Follow Us :              

Ganjar : Yo Wes Ben Film Komedi Kekinian yang Sarat Budaya dan Nilai Persatuan

  29 November 2021  |   19:00:00  |   dibaca : 210 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar : Yo Wes Ben Film Komedi Kekinian yang Sarat Budaya dan Nilai Persatuan

29 November 2021 | 19:00:00 | dibaca : 210
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Peran media hiburan sebagai penyampai pesan-pesan positif kebangsaan sudah banyak dilakukan baik dalam bentuk pertujukan wayang, tari, lagu dan lainnya, termasuk film. Pada era kekinian, film kebangsaan tidak melulu dikemas menjadi perang. Yo Wes Ben (Ya Sudah Lah) adalah salah satu contoh film yang sarat nilai kebangsaan meski dikemas dalam banyak adegan banyolan. 

Kesan ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai menyaksikan film Yowes Ben 3 di DP Mall Semarang, Senin (29/11) bersama para pemain film itu. 

"Ini menarik, banyak pesan persatuan, perdamaian, kebhinekaan dan lucu. Kearifan lokalnya mantap. Jadi kamu harus nonton," ungkapnya. 

Jauh sebelum ikut berakting dalam film ini, Gubernur mengaku telah menyukai film sejak seri pertama. Dirinya ingat betul, saat di dalam pesawat dan ingin menonton film Indonesia, lalu menemukan film Yowes Ben. Saat itu, ia harus menonton film tersebut sampai tiga kali penerbangan. 

"Saya waktu itu ternganga, filmnya khas ndeso, Jawa banget. Tapi ada pesan-pesan kesatuan, persatuan, menghargai perbedaan. Asyik sekali. Filmnya juga menarik, lucu dan yang menarik berhentinya nggak pakai reting, langsung berhenti," terangnya. 

Begitu lucunya dialog dan adegan-adegan dalam film ini sehingga membuat Gubernur terpingkal melihat penampilan Bayu Skak, Joshua, Brandon Salim, Tutus Thomson, Anya Geraldine dan para pemain lain di film itu. 

Meski hanya tampil sedikit adegan penampilan Gubernur yang ikut beradu peran di film garapan sutradara Fadjar Nugros ini cukup menghibur. Memerankan sosok MC yang sombong dan ketus, ia digambarkan sangat memandang remeh Yo Wes Ben. 

"Band opo kui? Yowis Ben, band ora jelas (band apa itu? Yo Wes Ben, band tidak jelas) begitu sepotong dialog yang ia sampaikan dengan sinis pada para pemain Yowis Ben di tempat make up artis. Bahkan saat ternyata Yo Wis Ben terpilih tampil, sebagai MC ia masih juga memandang rendah. "Sampeyan sing teko Jawa Timur mau? Main sing apik yo cuk (kalian yang dari Jawa Timur tadi? Main yang bagus ya)!," ucapnya ketus sambil berlalu. 

"Saya mengapresiasi film Yowis Ben 3 ini. Bukan karena saya diajak main, tapi karena mereka berani tampil di situasi yang sulit ini. Ini survival (perjuangan) yang bagus banget. Dan yang luar biasa, ternyata main film itu sulit sekali. Saya itu syutingnya seharian, tapi pada saat nongol tadi mung sediluk tibake (ternyata cuma sebentar)," aku Gubernur yang disambut tawa para pemain Yowis Ben 3 dan penonton lainnya. 

Merasakan sulitnya main film, Gubernur menjadi semakin bisa mengapresiasi para artis yang menekuni profesi demi memberi yang terbaik. 

"Saya sendiri merasakan, take berkali-kali dan ternyata sulit. Kita belajar betul betapa sulitnya profesi ini. Terimakasih dan sukses selalu ya buat teman-teman," imbuhnya. 

Film Yowis Ben 3, lajutnya, adalah karya anak bangsa yang harus terus didorong dan diapresiasi. Dengan begitu, maka film Indonesia akan lebih kreatif dan menarik lagi. 

Atas dukungan yang diberikan Gubernur Jawa Tengah pada mereka, Bayu Skak mengaku bangga bisa main bersama Ganjar Pranowo. Selain pada Gubernur, Bayu juga menyampaikan apresiasinya pada pecinta film di Indonesia. 

"Terimakasih pada pak Ganjar, terimakasih pada semuanya yang telah memberikan suport pada perfilman kita. Beberapa waktu lalu kita semua vakum, dan hari ini kami senang karena kalian (masyarakat) kembali ke bioskop tentunya dengan prokes ketat. Kami senang karena kalian bisa membantu perekonomian kami yang bekerja di film," tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Peran media hiburan sebagai penyampai pesan-pesan positif kebangsaan sudah banyak dilakukan baik dalam bentuk pertujukan wayang, tari, lagu dan lainnya, termasuk film. Pada era kekinian, film kebangsaan tidak melulu dikemas menjadi perang. Yo Wes Ben (Ya Sudah Lah) adalah salah satu contoh film yang sarat nilai kebangsaan meski dikemas dalam banyak adegan banyolan. 

Kesan ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai menyaksikan film Yowes Ben 3 di DP Mall Semarang, Senin (29/11) bersama para pemain film itu. 

"Ini menarik, banyak pesan persatuan, perdamaian, kebhinekaan dan lucu. Kearifan lokalnya mantap. Jadi kamu harus nonton," ungkapnya. 

Jauh sebelum ikut berakting dalam film ini, Gubernur mengaku telah menyukai film sejak seri pertama. Dirinya ingat betul, saat di dalam pesawat dan ingin menonton film Indonesia, lalu menemukan film Yowes Ben. Saat itu, ia harus menonton film tersebut sampai tiga kali penerbangan. 

"Saya waktu itu ternganga, filmnya khas ndeso, Jawa banget. Tapi ada pesan-pesan kesatuan, persatuan, menghargai perbedaan. Asyik sekali. Filmnya juga menarik, lucu dan yang menarik berhentinya nggak pakai reting, langsung berhenti," terangnya. 

Begitu lucunya dialog dan adegan-adegan dalam film ini sehingga membuat Gubernur terpingkal melihat penampilan Bayu Skak, Joshua, Brandon Salim, Tutus Thomson, Anya Geraldine dan para pemain lain di film itu. 

Meski hanya tampil sedikit adegan penampilan Gubernur yang ikut beradu peran di film garapan sutradara Fadjar Nugros ini cukup menghibur. Memerankan sosok MC yang sombong dan ketus, ia digambarkan sangat memandang remeh Yo Wes Ben. 

"Band opo kui? Yowis Ben, band ora jelas (band apa itu? Yo Wes Ben, band tidak jelas) begitu sepotong dialog yang ia sampaikan dengan sinis pada para pemain Yowis Ben di tempat make up artis. Bahkan saat ternyata Yo Wis Ben terpilih tampil, sebagai MC ia masih juga memandang rendah. "Sampeyan sing teko Jawa Timur mau? Main sing apik yo cuk (kalian yang dari Jawa Timur tadi? Main yang bagus ya)!," ucapnya ketus sambil berlalu. 

"Saya mengapresiasi film Yowis Ben 3 ini. Bukan karena saya diajak main, tapi karena mereka berani tampil di situasi yang sulit ini. Ini survival (perjuangan) yang bagus banget. Dan yang luar biasa, ternyata main film itu sulit sekali. Saya itu syutingnya seharian, tapi pada saat nongol tadi mung sediluk tibake (ternyata cuma sebentar)," aku Gubernur yang disambut tawa para pemain Yowis Ben 3 dan penonton lainnya. 

Merasakan sulitnya main film, Gubernur menjadi semakin bisa mengapresiasi para artis yang menekuni profesi demi memberi yang terbaik. 

"Saya sendiri merasakan, take berkali-kali dan ternyata sulit. Kita belajar betul betapa sulitnya profesi ini. Terimakasih dan sukses selalu ya buat teman-teman," imbuhnya. 

Film Yowis Ben 3, lajutnya, adalah karya anak bangsa yang harus terus didorong dan diapresiasi. Dengan begitu, maka film Indonesia akan lebih kreatif dan menarik lagi. 

Atas dukungan yang diberikan Gubernur Jawa Tengah pada mereka, Bayu Skak mengaku bangga bisa main bersama Ganjar Pranowo. Selain pada Gubernur, Bayu juga menyampaikan apresiasinya pada pecinta film di Indonesia. 

"Terimakasih pada pak Ganjar, terimakasih pada semuanya yang telah memberikan suport pada perfilman kita. Beberapa waktu lalu kita semua vakum, dan hari ini kami senang karena kalian (masyarakat) kembali ke bioskop tentunya dengan prokes ketat. Kami senang karena kalian bisa membantu perekonomian kami yang bekerja di film," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu