Follow Us :              

Waspada sisi Negatif Era 4.0 yang Ganggu Stabilitas Bangsa

  28 December 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 722 
Kategori :
Bagikan :


Waspada sisi Negatif Era 4.0 yang Ganggu Stabilitas Bangsa

28 December 2021 | 09:00:00 | dibaca : 722
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Ruang virtual yang hadir di masa era 4.0, selain memiliki sisi positif, juga mengandung sisi negatif. Antara lain jadi media bullying, peredaran narkoba dan paham radikalisme. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta setiap elemen bangsa mewaspadai munculnya sisi negatif era 4.0 yang rentan mengganggu stabilitas bangsa itu.  

"Kalau dulu mungkin bullying hanya ada di kelas-kelas (ruang-ruang tertentu) saja, tetapi saat ini tidak. Antar daerah, kita terkadang menertawakan budaya atau kebiasaan daerah yang lain. Maka dari itu, mari permasalahan-permasalahan yang saat ini menjadi PR kita bersama, mulai dari bullying, ada narkoba, semua kita tangani dengan baik," ajak Wagub saat menghadiri Penetapan Purnapaskibraka menjadi Duta Pancasila Tingkat Provinsi dan Kab/Kota di Jawa Tengah Tahun 2021, Selasa (28/12/2021) di Kantor Gubernur Jawa Tengah. 

Wagub menjelasakan, untuk mencegah dampak negatif tersebut, cukup dengan melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Masifkan nilai-nilai Pancasila melalui media sosial. Guna menyebarkan nilai-nilai baik yang terkandung dalam Pancasila melalui media sosial, sangat dibutuhkan keterlibatan anak muda yang lebih memahami teknologi. 

"Budaya pancasilais, budaya gotong royong, budaya ketimuran, ini kita masifkan lewat media-media yang mana itu tentu butuh anak-anak muda," tuturnya.  

Melihat kebutuhan ini, keberadaan anak-anak muda purna Paskibraka Jawa Tengah yang kini ditetapkan sebagai Duta Pancasila disambut gembira oleh Wagub. Dia menilai, mereka yang sudah mendapatkan pembekalan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) semasa dikarantina sebagai anggota Paskibraka adalah aset bangsa yang diharapkan akan terus melestarikan nilai-nilai Pancasila dan menularkan kepada lingkungannya. 

"Maka dari itu saya berharap, duta Pancasila ini juga muncul (teladan) rasa gotong royong, rasa kebersamaan, sehingga ketika ada kejadian yang tidak baik di sekeliling kita, empati kita muncul. Maka budayakanlah, ketika melihat ketidak baikan, cepat gerak untuk memperbaiki. Dan ketika ada kebaikan, kita juga bergerak cepat untuk menularkan kebaikan-kebaikan tersebut di negara Republik Indonesia ini," pesan dia.  

Sementara itu, purna Paskibraka, Sirojul Fuad, dan Khanza Prajna Pitaloka mengaku bangga sebagai duta Pancasila. Khanza mengatakan dibalik kebanggaan itu, mereka menyadari ada tanggungjawab yang tidak ringan dalam membumikan nilai Pancasila. 

"Di saat ini, terutama pemuda-pemuda bangsa sedikit demi sedikit sudah melupakan Pancasila. Dengan kehadiran duta Pancasila ini diharapkan bisa mengembalikan semangat para pemuda mengenai Pancasila," kata Khanza. 

Sirojul Fuad menambahkan, generasi muda hendaknya sudah tidak perlu meragukan lagi ideologi Pancasila yang dimiliki bangsa. Pancasila dari masa ke masa mampu membuktikan menyelesaikan beragam persoalan yang hadir. 

"Pancasila dapat mempersatukan seluruh bangsa Indonesia karena bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, ras, agama," ungkapnya.


Bagikan :

SEMARANG - Ruang virtual yang hadir di masa era 4.0, selain memiliki sisi positif, juga mengandung sisi negatif. Antara lain jadi media bullying, peredaran narkoba dan paham radikalisme. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta setiap elemen bangsa mewaspadai munculnya sisi negatif era 4.0 yang rentan mengganggu stabilitas bangsa itu.  

"Kalau dulu mungkin bullying hanya ada di kelas-kelas (ruang-ruang tertentu) saja, tetapi saat ini tidak. Antar daerah, kita terkadang menertawakan budaya atau kebiasaan daerah yang lain. Maka dari itu, mari permasalahan-permasalahan yang saat ini menjadi PR kita bersama, mulai dari bullying, ada narkoba, semua kita tangani dengan baik," ajak Wagub saat menghadiri Penetapan Purnapaskibraka menjadi Duta Pancasila Tingkat Provinsi dan Kab/Kota di Jawa Tengah Tahun 2021, Selasa (28/12/2021) di Kantor Gubernur Jawa Tengah. 

Wagub menjelasakan, untuk mencegah dampak negatif tersebut, cukup dengan melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Masifkan nilai-nilai Pancasila melalui media sosial. Guna menyebarkan nilai-nilai baik yang terkandung dalam Pancasila melalui media sosial, sangat dibutuhkan keterlibatan anak muda yang lebih memahami teknologi. 

"Budaya pancasilais, budaya gotong royong, budaya ketimuran, ini kita masifkan lewat media-media yang mana itu tentu butuh anak-anak muda," tuturnya.  

Melihat kebutuhan ini, keberadaan anak-anak muda purna Paskibraka Jawa Tengah yang kini ditetapkan sebagai Duta Pancasila disambut gembira oleh Wagub. Dia menilai, mereka yang sudah mendapatkan pembekalan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) semasa dikarantina sebagai anggota Paskibraka adalah aset bangsa yang diharapkan akan terus melestarikan nilai-nilai Pancasila dan menularkan kepada lingkungannya. 

"Maka dari itu saya berharap, duta Pancasila ini juga muncul (teladan) rasa gotong royong, rasa kebersamaan, sehingga ketika ada kejadian yang tidak baik di sekeliling kita, empati kita muncul. Maka budayakanlah, ketika melihat ketidak baikan, cepat gerak untuk memperbaiki. Dan ketika ada kebaikan, kita juga bergerak cepat untuk menularkan kebaikan-kebaikan tersebut di negara Republik Indonesia ini," pesan dia.  

Sementara itu, purna Paskibraka, Sirojul Fuad, dan Khanza Prajna Pitaloka mengaku bangga sebagai duta Pancasila. Khanza mengatakan dibalik kebanggaan itu, mereka menyadari ada tanggungjawab yang tidak ringan dalam membumikan nilai Pancasila. 

"Di saat ini, terutama pemuda-pemuda bangsa sedikit demi sedikit sudah melupakan Pancasila. Dengan kehadiran duta Pancasila ini diharapkan bisa mengembalikan semangat para pemuda mengenai Pancasila," kata Khanza. 

Sirojul Fuad menambahkan, generasi muda hendaknya sudah tidak perlu meragukan lagi ideologi Pancasila yang dimiliki bangsa. Pancasila dari masa ke masa mampu membuktikan menyelesaikan beragam persoalan yang hadir. 

"Pancasila dapat mempersatukan seluruh bangsa Indonesia karena bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, ras, agama," ungkapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu