Follow Us :              

Kerja Kolaboratif, Kunci Capaian Pembangunan Positif Jawa Tengah

  20 February 2026  |   16:00:00  |   dibaca : 560 
Kategori :
Bagikan :


Kerja Kolaboratif, Kunci Capaian Pembangunan Positif Jawa Tengah

20 February 2026 | 16:00:00 | dibaca : 560
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Tepat satu tahun Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Taj Yasin Maimoen memimpin Jawa Tengah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2025-2030. Selama setahun, keduanya berhasil menorehkan berbagai macam prestasi serta memajukan wilayahnya.

Capaian itu tak lepas dari kolaborasi dan kontribusi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan lainnya.  

Atas kolaborasi yang baik tersebut, Gubernur memberikan penghargaan kepada masing-masing pemerintah kabupaten/kota dan perguruan tinggi terbaik. 

Adapun untuk kategori kabupaten/kota terbaik diberikan kepada Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.

Sementara itu, kategori perguruan tinggi terbaik diberikan kepada Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Muria Kudus (UMK), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

"Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government (pemerintahan kolaboratif) harus kita ciptakan," ucap Gubernur dalam acara Anugerah Collaborative Award 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Jumat, 20 Februari 2026.

Gubernur menegaskan, kolaborasi dengan seluruh pihak menjadi hal yang sangat penting. Salah satunya dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. 

Selama satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jateng telah menjalin kerja sama dengan 44 perguruan tinggi di wilayahnya. Masing-masing kampus pun menyumbangkan ide, gagasan, dan hasil risetnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Tak berhenti sampai di sana, sebanyak 73 perguruan tinggi juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam acara Anugerah Collaborative Government 2026. Di samping itu, masih ada sekitar 123 perguruan tinggi juga akan menjalin kerja sama dalam rangka membangun Jateng.

Melalui kolaborasi tersebut, Gubernur menyatakan, Jawa Tengah mampu meraih berbagai capaian positif selama tahun 2025. 

Dalam perannya sebagai lumbung pangan, produktivitas padi di Jateng tahun 2025 mencapai sekitar 9,5 juta ton.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi Jateng pada 2025 mencapai 5,37% atau di atas rata-rata nasional. Hal itu juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39% dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekitar 4,66%.

Selain itu, angka kemiskinan di Jateng juga mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang atau mengalami penurunan sebanyak 21,87 ribu orang daripada Maret 2025. Angka ini juga turun sebanyak 51,52 ribu orang dibandingkan September 2024 (3,40 juta orang).

Bukan hanya itu, nilai realisasi investasi Jateng pada 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. Diketahui, angka ini merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. 

Adapun dari nilai investasi itu, sebanyak 105.078 proyek terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang

"Salah satu investasi yang kita kejar adalah padat karya, untuk mereduksi angka pengangguran terbuka, tetapi tidak menutup juga untuk padat modal," katanya.

Terkait investasi, Pemprov Jateng juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan insentif kepada para investor yang telah berkontribusi. Misalnya pemberian relaksasi pajak, khususnya bagi investor yang mengutamakan ekonomi hijau.


Bagikan :

SEMARANG – Tepat satu tahun Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Taj Yasin Maimoen memimpin Jawa Tengah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2025-2030. Selama setahun, keduanya berhasil menorehkan berbagai macam prestasi serta memajukan wilayahnya.

Capaian itu tak lepas dari kolaborasi dan kontribusi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan lainnya.  

Atas kolaborasi yang baik tersebut, Gubernur memberikan penghargaan kepada masing-masing pemerintah kabupaten/kota dan perguruan tinggi terbaik. 

Adapun untuk kategori kabupaten/kota terbaik diberikan kepada Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.

Sementara itu, kategori perguruan tinggi terbaik diberikan kepada Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Muria Kudus (UMK), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

"Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government (pemerintahan kolaboratif) harus kita ciptakan," ucap Gubernur dalam acara Anugerah Collaborative Award 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Jumat, 20 Februari 2026.

Gubernur menegaskan, kolaborasi dengan seluruh pihak menjadi hal yang sangat penting. Salah satunya dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. 

Selama satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jateng telah menjalin kerja sama dengan 44 perguruan tinggi di wilayahnya. Masing-masing kampus pun menyumbangkan ide, gagasan, dan hasil risetnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Tak berhenti sampai di sana, sebanyak 73 perguruan tinggi juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam acara Anugerah Collaborative Government 2026. Di samping itu, masih ada sekitar 123 perguruan tinggi juga akan menjalin kerja sama dalam rangka membangun Jateng.

Melalui kolaborasi tersebut, Gubernur menyatakan, Jawa Tengah mampu meraih berbagai capaian positif selama tahun 2025. 

Dalam perannya sebagai lumbung pangan, produktivitas padi di Jateng tahun 2025 mencapai sekitar 9,5 juta ton.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi Jateng pada 2025 mencapai 5,37% atau di atas rata-rata nasional. Hal itu juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39% dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekitar 4,66%.

Selain itu, angka kemiskinan di Jateng juga mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang atau mengalami penurunan sebanyak 21,87 ribu orang daripada Maret 2025. Angka ini juga turun sebanyak 51,52 ribu orang dibandingkan September 2024 (3,40 juta orang).

Bukan hanya itu, nilai realisasi investasi Jateng pada 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. Diketahui, angka ini merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. 

Adapun dari nilai investasi itu, sebanyak 105.078 proyek terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang

"Salah satu investasi yang kita kejar adalah padat karya, untuk mereduksi angka pengangguran terbuka, tetapi tidak menutup juga untuk padat modal," katanya.

Terkait investasi, Pemprov Jateng juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan insentif kepada para investor yang telah berkontribusi. Misalnya pemberian relaksasi pajak, khususnya bagi investor yang mengutamakan ekonomi hijau.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu