak Sea Games menerima Rp10 juta; dan peraih medali perunggu Sea Games menerima Rp7,5 juta.

Selain itu, tali asih juga diberikan kepada peraih medali emas, perak, dan perunggu gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Kudus serta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Tak hanya itu, diberikan pula tali asih bagi pelatih berprestasi, yaitu Indra Darmawan. Ada pula bantuan 1 set matras yang diberikan kepada pengurus taekwondo Kabupaten Wonogiri.

"Selamat kepada atlet yang telah mengukir prestasi. (Para atlet) yang belum juga harus tetap semangat untuk mengejar prestasi. Semakin berprestasi, maka semakin berkarakter dan punya sesuatu yang bisa dibanggakan," ucap Gubernur.

Sementara itu, Ketua KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan, atlet taekwondo Jateng memang sangat berprestasi, baik dalam event nasional maupun internasional. 

Dalam gelaran Sea Games 2025 di Thailand, ia mengatakan bahwa atlet taekwondo Jateng menyumbangkan 1 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu bagi Indonesia. Sementara pada PON Beladiri, atlet taekwondo menyumbang 4 medali emas, 6 perak, dan 9 perunggu bagi Kontingen Jawa Tengah.

"Kami mengapresiasi pengurus cabor yang sudah bisa secara mandiri memberikan tali asih, seperti Pengprov Taekwondo Jateng ini," katanya.

Lebih lanjut, KONI Jateng juga bertekad untuk memikirkan masa depan para atlet. Maka dari itu, ia berharap, ke depan negara memberikan ruang hidup yang cukup bagi para atlet.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu