Follow Us :              

Kunjungi Desa Sentra Rambutan, Taj Yasin Dorong Pelatihan Pengolahan Produk Inovatif

  03 November 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 438 
Kategori :
Bagikan :


Kunjungi Desa Sentra Rambutan, Taj Yasin Dorong Pelatihan Pengolahan Produk Inovatif

03 November 2021 | 11:00:00 | dibaca : 438
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

PEMALANG- Kunjungi sentra buah rambutan di Desa Bantarbolang, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong warga setempat, terutama para perempuan untuk mengolah buah rambutan menjadi aneka produk inovatif yang bernilai ekonomi. 

Wakil Gubernur mengatakan, selama ini hasil panen buah rambutan di Kecamatan Bantarbolang melimpah dan hanya dijual dalam bentuk buah utuh. Maka dengan adanya pendampingan pelatihan keterampilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diharapkan akan tercipta bermacam produk olahan berbahan rambutan. 

"Potensi di Bantarbolang itu pada rambutan. Kami ingin dorong salah satunya dibuat sirup  dan selai. Ini hanya pemantik saja, nanti bisa dikembangkan seperti produk carica. Buahnya bisa diiris kemudian dikemas dalam kaleng sehingga dapat menambah nilai jual," terangnya. 

Untuk meningkatkan kualitas produk, berbagai dukungan telah dilakukan Pemprov Jateng. Di antaranya menggandeng Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta lembaga terkait lainnya mengadakan pelatihan usaha produktif, pendampingan legalitas UMKM, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya. 

Melalui program pelatihan usaha di Desa Bantarbolang, diharapkan warga dapat menggali dan memanfaatkan berbagai potensi daerah. Baik potensi hasil bumi seperti buah rambutan dan nanas, maupun potensi wisata.  Sehingga Bantarbolang sebagai salah satu desa miskin ekstrem di Jawa Tengah, dapat keluar dari kemiskinan dengan memberdayakan potensi daerah.  

Salah seorang pengolah produk rambutan, Dede menjelaskan ide awal pembuatan sirup berbahan rambutan karena melihat buah rambutan di Desa Bantarbolang yang melimpah, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal menjadi bermacam produk olahan. Terlebih di Bantarbolang terdapat wisata religi, sehingga sirup dan selai rambutan bisa menjadi oleh-oleh wisatawan. 

"Rambutan itu bisa dibuat berbagai macam olahan, salah satunya sirup rambutan. Sirup rambutan ini cukup menjanjikan karena belum banyak orang yang membuat sirup rambutan, apalagi ini terbuat asli.dari buah rambutan," katanya. 

Dede mengatakan, prospek produktivitas dan pemasaran sirup rambutan sangat menjanjikan. Apabila masyarakat dapat memanfaatkan potensi rambutan yang ada, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain bahannya mudah didapat, pengolahannya juga tidak sulit. 

Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin didampingi istri, Nawal Arafah Taj Yasin  melihat proses pembuatan sirup dan selai berbahan buah rambutan yang dikerjakan kelompok perempuan Desa Bantarbolang dengan semangat.


Bagikan :

PEMALANG- Kunjungi sentra buah rambutan di Desa Bantarbolang, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong warga setempat, terutama para perempuan untuk mengolah buah rambutan menjadi aneka produk inovatif yang bernilai ekonomi. 

Wakil Gubernur mengatakan, selama ini hasil panen buah rambutan di Kecamatan Bantarbolang melimpah dan hanya dijual dalam bentuk buah utuh. Maka dengan adanya pendampingan pelatihan keterampilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diharapkan akan tercipta bermacam produk olahan berbahan rambutan. 

"Potensi di Bantarbolang itu pada rambutan. Kami ingin dorong salah satunya dibuat sirup  dan selai. Ini hanya pemantik saja, nanti bisa dikembangkan seperti produk carica. Buahnya bisa diiris kemudian dikemas dalam kaleng sehingga dapat menambah nilai jual," terangnya. 

Untuk meningkatkan kualitas produk, berbagai dukungan telah dilakukan Pemprov Jateng. Di antaranya menggandeng Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta lembaga terkait lainnya mengadakan pelatihan usaha produktif, pendampingan legalitas UMKM, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya. 

Melalui program pelatihan usaha di Desa Bantarbolang, diharapkan warga dapat menggali dan memanfaatkan berbagai potensi daerah. Baik potensi hasil bumi seperti buah rambutan dan nanas, maupun potensi wisata.  Sehingga Bantarbolang sebagai salah satu desa miskin ekstrem di Jawa Tengah, dapat keluar dari kemiskinan dengan memberdayakan potensi daerah.  

Salah seorang pengolah produk rambutan, Dede menjelaskan ide awal pembuatan sirup berbahan rambutan karena melihat buah rambutan di Desa Bantarbolang yang melimpah, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal menjadi bermacam produk olahan. Terlebih di Bantarbolang terdapat wisata religi, sehingga sirup dan selai rambutan bisa menjadi oleh-oleh wisatawan. 

"Rambutan itu bisa dibuat berbagai macam olahan, salah satunya sirup rambutan. Sirup rambutan ini cukup menjanjikan karena belum banyak orang yang membuat sirup rambutan, apalagi ini terbuat asli.dari buah rambutan," katanya. 

Dede mengatakan, prospek produktivitas dan pemasaran sirup rambutan sangat menjanjikan. Apabila masyarakat dapat memanfaatkan potensi rambutan yang ada, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain bahannya mudah didapat, pengolahannya juga tidak sulit. 

Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin didampingi istri, Nawal Arafah Taj Yasin  melihat proses pembuatan sirup dan selai berbahan buah rambutan yang dikerjakan kelompok perempuan Desa Bantarbolang dengan semangat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu