Follow Us :              

PPS, Ganjar : Bukti Cinta NKRI

  10 March 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 538 
Kategori :
Bagikan :


PPS, Ganjar : Bukti Cinta NKRI

10 March 2022 | 14:00:00 | dibaca : 538
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut positif adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dalam rangka reformasi perpajakan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Dia meminta masyarakat dan para pengusaha untuk tidak takut lagi membayar pajak. 

“Bapak ibu, UU ini tidak susah, gampang. Maka jangan takut,” kata Gubernur dalam sambutannya di acara Sosialisasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan di Ballroom Hotel Tentrem, Kamis (10/3). 

Gubernur sempat berkelakar kepada para wajib pajak yang hadir dalam acara tersebut agar tidak gentar saat bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani, karena kuatir ditagih pajak. 

“Saya mau tanya, kalau dengar pajak dan bayar itu seneng apa senep (senep) ? Seneng? Lho itu lah cinta NKRI,” ujarnya yang langsung disambut riuh peserta yang hadir, tidak terkecuali Sri Mulyani. 

Gubernur mengatakan, sosialisasi UU HPP penting diketahui masyarakat karena ada kebijakan pemerintah yang memberikan insentif perpajakan. Ada PPS atau Tax Amnesty (pengampunan tunggakan pajak) jilid dua. 

“Kalau dulu ada tax amnesty. Sekarang ini (PPS), yang ketinggalan yang mana segara catatkan. Membangun kesadaran untuk membayar pajak ini jadi sangat penting,” ujarnya. 

Masyarakat dianjurkan untuk mengakses langsung kantor pajak jika tidak paham. Menurutnya, kantor pajak saat ini pelayanannya sangat baik. 

“Sehingga kita harapkan nanti bayar pajak(nya) optimal, kemudian pembangunannya cepat, bisa dicover dari APBN pendapatan pajak,” katanya. 

Gubernur mengungkap data yang disampaikan dalam paparan Menkeu Sri Mulyani, bahwa di tengah pandemi yang membuat perekonomian sulit, pendapatan pajak justru naik 100%. 

“Sehingga kita harapkan masyarakat,  ojo wedi (jangan takut) soal ini. Tanya saja secara terbuka. Itu sebenarnya beberapa terobosan penting dan masyarakat harus tahu,” tandas Ganjar. 

Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam acara itu mengatakan, hingga Kamis (10/3) siang, tercatat lebih dari 20 ribu wajib pajak yang ikut serta pada Program Pengungkapan Sukarela dengan nilai hampir Rp3 Trilyun. 

Dirjen Pajak juga berterimakasih kepada Gubernur Jawa Tengah, yang telah melakukan pelaporan pajak. Dia berharap dengan contoh dari pimpinan, akan diikuti oleh seluruh komponen di bawahnya. 

“Harapannya dengan testimoni yang dilakukan para pimpinan, SPT disampaikan, pembayaran ditunaikan, dan ini betul-betul menjadi tulang punggung dan saka gurunya pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, harapannya UU ini dapat terimplementasikan dan termanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut positif adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dalam rangka reformasi perpajakan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Dia meminta masyarakat dan para pengusaha untuk tidak takut lagi membayar pajak. 

“Bapak ibu, UU ini tidak susah, gampang. Maka jangan takut,” kata Gubernur dalam sambutannya di acara Sosialisasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan di Ballroom Hotel Tentrem, Kamis (10/3). 

Gubernur sempat berkelakar kepada para wajib pajak yang hadir dalam acara tersebut agar tidak gentar saat bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani, karena kuatir ditagih pajak. 

“Saya mau tanya, kalau dengar pajak dan bayar itu seneng apa senep (senep) ? Seneng? Lho itu lah cinta NKRI,” ujarnya yang langsung disambut riuh peserta yang hadir, tidak terkecuali Sri Mulyani. 

Gubernur mengatakan, sosialisasi UU HPP penting diketahui masyarakat karena ada kebijakan pemerintah yang memberikan insentif perpajakan. Ada PPS atau Tax Amnesty (pengampunan tunggakan pajak) jilid dua. 

“Kalau dulu ada tax amnesty. Sekarang ini (PPS), yang ketinggalan yang mana segara catatkan. Membangun kesadaran untuk membayar pajak ini jadi sangat penting,” ujarnya. 

Masyarakat dianjurkan untuk mengakses langsung kantor pajak jika tidak paham. Menurutnya, kantor pajak saat ini pelayanannya sangat baik. 

“Sehingga kita harapkan nanti bayar pajak(nya) optimal, kemudian pembangunannya cepat, bisa dicover dari APBN pendapatan pajak,” katanya. 

Gubernur mengungkap data yang disampaikan dalam paparan Menkeu Sri Mulyani, bahwa di tengah pandemi yang membuat perekonomian sulit, pendapatan pajak justru naik 100%. 

“Sehingga kita harapkan masyarakat,  ojo wedi (jangan takut) soal ini. Tanya saja secara terbuka. Itu sebenarnya beberapa terobosan penting dan masyarakat harus tahu,” tandas Ganjar. 

Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam acara itu mengatakan, hingga Kamis (10/3) siang, tercatat lebih dari 20 ribu wajib pajak yang ikut serta pada Program Pengungkapan Sukarela dengan nilai hampir Rp3 Trilyun. 

Dirjen Pajak juga berterimakasih kepada Gubernur Jawa Tengah, yang telah melakukan pelaporan pajak. Dia berharap dengan contoh dari pimpinan, akan diikuti oleh seluruh komponen di bawahnya. 

“Harapannya dengan testimoni yang dilakukan para pimpinan, SPT disampaikan, pembayaran ditunaikan, dan ini betul-betul menjadi tulang punggung dan saka gurunya pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, harapannya UU ini dapat terimplementasikan dan termanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu