Follow Us :              

Sepeda Listrik Karya Warga Jateng, Ganjar Harap Perakitan Bisa dilakukan Oleh SMK di Jateng

  17 March 2022  |   12:00:00  |   dibaca : 814 
Kategori :
Bagikan :


Sepeda Listrik Karya Warga Jateng, Ganjar Harap Perakitan Bisa dilakukan Oleh SMK di Jateng

17 March 2022 | 12:00:00 | dibaca : 814
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Sepeda listrik buatan salah seorang perantau asal Klaten, R Agung Nugraha menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Karya salah satu anggota Paguyuban Jawa Tengah (PJT) ini bahkan dibeli Gubernur untuk dijadikan contoh transpotasi ramah lingkungan. 

“Paguyuban Jawa Tengah membawa produk Eco bike  (sepeda ramah lingkungan) mereknya E-Run. Jadi sementara kami masih memproduksinya di Jawa Barat. Pabrik kami di Bogor. Kami akan membawa produk ini ke Jawa Tengah biar bisa dipakai untuk masyarakat Jawa Tengah,” kata Agung ditemui pada acara Silaturahmi Gubernur Jawa Tengah dengan PJT di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kantor Gubernur di Kota Semarang, Kamis (17/3/2022). 

Agung menceritakan, Gubernur telah memberinya arahan jika sepeda listrik buatannya ini akan diarahkan salah satunya untuk transpotasi di rumah sakit-rumah sakit. Karena selain hemat energi, sepeda produksi PT Eran Teknikatama ini juga bebas polutan.  

Agung menjelaskan, teknologi sepeda E-Run menggunakan baterai berkekuatan 10 amphere 48 volt atau setara 500 watt. Dengan daya jangkau sekitar 40-50 kilometer sekali charge. “Jadi nanti ada start charging system-nya, ada charge-nya, atau ada swab battery. Jadi bisa kita memakai swab battery bisa dilepas, dipasang di beberapa station swab batre,” tuturnya. 

Selain itu juga, sepeda dilengkapi tiga percepatan. Yaitu bisa dikayuh dengan tujuh kecepatan di girnya, dan pakai pedal, dengan alternatif pengunaannya ada 2, yaitu dipedal sedikit akan memakai listrik, atau memakai listrik sepenuhnya. 

“Pak Ganjar sangat mengapresiasi produk kami, produk kita ini. Tadi pak Ganjar menginformasikan, ini bisa dipakai di rumah sakit daripada naik ontel. Mungkin ke tempat kerja atau olahraga. Pak Ganjar mengapresiasikan, ini menghemat BBM, juga untuk lingkungan yang lebih baik,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, Gubernur juga berharap agar sepeda listrik bisa dibuat oleh siswa SMK di Jawa Tengah. Oleh karena itu pihaknya akan membantu siswa SMK di Jawa Tengah agar bisa merakit sepeda. Gubernur berharap Jawa Tengah akan mampu menjadi basis pembuatan sepeda listrik bagi warga provinsi setempat. 

“Pak Ganjar akan membeli satu (unit) sebagai sampel. Kami sangat apresiasi dengan pak Ganjar. Harapannya, dengan pak Ganjar membeli ini, produk karya anak bangsa, produk wong Jawa Tengah. Jadi bisa dinikmati di Jawa Tengah,” tambahnya. 

Sementara itu Gubernur yang telah mencoba E Run mengaku puas dengan kenyamaman sepeda ini. “Saya sudah coba dan enak. Saya harus punya koleksinya,” ungkapnya antusias. 

Ketua PJT Leles Sudarmanto mengatakan, pihaknya membawa sejumlah produk karya warga Jawa Tengah seperti sepeda listrik, pengelolaan sampah, perumahan murah, IT UMKM dan lainnya. “Kata pak Gubernur, kalau enggak riil (produknya) jangan dibawa ke sini,” kata Leles.


Bagikan :

SEMARANG – Sepeda listrik buatan salah seorang perantau asal Klaten, R Agung Nugraha menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Karya salah satu anggota Paguyuban Jawa Tengah (PJT) ini bahkan dibeli Gubernur untuk dijadikan contoh transpotasi ramah lingkungan. 

“Paguyuban Jawa Tengah membawa produk Eco bike  (sepeda ramah lingkungan) mereknya E-Run. Jadi sementara kami masih memproduksinya di Jawa Barat. Pabrik kami di Bogor. Kami akan membawa produk ini ke Jawa Tengah biar bisa dipakai untuk masyarakat Jawa Tengah,” kata Agung ditemui pada acara Silaturahmi Gubernur Jawa Tengah dengan PJT di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kantor Gubernur di Kota Semarang, Kamis (17/3/2022). 

Agung menceritakan, Gubernur telah memberinya arahan jika sepeda listrik buatannya ini akan diarahkan salah satunya untuk transpotasi di rumah sakit-rumah sakit. Karena selain hemat energi, sepeda produksi PT Eran Teknikatama ini juga bebas polutan.  

Agung menjelaskan, teknologi sepeda E-Run menggunakan baterai berkekuatan 10 amphere 48 volt atau setara 500 watt. Dengan daya jangkau sekitar 40-50 kilometer sekali charge. “Jadi nanti ada start charging system-nya, ada charge-nya, atau ada swab battery. Jadi bisa kita memakai swab battery bisa dilepas, dipasang di beberapa station swab batre,” tuturnya. 

Selain itu juga, sepeda dilengkapi tiga percepatan. Yaitu bisa dikayuh dengan tujuh kecepatan di girnya, dan pakai pedal, dengan alternatif pengunaannya ada 2, yaitu dipedal sedikit akan memakai listrik, atau memakai listrik sepenuhnya. 

“Pak Ganjar sangat mengapresiasi produk kami, produk kita ini. Tadi pak Ganjar menginformasikan, ini bisa dipakai di rumah sakit daripada naik ontel. Mungkin ke tempat kerja atau olahraga. Pak Ganjar mengapresiasikan, ini menghemat BBM, juga untuk lingkungan yang lebih baik,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, Gubernur juga berharap agar sepeda listrik bisa dibuat oleh siswa SMK di Jawa Tengah. Oleh karena itu pihaknya akan membantu siswa SMK di Jawa Tengah agar bisa merakit sepeda. Gubernur berharap Jawa Tengah akan mampu menjadi basis pembuatan sepeda listrik bagi warga provinsi setempat. 

“Pak Ganjar akan membeli satu (unit) sebagai sampel. Kami sangat apresiasi dengan pak Ganjar. Harapannya, dengan pak Ganjar membeli ini, produk karya anak bangsa, produk wong Jawa Tengah. Jadi bisa dinikmati di Jawa Tengah,” tambahnya. 

Sementara itu Gubernur yang telah mencoba E Run mengaku puas dengan kenyamaman sepeda ini. “Saya sudah coba dan enak. Saya harus punya koleksinya,” ungkapnya antusias. 

Ketua PJT Leles Sudarmanto mengatakan, pihaknya membawa sejumlah produk karya warga Jawa Tengah seperti sepeda listrik, pengelolaan sampah, perumahan murah, IT UMKM dan lainnya. “Kata pak Gubernur, kalau enggak riil (produknya) jangan dibawa ke sini,” kata Leles.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu