Follow Us :              

Kejar Target Pengentasan Kemiskinan, Sehari Ganjar Serahkan Dua Bantuan RTLH

  12 April 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 432 
Kategori :
Bagikan :


Kejar Target Pengentasan Kemiskinan, Sehari Ganjar Serahkan Dua Bantuan RTLH

12 April 2022 | 15:00:00 | dibaca : 432
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SALATIGA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memiliki cara unik untuk ngabuburit, atau menunggu datangnya waktu buka puasa. Sambil nunggu beduk maghrib, Ganjar berkeliling ke sejumlah daerah memberikan bantuan bedah rumah. 

Hampir setiap hari selama ramadan tahun ini, Ganjar melakukan program itu. Bersama Baznas, Ganjar berkunjung ke pelosok-pelosok desa dan membantu bedah rumah. Setiap hari, minimal dua warga yang rumahnya mendapatkan bantuan renovasi RTLH. Penyerahan bantuan ini disertai pemberian bantuan sembako pada sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren. 

Hari ini dua orang yang menerima bantuan renovasi RLTH secara langsung dari Ganjara adalah Junaidi, 27, pedagang cilok asal Kabupaten Semarang dan Amin Fauzi, buruh lepas asal Kota Salatiga. 

"Iya, saya bersama Baznas hari ini keliling. Judulnya masih sama, membangun rumah warga yang tidak layak menjadi layak huni, dan menyalurkan bantuan sembako ke yatim piatu. Selama ramadan kita "gas" (percepat) agar bisa lebih cepat," kata Ganjar. 

Program RTLH terus ditingkatkan karena selain membantu masyarakat agar rumahnya menjadi layak huni, program itu juga menjadi indikator percepatan penurunan kemiskinan ekstrem. 

"Kalau rumahnya dibangun, maka ini indikator angka kemiskinan akan turun. Masyarakat juga pasti senang. Makanya kita gerakkan selama ramadhan ini, sambil memberikan contoh kepada yang lain. Siapa tahu di daerah, ada yang mau mengikuti langkah kita bersama Baznas," ucapnya. 

Ganjar mengaku saat ini pihaknya sedang mencairkan anggaran untuk membangun 6000 rumah tidak layak huni di Jawa Tengah. Dana untuk program ini akan bertambah seiring bertambahnya pihak-pihak yang berpartisipasi dalam program ini. 

"6000 itu yang dari APBD, sementara yang lain seperti Baznas, CSR dan para filantropi itu banyak yang mau bantu. Ini yang kita gerakkan. Kita keroyokan agar lebih cepat," terangnya. 

Sementara itu, salah satu penerima bantuan asal Kota Salatiga, Amin Fauzi mengatakan sangat senang mendapat bantuan RTLH dari Ganjar. Menurutnya, bantuan itu merupakan berkah ramadan yang tidak terhingga. 

"Alhamdulillah, senang sekali sampai nggak bisa ngomong apa-apa. Maturnuwun Pak Ganjar, sudah datang dan memberikan bantuan rumah untuk saya," kata Amin Fauzi. 

Fauzi mengaku penghasilannya sebagai buruh lepas dan peternak ikan lele hanya cukup untuk menghidupi kedua anaknya saja. Tidak ada sisa penghasilan untuk memenuhi kebutuhan lain. 

"Ndak mikir soal rumah, ya meskipun bocor kalau hujan, angin masuk semuanya. Alhamdulillah ini dibantu dan diperbaiki, semoga ke depannya lebih nyaman tinggal di sini," tutupnya.


Bagikan :

SALATIGA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memiliki cara unik untuk ngabuburit, atau menunggu datangnya waktu buka puasa. Sambil nunggu beduk maghrib, Ganjar berkeliling ke sejumlah daerah memberikan bantuan bedah rumah. 

Hampir setiap hari selama ramadan tahun ini, Ganjar melakukan program itu. Bersama Baznas, Ganjar berkunjung ke pelosok-pelosok desa dan membantu bedah rumah. Setiap hari, minimal dua warga yang rumahnya mendapatkan bantuan renovasi RTLH. Penyerahan bantuan ini disertai pemberian bantuan sembako pada sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren. 

Hari ini dua orang yang menerima bantuan renovasi RLTH secara langsung dari Ganjara adalah Junaidi, 27, pedagang cilok asal Kabupaten Semarang dan Amin Fauzi, buruh lepas asal Kota Salatiga. 

"Iya, saya bersama Baznas hari ini keliling. Judulnya masih sama, membangun rumah warga yang tidak layak menjadi layak huni, dan menyalurkan bantuan sembako ke yatim piatu. Selama ramadan kita "gas" (percepat) agar bisa lebih cepat," kata Ganjar. 

Program RTLH terus ditingkatkan karena selain membantu masyarakat agar rumahnya menjadi layak huni, program itu juga menjadi indikator percepatan penurunan kemiskinan ekstrem. 

"Kalau rumahnya dibangun, maka ini indikator angka kemiskinan akan turun. Masyarakat juga pasti senang. Makanya kita gerakkan selama ramadhan ini, sambil memberikan contoh kepada yang lain. Siapa tahu di daerah, ada yang mau mengikuti langkah kita bersama Baznas," ucapnya. 

Ganjar mengaku saat ini pihaknya sedang mencairkan anggaran untuk membangun 6000 rumah tidak layak huni di Jawa Tengah. Dana untuk program ini akan bertambah seiring bertambahnya pihak-pihak yang berpartisipasi dalam program ini. 

"6000 itu yang dari APBD, sementara yang lain seperti Baznas, CSR dan para filantropi itu banyak yang mau bantu. Ini yang kita gerakkan. Kita keroyokan agar lebih cepat," terangnya. 

Sementara itu, salah satu penerima bantuan asal Kota Salatiga, Amin Fauzi mengatakan sangat senang mendapat bantuan RTLH dari Ganjar. Menurutnya, bantuan itu merupakan berkah ramadan yang tidak terhingga. 

"Alhamdulillah, senang sekali sampai nggak bisa ngomong apa-apa. Maturnuwun Pak Ganjar, sudah datang dan memberikan bantuan rumah untuk saya," kata Amin Fauzi. 

Fauzi mengaku penghasilannya sebagai buruh lepas dan peternak ikan lele hanya cukup untuk menghidupi kedua anaknya saja. Tidak ada sisa penghasilan untuk memenuhi kebutuhan lain. 

"Ndak mikir soal rumah, ya meskipun bocor kalau hujan, angin masuk semuanya. Alhamdulillah ini dibantu dan diperbaiki, semoga ke depannya lebih nyaman tinggal di sini," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu