Follow Us :              

Sinergi Pemprov Jateng dan Kemenag Wujudkan Kerukunan Masyarakat

  03 January 2026  |   07:30:00  |   dibaca : 206 
Kategori :
Bagikan :


Sinergi Pemprov Jateng dan Kemenag Wujudkan Kerukunan Masyarakat

03 January 2026 | 07:30:00 | dibaca : 206
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

REMBANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus membangun sinergisitas dengan Kementerian Agama (Kemenag) Jateng guna mewujudkan kerukunan dan kebersamaan masyarakat. Kerja sama ini dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tingkat Kabupaten Rembang di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Pemprov bersama Kemenag Jateng telah menggulirkan berbagai program, di antaranya Desa Sadar Kerukunan, yang hingga akhir tahun 2025 sudah terbentuk di 25 desa. Lalu, Kampung Moderasi Beragama yang sudah ada di 75 tempat, kampung zakat, hingga Gerakan Merah Marun (Menyemai Ramah untuk Masyarakat Rukun) yang telah diimplementasikan di 14 kabupaten/kota. 

Sinergi yang baik itu membuat Jateng memborong penghargaan pada Harmony Award tahun 2025. Adapun dari 18 kategori yang diperebutkan secara nasional, Jateng berhasil meraih 9 penghargaan. 

Wagub menambahkan, kolaborasi ini juga telah membuahkan hasil dengan ditetapkannya sejumlah daerah di Jateng sebagai kabupaten/kota ramah toleran, seperti Kota Salatiga, Kota Magelang, dan Kota Semarang. 

Menurutnya, tingginya toleransi dan berbagai capaian yang diraih tidak dapat dilepaskan dari peran Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Jateng.

"Selain penguatan toleransi, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian kepada guru-guru agama melalui program insentif yang dilaksanakan bersama (dengan) Kementerian Agama, melalui kanwil (kantor wilayah) hingga daerah," tuturnya. 

Pada kesempatan itu, Gus Yasin menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 menjadi momentum refleksi perjalanan Kementerian Agama dalam melayani umat selama 8 dekade. Berbagai program Kemenag dinilai berhasil memberikan dampak nyata, baik di internal lembaga maupun dirasakan masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, menyatakan, peringatan HAB ke-80 di Rembang menjadi momen yang istimewa karena dihadiri langsung oleh Wagub Jateng.

“Kehadiran Wakil Gubernur menjadi inspirasi dan menambah semangat kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu, Mukson menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan Kemenag sangat sederhana, yakni sejauh mana umat semakin dekat dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, Upacara Peringatan HAB ke-80 diikuti seluruh guru dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Rembang, serta siswa MAN 2 Rembang. 

Setelah dilakukannya upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Satu Jam Lebih Dekat Bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, yang mengusung tema Sinergi Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Memperkuat Kerukunan dan Pembangunan Berkelanjutan.


Bagikan :

REMBANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus membangun sinergisitas dengan Kementerian Agama (Kemenag) Jateng guna mewujudkan kerukunan dan kebersamaan masyarakat. Kerja sama ini dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tingkat Kabupaten Rembang di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Pemprov bersama Kemenag Jateng telah menggulirkan berbagai program, di antaranya Desa Sadar Kerukunan, yang hingga akhir tahun 2025 sudah terbentuk di 25 desa. Lalu, Kampung Moderasi Beragama yang sudah ada di 75 tempat, kampung zakat, hingga Gerakan Merah Marun (Menyemai Ramah untuk Masyarakat Rukun) yang telah diimplementasikan di 14 kabupaten/kota. 

Sinergi yang baik itu membuat Jateng memborong penghargaan pada Harmony Award tahun 2025. Adapun dari 18 kategori yang diperebutkan secara nasional, Jateng berhasil meraih 9 penghargaan. 

Wagub menambahkan, kolaborasi ini juga telah membuahkan hasil dengan ditetapkannya sejumlah daerah di Jateng sebagai kabupaten/kota ramah toleran, seperti Kota Salatiga, Kota Magelang, dan Kota Semarang. 

Menurutnya, tingginya toleransi dan berbagai capaian yang diraih tidak dapat dilepaskan dari peran Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Jateng.

"Selain penguatan toleransi, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian kepada guru-guru agama melalui program insentif yang dilaksanakan bersama (dengan) Kementerian Agama, melalui kanwil (kantor wilayah) hingga daerah," tuturnya. 

Pada kesempatan itu, Gus Yasin menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 menjadi momentum refleksi perjalanan Kementerian Agama dalam melayani umat selama 8 dekade. Berbagai program Kemenag dinilai berhasil memberikan dampak nyata, baik di internal lembaga maupun dirasakan masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, menyatakan, peringatan HAB ke-80 di Rembang menjadi momen yang istimewa karena dihadiri langsung oleh Wagub Jateng.

“Kehadiran Wakil Gubernur menjadi inspirasi dan menambah semangat kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu, Mukson menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan Kemenag sangat sederhana, yakni sejauh mana umat semakin dekat dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, Upacara Peringatan HAB ke-80 diikuti seluruh guru dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Rembang, serta siswa MAN 2 Rembang. 

Setelah dilakukannya upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Satu Jam Lebih Dekat Bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, yang mengusung tema Sinergi Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Memperkuat Kerukunan dan Pembangunan Berkelanjutan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu