Follow Us :              

Gubernur Melepas Ekspor Produk Pertanian Jateng

  31 December 2021  |   08:00:00  |   dibaca : 718 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Melepas Ekspor Produk Pertanian Jateng

31 December 2021 | 08:00:00 | dibaca : 718
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Selama tahun 2021, total ekspor pertaniannya Jawa Tengah ke berbagai negara mencapai Rp11,10 triliun. Hal ini semakin mengokohkan posisi provinsi ini sebagai salah satu daerah penyokong ekspor produk-produk pertanian di Indonesia. 

Kenaikan jumlah ekspor yang tinggi ini menjadi unik karena justru terjadi di saat pandemi. Bahkan lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya. Pada  tahun 2019 tercatat Rp8,48 triliun dan di tahun 2020 lalu naik menjadi Rp9,13 triliun. 

Secara nasional, Jawa Tengah memang menjadi andalan untuk ekspor produk pertanian. Hari ini saja, di penghujung tahun 2021, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali melakukan ekspor aneka produk pertanian sebanyak 637,6 ton dengan total nilai ekspor Rp51 miliar. 

Pelepasan ekspor produk-produk pertanian itu dilakukan langsung oleh Gubernur di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (31/12/2021). Produk pertanian yang diekspor antara lain wasabi, cabai hijau, mukimame, kopi, kapok, albasia bare core, gula merah, sarang burung walet, tepung terigu dan tepung porang. 

"Saya senang karena di ujung tahun ini, "digebrak" (naik) lagi ekspor kita. Kita dampingi terus dan kita dorong agar ekspor kita terus meningkat," katanya 

Kegiatan pelepasan ekspor yang dilakukan di penghujung tahun ini merupakan rangkaian kegiatan gebyar ekspor pertanian 2021 yang digelar Kementerian Pertanian. Kegiatan ekspor aneka produk pertanian ke berbagai negara ini juga dilakukan secara serentak 34 provinsi di Indonesia. 

Dalam acara itu, Gubernur juga berdialog dengan sejumlah eksportir asal Jawa Tengah. Para eksportir menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi, diantaranya kesulitan mereka dalam mendapatkan kontainer dan kapal untuk mengangkut barang. 

"Memang ada beberapa problem di eksportir soal kontainer dan kapal. Tentu akan kita bantu. Namun ada juga yang mengeluhkan kekurangan tenaga kerja, ini yang menarik," jelasnya. 

Keluhan kekurangan tenaga kerja itu disampaikan salah seorang eksportir sarang burung walet. Dia mengatakan ke perusahannya kekurangan tenaga kerja karena itu ia meminta Gubernur agar bisa membantu menyediakan tenaga kerja sebanyak 1000 orang. 

"Ini yang menarik, ada peluang bagus karena ekspor sarang burung walet kekurangan tenaga kerja. Itu butuh sampai 1000 orang. Maka kalau ada yang butuh pekerjaan, bisa melamar," terangnya. 

Gubernur mengatakan, ekspor merupakan salah satu kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Pada tanggal 16-18 Desember 2021 saja, Provinsi Jawa Tengah mampu mencatatkan nilai ekspor sebesar 6.078,3 ton dengan nilai Rp528,9 miliar. 

"Untuk itu, kami akan terus membantu dan mendampingi semua pihak agar program ekspor Jateng bisa terus ditingkatkan setiap tahunnya," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Selama tahun 2021, total ekspor pertaniannya Jawa Tengah ke berbagai negara mencapai Rp11,10 triliun. Hal ini semakin mengokohkan posisi provinsi ini sebagai salah satu daerah penyokong ekspor produk-produk pertanian di Indonesia. 

Kenaikan jumlah ekspor yang tinggi ini menjadi unik karena justru terjadi di saat pandemi. Bahkan lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya. Pada  tahun 2019 tercatat Rp8,48 triliun dan di tahun 2020 lalu naik menjadi Rp9,13 triliun. 

Secara nasional, Jawa Tengah memang menjadi andalan untuk ekspor produk pertanian. Hari ini saja, di penghujung tahun 2021, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali melakukan ekspor aneka produk pertanian sebanyak 637,6 ton dengan total nilai ekspor Rp51 miliar. 

Pelepasan ekspor produk-produk pertanian itu dilakukan langsung oleh Gubernur di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (31/12/2021). Produk pertanian yang diekspor antara lain wasabi, cabai hijau, mukimame, kopi, kapok, albasia bare core, gula merah, sarang burung walet, tepung terigu dan tepung porang. 

"Saya senang karena di ujung tahun ini, "digebrak" (naik) lagi ekspor kita. Kita dampingi terus dan kita dorong agar ekspor kita terus meningkat," katanya 

Kegiatan pelepasan ekspor yang dilakukan di penghujung tahun ini merupakan rangkaian kegiatan gebyar ekspor pertanian 2021 yang digelar Kementerian Pertanian. Kegiatan ekspor aneka produk pertanian ke berbagai negara ini juga dilakukan secara serentak 34 provinsi di Indonesia. 

Dalam acara itu, Gubernur juga berdialog dengan sejumlah eksportir asal Jawa Tengah. Para eksportir menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi, diantaranya kesulitan mereka dalam mendapatkan kontainer dan kapal untuk mengangkut barang. 

"Memang ada beberapa problem di eksportir soal kontainer dan kapal. Tentu akan kita bantu. Namun ada juga yang mengeluhkan kekurangan tenaga kerja, ini yang menarik," jelasnya. 

Keluhan kekurangan tenaga kerja itu disampaikan salah seorang eksportir sarang burung walet. Dia mengatakan ke perusahannya kekurangan tenaga kerja karena itu ia meminta Gubernur agar bisa membantu menyediakan tenaga kerja sebanyak 1000 orang. 

"Ini yang menarik, ada peluang bagus karena ekspor sarang burung walet kekurangan tenaga kerja. Itu butuh sampai 1000 orang. Maka kalau ada yang butuh pekerjaan, bisa melamar," terangnya. 

Gubernur mengatakan, ekspor merupakan salah satu kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Pada tanggal 16-18 Desember 2021 saja, Provinsi Jawa Tengah mampu mencatatkan nilai ekspor sebesar 6.078,3 ton dengan nilai Rp528,9 miliar. 

"Untuk itu, kami akan terus membantu dan mendampingi semua pihak agar program ekspor Jateng bisa terus ditingkatkan setiap tahunnya," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu