Follow Us :              

Rembang Fashion Parade 2021, Ganjar : Kita Bangkitkan Lagi Ekonomi

  02 November 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 1043 
Kategori :
Bagikan :


Rembang Fashion Parade 2021, Ganjar : Kita Bangkitkan Lagi Ekonomi

02 November 2021 | 10:00:00 | dibaca : 1043
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG -  Lasem adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang melegenda dengan kekhasan motif batiknya. Lewat ajang Rembang Fashion Parade 2021, kabupaten ini meluncurkan sebuah brand batik yang khusus mengangkat keunikan batik Kabupaten Rembang dengan brand (merek) "Batik Lasemku." 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo memuji inisiatif penyelenggaraan event yang diadakan di BBPLK Provinsi Jawa Tengah ini. Dengan protokol kesehatan yang ketat, mereka tetap bisa memberi tampilan acara  yang memikat. 

Selain Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atikoh yang juga Ketua Deskranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Jawa Tengah, hadir juga 
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Emma Rachmawati, serta Ketua Deskranasda Kabupaten Rembang Hasiroh Hafidz. 

Ajang Rembang Fashion Parade 2021  menampilkan fashion show yang menampilkan berbagai karya, merupakan kolaborasi pengrajin dan penata busana dari Kabupaten Rembang. 

"Ini luar biasa, perjalanan satu tahun membina, mulai dari mendesain untuk keperluan fashion. Dan, kalau kita lihat tadi, dengan pembinaan yang baik, arahan yang baik hasilnya luar biasa terutama fashion," ujar Siti Atikoh, Selasa (2/11/2021). 

Menurut Atiqoh, beragam desain "Batik Lasemku", baik yang casual maupun resmi, sangat menarik dan mampu mememuhi selera semua kalangan. 

"Kalau kita lihat sangat beragam, casual, anak-anak ini sangat bisa diterima internasional empat dan dua musim. Juga ada hijab tadi, jadi sangat bisa diterima semua kalangan," paparnya. 

Atikoh berharap kehadiran brand batik ini mampu menginspirasi daerah-daerah lain di Jawa Tengah yang memiliki potensi batik juga bisa dikembangkan ke arah fashion. 

"Harapannya juga di tempat lain (juga). Tahun depan rencananya di Banyumas. Jadi tidak hanya menjual batik kain tapi juga sudah bentuk fashion," lanjutnya. 

Menanggapi penyelenggaraan Rembang Fashion Parade 2021, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan dukungannya pada event seperti ini. Menurutnya, upaya ini adalah sebagai langkah menggeliatkan lagi sektor ekonomi kreatif di tengah penanggulangan pandemi. 

"Sebenarnya kawan panitia,  Kemenaker, desainer, Pemda, dan sponsor bisa berkolaborasi. Kita bangkitkan lagi ekonomi, dengan prokes ketat," katanya. 

Bahkan dia juga menyampaikan, event serupa juga bisa digelar di tempat-tempat wisata, meskipun tetap dengan jumlah pengunjung terbatas pihak terkait dan prokes ketat.  

"Tadi saya usul tidak hanya di sini, Lasem punya haritage bagus, coba bikin fashion show mengundang pemangku dan pecinta fashion, pariwisata juga jalan. Dibatasi saja (pengunjungnya)" tandasnya. 

Ketua Deskranasda Kabupaten Rembang, Hasiroh Hafidz menuturkan bahwa dengan kerjasama ini, UMKM batik di Kabupaten Rembang kian terangkat. 

"Ini menjadi tonggak awal mem-branding batik sekaligus fashion," ungkapnya. 

Tambahnya lagi, bahkan pasar Batik Lasem Rembang sudah sampai ke mancanegara.  

"(Batik Lasem) Sudah sampai Belanda, Jepang dan Cina. Karena memang batik kami memiliki khas warna dan lebih detil," tuturnya bangga.


Bagikan :

SEMARANG -  Lasem adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang melegenda dengan kekhasan motif batiknya. Lewat ajang Rembang Fashion Parade 2021, kabupaten ini meluncurkan sebuah brand batik yang khusus mengangkat keunikan batik Kabupaten Rembang dengan brand (merek) "Batik Lasemku." 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo memuji inisiatif penyelenggaraan event yang diadakan di BBPLK Provinsi Jawa Tengah ini. Dengan protokol kesehatan yang ketat, mereka tetap bisa memberi tampilan acara  yang memikat. 

Selain Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atikoh yang juga Ketua Deskranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Jawa Tengah, hadir juga 
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Emma Rachmawati, serta Ketua Deskranasda Kabupaten Rembang Hasiroh Hafidz. 

Ajang Rembang Fashion Parade 2021  menampilkan fashion show yang menampilkan berbagai karya, merupakan kolaborasi pengrajin dan penata busana dari Kabupaten Rembang. 

"Ini luar biasa, perjalanan satu tahun membina, mulai dari mendesain untuk keperluan fashion. Dan, kalau kita lihat tadi, dengan pembinaan yang baik, arahan yang baik hasilnya luar biasa terutama fashion," ujar Siti Atikoh, Selasa (2/11/2021). 

Menurut Atiqoh, beragam desain "Batik Lasemku", baik yang casual maupun resmi, sangat menarik dan mampu mememuhi selera semua kalangan. 

"Kalau kita lihat sangat beragam, casual, anak-anak ini sangat bisa diterima internasional empat dan dua musim. Juga ada hijab tadi, jadi sangat bisa diterima semua kalangan," paparnya. 

Atikoh berharap kehadiran brand batik ini mampu menginspirasi daerah-daerah lain di Jawa Tengah yang memiliki potensi batik juga bisa dikembangkan ke arah fashion. 

"Harapannya juga di tempat lain (juga). Tahun depan rencananya di Banyumas. Jadi tidak hanya menjual batik kain tapi juga sudah bentuk fashion," lanjutnya. 

Menanggapi penyelenggaraan Rembang Fashion Parade 2021, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan dukungannya pada event seperti ini. Menurutnya, upaya ini adalah sebagai langkah menggeliatkan lagi sektor ekonomi kreatif di tengah penanggulangan pandemi. 

"Sebenarnya kawan panitia,  Kemenaker, desainer, Pemda, dan sponsor bisa berkolaborasi. Kita bangkitkan lagi ekonomi, dengan prokes ketat," katanya. 

Bahkan dia juga menyampaikan, event serupa juga bisa digelar di tempat-tempat wisata, meskipun tetap dengan jumlah pengunjung terbatas pihak terkait dan prokes ketat.  

"Tadi saya usul tidak hanya di sini, Lasem punya haritage bagus, coba bikin fashion show mengundang pemangku dan pecinta fashion, pariwisata juga jalan. Dibatasi saja (pengunjungnya)" tandasnya. 

Ketua Deskranasda Kabupaten Rembang, Hasiroh Hafidz menuturkan bahwa dengan kerjasama ini, UMKM batik di Kabupaten Rembang kian terangkat. 

"Ini menjadi tonggak awal mem-branding batik sekaligus fashion," ungkapnya. 

Tambahnya lagi, bahkan pasar Batik Lasem Rembang sudah sampai ke mancanegara.  

"(Batik Lasem) Sudah sampai Belanda, Jepang dan Cina. Karena memang batik kami memiliki khas warna dan lebih detil," tuturnya bangga.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu