Follow Us :              

Nawal Dorong Pentingnya Edukasi Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini

  12 January 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 464 
Kategori :
Bagikan :


Nawal Dorong Pentingnya Edukasi Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini

12 January 2022 | 10:00:00 | dibaca : 464
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Orang tua memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Hal itu disampaikan Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin dalam diskusi virtual bertajuk "Jangan Abai pada Kesehatan Gigi Anak", bersama Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak, Zita Aprillia drg, Sp.KGA, Rabu (12/1/2022).

Berdasarkan hasil survei Unilever Indonesia Foundation, Nawal menyampaikan selama pandemi Covid-19 ditemukan 9 persen orang tua tidak menyikat gigi dua kali sehari. Selain itu, ditemukan juga sebanyak 11 persen anak-anak tidak menyikat gigi dua kali sehari. Sedangkan hasil riset Kesehatan Dasar 2018 ditemukan hanya 7 persen anak Indonesia bebas karies. 

Untuk itu Nawal mengajak masyarakat menjaga pola hidup sehat, termasuk kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut, terutama pada anak-anak. 

Sejalan dengan hal tersebut, Dokter Zita menyampaikan bahwa anak-anak memiliki kebiasaan meniru. Oleh karenya, kebiasaan positif orang tua perlu diupayakan agar memberi dampak baik bagi kebiasaan anak. Misalnya dengan rajin menggosok gigi dan menjaga pola makan sehat. 

Lebih lanjut, Dokter Zita menjelaskan alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah karena keduanya merupakan pintu gerbang masuknya segala sesuatu ke dalam tubuh, termasuk virus dan penyakit. 
 
Dalam kesempatan itu, poin yang paling banyak ditanyakan adalah seputar cara mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran tentang kesehatan mulut dan gigi, terutama bagi anak anak. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dokter Zita  menjelaskan bahwa perlu adanya informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan gigi anak sejak dini. Ia mengimbau pemeriksaan gigi anak sebaiknya dilakukan sejak anak berusia 6 bulan, atau saat gigi anak mulai tumbuh. 

"Jangan sampai pergi ke dokter gigi dalam kondisi sudah sakit, karena treatment-nya akan lebih panjang dan lama," tegasnya.

Langkah ini sekaligus untuk mengedukasi anak tentang kesehatan gigi, termasuk memperkenalkan kepada dokter gigi dan alat-alat di klinik gigi, sehingga anak mempunyai pengalaman baik tentang dokter gigi.  

"Orang tua berperan positif, minimal membuat sugesti positif pada anak terkait dokter gigi. Bahkan sejak ibu dalam kondisi hamil sudah diedukasi bagaimana memenuhi kalsium bagi (perkembangan gigi) janin (nantinya)" pungkasnya. 


Bagikan :

SEMARANG - Orang tua memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Hal itu disampaikan Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin dalam diskusi virtual bertajuk "Jangan Abai pada Kesehatan Gigi Anak", bersama Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak, Zita Aprillia drg, Sp.KGA, Rabu (12/1/2022).

Berdasarkan hasil survei Unilever Indonesia Foundation, Nawal menyampaikan selama pandemi Covid-19 ditemukan 9 persen orang tua tidak menyikat gigi dua kali sehari. Selain itu, ditemukan juga sebanyak 11 persen anak-anak tidak menyikat gigi dua kali sehari. Sedangkan hasil riset Kesehatan Dasar 2018 ditemukan hanya 7 persen anak Indonesia bebas karies. 

Untuk itu Nawal mengajak masyarakat menjaga pola hidup sehat, termasuk kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut, terutama pada anak-anak. 

Sejalan dengan hal tersebut, Dokter Zita menyampaikan bahwa anak-anak memiliki kebiasaan meniru. Oleh karenya, kebiasaan positif orang tua perlu diupayakan agar memberi dampak baik bagi kebiasaan anak. Misalnya dengan rajin menggosok gigi dan menjaga pola makan sehat. 

Lebih lanjut, Dokter Zita menjelaskan alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah karena keduanya merupakan pintu gerbang masuknya segala sesuatu ke dalam tubuh, termasuk virus dan penyakit. 
 
Dalam kesempatan itu, poin yang paling banyak ditanyakan adalah seputar cara mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran tentang kesehatan mulut dan gigi, terutama bagi anak anak. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dokter Zita  menjelaskan bahwa perlu adanya informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan gigi anak sejak dini. Ia mengimbau pemeriksaan gigi anak sebaiknya dilakukan sejak anak berusia 6 bulan, atau saat gigi anak mulai tumbuh. 

"Jangan sampai pergi ke dokter gigi dalam kondisi sudah sakit, karena treatment-nya akan lebih panjang dan lama," tegasnya.

Langkah ini sekaligus untuk mengedukasi anak tentang kesehatan gigi, termasuk memperkenalkan kepada dokter gigi dan alat-alat di klinik gigi, sehingga anak mempunyai pengalaman baik tentang dokter gigi.  

"Orang tua berperan positif, minimal membuat sugesti positif pada anak terkait dokter gigi. Bahkan sejak ibu dalam kondisi hamil sudah diedukasi bagaimana memenuhi kalsium bagi (perkembangan gigi) janin (nantinya)" pungkasnya. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu