Follow Us :              

Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan, Pemprov Jateng Operasikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Tanggulangi Rob Demak

  31 December 2025  |   13:00:00  |   dibaca : 487 
Kategori :
Bagikan :


Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan, Pemprov Jateng Operasikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Tanggulangi Rob Demak

31 December 2025 | 13:00:00 | dibaca : 487
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

DEMAK - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengurangi ketergantungan pada pompa berbahan bakar minyak dalam penanganan rob di wilayah pesisir.

Upaya itu ditandai dengan peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan wakilnya, Taj Yasin Maimoen, di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu, 31 Desember 2025.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng mengatakan, keberadaan pompa air dibutuhkan sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir, sekaligus upaya penanganan jangka pendek dan menengah. Ia menilai, teknologi ini bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Sebagai informasi, Pompa Air Tenaga Surya (PATS) Sayung dirancang menggunakan 2 unit pompa hybrid, yang dapat beroperasi dengan tenaga surya ataupun listrik dari jaringan PLN. Kedua pompa memiliki kapasitas total 2 x 125 liter per detik yang didukung dengan panel surya berdaya 66 kiloWatt peak (kWp). 

Pompa air didukung oleh 74 unit panel surya, masing-masing berkapasitas 720 Watt peak (Wp). Saat cuaca cerah, operasional pompa sepenuhnya memanfaatkan energi matahari. Sementara itu, pada malam hari atau intensitas cahaya terbatas, sistem dapat dialihkan menggunakan listrik PLN dengan daya terpasang 66 kVA. PATS ini dilengkapi rumah pompa dan 4 unit kamera pengawas (CCTV).

Gubernur menyebut, penggunaan pompa berbasis energi surya menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan, sekaligus menekan biaya operasional penanganan banjir dan rob.

“Pompa air tenaga surya ini yang pertama di wilayah kita. Ini bisa memangkas biaya solar, dan ke depan akan menjadi pilihan utama,” katanya.

Rencananya, pemanfaatan tenaga surya tidak hanya akan diterapkan untuk pengendalian banjir, tetapi juga sektor lain, seperti pertanian, perikanan, perumahan, dan perkantoran. 

“Energi terbarukan akan kita maksimalkan, dan ini akan kita jadikan role model di wilayah lain,” ujarnya. 

Operasional dan pemeliharaan PATS di Sayung dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan , Sumber Daya Air, dan Tata Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, melalui Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bodri Kuto. 

Kepala Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan, proyek PATS ini melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha (PT Trina Mas Agra Indonesia), dan masyarakat.  

Ia membeberkan, total panel surya yang tersedia sebanyak 320 unit, sedangkan saat ini baru terpasang sebanyak 74 unit.

“Masih terdapat sisa panel yang cukup banyak, mudah-mudahan ke depan, misalnya pada perubahan anggaran, dapat dialokasikan kembali untuk pemasangan lanjutan, karena masih sangat memungkinkan,” katanya.

Pekerjaan PATS mulai dilaksanakan pada 16 Oktober lalu, dan selesai pada tanggal 22 Desember. Durasi pengerjaannya sekitar 68 hari kalender.

“Mudah-mudahan apa yang telah kita laksanakan ini dapat berfungsi dengan baik. Ini sebagai upaya pengendalian rob di Sayung dan sekitarnya,” ucapnya.


Bagikan :

DEMAK - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengurangi ketergantungan pada pompa berbahan bakar minyak dalam penanganan rob di wilayah pesisir.

Upaya itu ditandai dengan peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan wakilnya, Taj Yasin Maimoen, di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu, 31 Desember 2025.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng mengatakan, keberadaan pompa air dibutuhkan sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir, sekaligus upaya penanganan jangka pendek dan menengah. Ia menilai, teknologi ini bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Sebagai informasi, Pompa Air Tenaga Surya (PATS) Sayung dirancang menggunakan 2 unit pompa hybrid, yang dapat beroperasi dengan tenaga surya ataupun listrik dari jaringan PLN. Kedua pompa memiliki kapasitas total 2 x 125 liter per detik yang didukung dengan panel surya berdaya 66 kiloWatt peak (kWp). 

Pompa air didukung oleh 74 unit panel surya, masing-masing berkapasitas 720 Watt peak (Wp). Saat cuaca cerah, operasional pompa sepenuhnya memanfaatkan energi matahari. Sementara itu, pada malam hari atau intensitas cahaya terbatas, sistem dapat dialihkan menggunakan listrik PLN dengan daya terpasang 66 kVA. PATS ini dilengkapi rumah pompa dan 4 unit kamera pengawas (CCTV).

Gubernur menyebut, penggunaan pompa berbasis energi surya menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan, sekaligus menekan biaya operasional penanganan banjir dan rob.

“Pompa air tenaga surya ini yang pertama di wilayah kita. Ini bisa memangkas biaya solar, dan ke depan akan menjadi pilihan utama,” katanya.

Rencananya, pemanfaatan tenaga surya tidak hanya akan diterapkan untuk pengendalian banjir, tetapi juga sektor lain, seperti pertanian, perikanan, perumahan, dan perkantoran. 

“Energi terbarukan akan kita maksimalkan, dan ini akan kita jadikan role model di wilayah lain,” ujarnya. 

Operasional dan pemeliharaan PATS di Sayung dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan , Sumber Daya Air, dan Tata Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, melalui Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bodri Kuto. 

Kepala Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan, proyek PATS ini melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha (PT Trina Mas Agra Indonesia), dan masyarakat.  

Ia membeberkan, total panel surya yang tersedia sebanyak 320 unit, sedangkan saat ini baru terpasang sebanyak 74 unit.

“Masih terdapat sisa panel yang cukup banyak, mudah-mudahan ke depan, misalnya pada perubahan anggaran, dapat dialokasikan kembali untuk pemasangan lanjutan, karena masih sangat memungkinkan,” katanya.

Pekerjaan PATS mulai dilaksanakan pada 16 Oktober lalu, dan selesai pada tanggal 22 Desember. Durasi pengerjaannya sekitar 68 hari kalender.

“Mudah-mudahan apa yang telah kita laksanakan ini dapat berfungsi dengan baik. Ini sebagai upaya pengendalian rob di Sayung dan sekitarnya,” ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu