Follow Us :              

Pemprov Jateng Imbau Masyarakat Tidak Takbir Keliling

  15 April 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 193 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Imbau Masyarakat Tidak Takbir Keliling

15 April 2022 | 09:00:00 | dibaca : 193
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat tidak berkerumun melakukan kegiatan takbir keliling di malam Idul Fitri. Namun demikian, masyarakat diperbolehkan melakukan takbiran di rumah masing-masing atau masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. 

"Kami menyarankan masyarakat bertakbir di rumah masing-masing atau di masjid dengan protokol kesehatan sesuai dengan arahan Kementerian Agama," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menjadi narasumber Metro TV secara virtual, Jumat (15/4/2022). 

Ia menjelaskan, musim mudik Lebaran 2022 belum bebas dari pandemi Covid-19. Sehingga seluruh masyarakat terutama pemudik harus tetap menerapkan protokol kesehatan selama perjalanan maupun setelah tiba di daerah tujuan. Termasuk tertib melaporkan kedatangan serta kondisi kesehatannya kepada Satgas Jogo Tonggo yang ada di masing-masing daerah.  

"Kita menggalakkan Jogo Tonggo yang ada di daerah. Petugas akan mencatat serta mengawasi para pemudik, terutama bagi pemudik dengan tanda-tanda yang mengarah pada gejala Covid-19. Kondisi seperti ini harus dilaporkan kepada Jogo Tonggo," pintanya. 

Dalam acara bertajuk "Kesiapan Daerah Hadapi Gelombang Mudik" tersebut, Taj Yasin menyampaikan tentang berbagai kesiapan Pemprov Jawa Tengah dalam menghadapi sekitar 23,5 juta pemudik tujuan berbagai kota dan kabupaten di Jateng. Bahkan pihaknya juga sudah menginformasikan kepada para calon pemudik melalui paguyuban-paguyuban, komunitas maupun lainnya yang ada di Jakarta serta daerah lain untuk tetap mentaati protokol kesehatan. 

Tidak kalah penting adalah kesiapan infrastruktur jalan, baik jalan provinsi maupun jalan nasional yang akan digunakan pemudik. Menurutnya, sekitar 94 persen jalur mudik di Jawa Tengah tidak ada kendala, siap dilalui pemudik. Hanya beberapa titik yang masih dalam perbaikan dan akan selesai sebelum Lebaran. 

Selain itu, persoalan penting lainnya menyangkut antisipasi kemacetan atau penumpukan kendaraan pemudik. Terlebih sebagian besar pemudik tujuan ke beberapa daerah di Jawa Tengah menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga pemetaan titik-titik rawan kemacetan harus dilakukan guna mengurai kemacetan arus lalu lintas. 

Pemprov Jawa Tengah bersama Polri, TNI, lembaga terkait lain, serta para relawan sudah menyiapkan posko terpadu. Posko yang terdiri dari unsur kesehatan, lalu lintas, dan sebagainya ditempatkan di beberapa titik strategis. Selain itu, mulai tanggal 29 April hingga 1 Mei juga akan diterapkan one way atau satu arah di jalan tol. 

Lewat segala cara yang telah diupayakan tersebut, Wagub berharap masyarakat bisa menikmati suasana Lebaran dengan nyaman. 

"Jadikan momen mudik Lebaran sebagai silaturahmi, menguatkan ukhuwah atau tali persaudaraan, serta menguatkan hubungan antar masyarakat Indonesia," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat tidak berkerumun melakukan kegiatan takbir keliling di malam Idul Fitri. Namun demikian, masyarakat diperbolehkan melakukan takbiran di rumah masing-masing atau masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. 

"Kami menyarankan masyarakat bertakbir di rumah masing-masing atau di masjid dengan protokol kesehatan sesuai dengan arahan Kementerian Agama," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menjadi narasumber Metro TV secara virtual, Jumat (15/4/2022). 

Ia menjelaskan, musim mudik Lebaran 2022 belum bebas dari pandemi Covid-19. Sehingga seluruh masyarakat terutama pemudik harus tetap menerapkan protokol kesehatan selama perjalanan maupun setelah tiba di daerah tujuan. Termasuk tertib melaporkan kedatangan serta kondisi kesehatannya kepada Satgas Jogo Tonggo yang ada di masing-masing daerah.  

"Kita menggalakkan Jogo Tonggo yang ada di daerah. Petugas akan mencatat serta mengawasi para pemudik, terutama bagi pemudik dengan tanda-tanda yang mengarah pada gejala Covid-19. Kondisi seperti ini harus dilaporkan kepada Jogo Tonggo," pintanya. 

Dalam acara bertajuk "Kesiapan Daerah Hadapi Gelombang Mudik" tersebut, Taj Yasin menyampaikan tentang berbagai kesiapan Pemprov Jawa Tengah dalam menghadapi sekitar 23,5 juta pemudik tujuan berbagai kota dan kabupaten di Jateng. Bahkan pihaknya juga sudah menginformasikan kepada para calon pemudik melalui paguyuban-paguyuban, komunitas maupun lainnya yang ada di Jakarta serta daerah lain untuk tetap mentaati protokol kesehatan. 

Tidak kalah penting adalah kesiapan infrastruktur jalan, baik jalan provinsi maupun jalan nasional yang akan digunakan pemudik. Menurutnya, sekitar 94 persen jalur mudik di Jawa Tengah tidak ada kendala, siap dilalui pemudik. Hanya beberapa titik yang masih dalam perbaikan dan akan selesai sebelum Lebaran. 

Selain itu, persoalan penting lainnya menyangkut antisipasi kemacetan atau penumpukan kendaraan pemudik. Terlebih sebagian besar pemudik tujuan ke beberapa daerah di Jawa Tengah menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga pemetaan titik-titik rawan kemacetan harus dilakukan guna mengurai kemacetan arus lalu lintas. 

Pemprov Jawa Tengah bersama Polri, TNI, lembaga terkait lain, serta para relawan sudah menyiapkan posko terpadu. Posko yang terdiri dari unsur kesehatan, lalu lintas, dan sebagainya ditempatkan di beberapa titik strategis. Selain itu, mulai tanggal 29 April hingga 1 Mei juga akan diterapkan one way atau satu arah di jalan tol. 

Lewat segala cara yang telah diupayakan tersebut, Wagub berharap masyarakat bisa menikmati suasana Lebaran dengan nyaman. 

"Jadikan momen mudik Lebaran sebagai silaturahmi, menguatkan ukhuwah atau tali persaudaraan, serta menguatkan hubungan antar masyarakat Indonesia," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu