Follow Us :              

Bersama Para Pengungsi, Gubernur Jateng Doakan Kesembuhan Buya Syafii Maarif

  16 March 2022  |   12:00:00  |   dibaca : 678 
Kategori :
Bagikan :


Bersama Para Pengungsi, Gubernur Jateng Doakan Kesembuhan Buya Syafii Maarif

16 March 2022 | 12:00:00 | dibaca : 678
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KEBUMEN - Cendekiawan muslim yang juga mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif dikabarkan mengalami serangan jantung ringan. Buya Syafii kini dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman. Kabar sakitnya Buya Syafii baru diketahui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hari ini, Rabu (16/3/2022). 

"Iya tadi saya dikabari kawan-kawan, katanya Buya terkena serangan jantung. Kita doakan semoga Buya lekas sembuh, lekas sehat kembali," kata Ganjar saat meninjau bencana banjir di Kecamatan Ayah Kebumen. 

Gubernur sebenarnya ingin menjenguk Buya Syafii ke rumah sakit. Namun karena hari ini ia harus mengecek bencana banjir di berbagai daerah seperti Purworejo, Kebumen dan Banyumas, keinginan itu harus ditunda. 

"Saya ingin sekali menengok, tapi karena ini (lokasi tugas) arahnya ke Barat. Ngecek banjir, jadi belum sempat. Baru tadi saya dikabari kawan-kawan," ucapnya. 

Dari informasi yang diterima, Buya Syafii Maarif dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman sejak dua pekan lalu. Buya Syafii sempat dilarikan ke IGD dan mendapat perawatan intensif dengan alat bantu pernapasan karena mengalami serangan jantung ringan. 

Namun saat ini, kondisi Buya Syafii dikabarkan sudah membaik. Buya Syafii sudah dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan pasien dan sudah bisa beraktifitas normal. 

Seperti kesan banyak orang pada sosok Buya Syafii Maarif, Gubernur juga menilai Buya Syafii Maarif adalah tokoh kebangsaan yang sangat rendah hati dan menyejukkan. Karakter ketokohan yang sangat dibutuhkan negeri ini. 

"Banyak hal yang bisa dikomunikasikan beliau dengan sejuk dan menarik. Itu semua yang membuat kita nyaman. Bangsa ini masih butuh ketokohan seperti beliau. Kita doakan bersama Buya lekas sehat ya," katanya sambil diamini oleh para relawan dan pengungsi.


Bagikan :

KEBUMEN - Cendekiawan muslim yang juga mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif dikabarkan mengalami serangan jantung ringan. Buya Syafii kini dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman. Kabar sakitnya Buya Syafii baru diketahui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hari ini, Rabu (16/3/2022). 

"Iya tadi saya dikabari kawan-kawan, katanya Buya terkena serangan jantung. Kita doakan semoga Buya lekas sembuh, lekas sehat kembali," kata Ganjar saat meninjau bencana banjir di Kecamatan Ayah Kebumen. 

Gubernur sebenarnya ingin menjenguk Buya Syafii ke rumah sakit. Namun karena hari ini ia harus mengecek bencana banjir di berbagai daerah seperti Purworejo, Kebumen dan Banyumas, keinginan itu harus ditunda. 

"Saya ingin sekali menengok, tapi karena ini (lokasi tugas) arahnya ke Barat. Ngecek banjir, jadi belum sempat. Baru tadi saya dikabari kawan-kawan," ucapnya. 

Dari informasi yang diterima, Buya Syafii Maarif dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman sejak dua pekan lalu. Buya Syafii sempat dilarikan ke IGD dan mendapat perawatan intensif dengan alat bantu pernapasan karena mengalami serangan jantung ringan. 

Namun saat ini, kondisi Buya Syafii dikabarkan sudah membaik. Buya Syafii sudah dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan pasien dan sudah bisa beraktifitas normal. 

Seperti kesan banyak orang pada sosok Buya Syafii Maarif, Gubernur juga menilai Buya Syafii Maarif adalah tokoh kebangsaan yang sangat rendah hati dan menyejukkan. Karakter ketokohan yang sangat dibutuhkan negeri ini. 

"Banyak hal yang bisa dikomunikasikan beliau dengan sejuk dan menarik. Itu semua yang membuat kita nyaman. Bangsa ini masih butuh ketokohan seperti beliau. Kita doakan bersama Buya lekas sehat ya," katanya sambil diamini oleh para relawan dan pengungsi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu