Follow Us :              

Libur Nataru 2026: 8,6 Juta Orang Masuk ke Jateng, Kondisi Terpantau Kondusif

  31 December 2025  |   20:00:00  |   dibaca : 362 
Kategori :
Bagikan :


Libur Nataru 2026: 8,6 Juta Orang Masuk ke Jateng, Kondisi Terpantau Kondusif

31 December 2025 | 20:00:00 | dibaca : 362
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Arus pergerakan orang yang masuk ke Jawa Tengah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selama 20-31 Desember 2025 tercatat mencapai 8,6 juta jiwa. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah hingga berakhirnya Operasi Lilin Candi pada 5 Januari 2026 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat mengikuti rapat Pantauan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 secara virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, dan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, di Mapolda Jateng pada Rabu, 31 Desember 2025 malam. 

Gubernur mengungkapkan, Jawa Tengah menjadi daerah yang banyak dituju oleh pemudik selama Nataru. Bahkan, berdasarkan prediksi dari Kementerian Perhubungan, ada sebayak 8,7 juta masyarakat yang akan bergerak ke wilayah ini. 

“Pada 20-31 Desember 2025, sudah 8,6 juta masyarakat tumplek blek (tumpah ruah) ke wilayah Jawa Tengah," ucapnya saat menyampaikan laporan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) di Jawa Tengah kepada Menko Polkam.

Sementara terkait pantauan malam pergantian tahun baru, setidaknya ada 101 tempat perayaan di Jateng. Adapun dari 35 Kabupaten/Kota di wilayahnya, sebanyak 17 Kabupaten/Kota menyelenggarakan car free night (CFN) pada malam pergantian tahun.

Dalam pengamanan Nataru, ada sekitar 10.112 personel, gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP serta instansi terkait lainnya yang disiagakan. Mereka tersebar di berbagai pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan, serta di gereja-gereja, objek wisata, hingga titik-titik rawan kemacetan.

"Terima kasih kepada Kapolda dan Pangdam, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan pelayanan masyarakat selama libur Nataru. Semoga Jawa Tengah tetap kondusif agar semua kegiatan berjalan lancar," ucap Gubernur.

Adapun kejadian yang menjadi perhatian selama libur Nataru adalah laka lantas tunggal bus Cahaya Trans di lingkar Tol Krapyak. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 22 Desember 2025, sekitar pukul 00.30 WIB, yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.

Sementara itu, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi pada Nataru sudah diantisipasi dengan menggerakkan 1.400 desa tanggap bencana. Di mana masyarakat sudah diberikan pelatihan dan asesmen dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten/Kota untuk membentuk klaster pengungsi, klaster infrastruktur, klaster SAR, dan klaster lain yang terkait.

"Ini kami lakukan berdasarkan pengalaman kejadian di Cilacap dan Banjarnegara. Sampai saat ini, tidak ada kejadian menonjol terkait bencana longsor dan banjir. Kemarin kami juga sudah lakukan pengecekan bersama Kapolda terkait kejadian yang viral di Guci, Kabupaten Tegal, yang sekarang sudah membaik," katanya.

Menko Polkam mengapresiasi langkah-langkah antisipasi yang sudah disiapkan oleh Forkopimda Jawa Tengah. Ia mengatakan, sinergisitas dan kolaborasi di Jawa Tengah menunjukkan harmoni yang sangat baik.

Ia menyampaikan, malam pergantian tahun tidak dianggap sebagai puncak Operasi Lilin. Sebab, masih ada kegiatan lain sampai berakhirnya operasi pada 5 Januari 2026.

"Mudah-mudahan situasi dan kondisi di Jawa Tengah terus terjaga”, ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan itu juga diikuti oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, dan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjend TNI Achiruddin Darojat.


Bagikan :

SEMARANG — Arus pergerakan orang yang masuk ke Jawa Tengah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selama 20-31 Desember 2025 tercatat mencapai 8,6 juta jiwa. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah hingga berakhirnya Operasi Lilin Candi pada 5 Januari 2026 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat mengikuti rapat Pantauan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 secara virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, dan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, di Mapolda Jateng pada Rabu, 31 Desember 2025 malam. 

Gubernur mengungkapkan, Jawa Tengah menjadi daerah yang banyak dituju oleh pemudik selama Nataru. Bahkan, berdasarkan prediksi dari Kementerian Perhubungan, ada sebayak 8,7 juta masyarakat yang akan bergerak ke wilayah ini. 

“Pada 20-31 Desember 2025, sudah 8,6 juta masyarakat tumplek blek (tumpah ruah) ke wilayah Jawa Tengah," ucapnya saat menyampaikan laporan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) di Jawa Tengah kepada Menko Polkam.

Sementara terkait pantauan malam pergantian tahun baru, setidaknya ada 101 tempat perayaan di Jateng. Adapun dari 35 Kabupaten/Kota di wilayahnya, sebanyak 17 Kabupaten/Kota menyelenggarakan car free night (CFN) pada malam pergantian tahun.

Dalam pengamanan Nataru, ada sekitar 10.112 personel, gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP serta instansi terkait lainnya yang disiagakan. Mereka tersebar di berbagai pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan, serta di gereja-gereja, objek wisata, hingga titik-titik rawan kemacetan.

"Terima kasih kepada Kapolda dan Pangdam, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan pelayanan masyarakat selama libur Nataru. Semoga Jawa Tengah tetap kondusif agar semua kegiatan berjalan lancar," ucap Gubernur.

Adapun kejadian yang menjadi perhatian selama libur Nataru adalah laka lantas tunggal bus Cahaya Trans di lingkar Tol Krapyak. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 22 Desember 2025, sekitar pukul 00.30 WIB, yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.

Sementara itu, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi pada Nataru sudah diantisipasi dengan menggerakkan 1.400 desa tanggap bencana. Di mana masyarakat sudah diberikan pelatihan dan asesmen dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten/Kota untuk membentuk klaster pengungsi, klaster infrastruktur, klaster SAR, dan klaster lain yang terkait.

"Ini kami lakukan berdasarkan pengalaman kejadian di Cilacap dan Banjarnegara. Sampai saat ini, tidak ada kejadian menonjol terkait bencana longsor dan banjir. Kemarin kami juga sudah lakukan pengecekan bersama Kapolda terkait kejadian yang viral di Guci, Kabupaten Tegal, yang sekarang sudah membaik," katanya.

Menko Polkam mengapresiasi langkah-langkah antisipasi yang sudah disiapkan oleh Forkopimda Jawa Tengah. Ia mengatakan, sinergisitas dan kolaborasi di Jawa Tengah menunjukkan harmoni yang sangat baik.

Ia menyampaikan, malam pergantian tahun tidak dianggap sebagai puncak Operasi Lilin. Sebab, masih ada kegiatan lain sampai berakhirnya operasi pada 5 Januari 2026.

"Mudah-mudahan situasi dan kondisi di Jawa Tengah terus terjaga”, ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan itu juga diikuti oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, dan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjend TNI Achiruddin Darojat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu