Follow Us :              

Cakap Tangani Covid-19, Taj Yasin Apresiasi Kinerja PMI Rembang

  16 April 2022  |   16:00:00  |   dibaca : 642 
Kategori :
Bagikan :


Cakap Tangani Covid-19, Taj Yasin Apresiasi Kinerja PMI Rembang

16 April 2022 | 16:00:00 | dibaca : 642
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

REMBANG - Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang dalam menangani Covid-19, mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Selain itu, PMI Rembang dinilai mampu memenuhi permintaan darah dari kabupaten tetangga, serta aktif melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan. 

"Dari sisi kemanusiaan, PMI Rembang termasuk PMI yang progresif. Kantornya juga lengkap, dukungan dari Pak Bupatinya sudah bagus. Ini perlu kita tingkatkan dan sinergikan dengan merangkul stakeholder yang ada di Kabupaten Rembang," katanya seusai pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Rembang masa bakti 2022-2027, di Pendopo Museum RA Kartini, Sabtu (16/4/2022). 

Taj Yasin teringat saat lonjakan kasus Covid-19, sekitar Juli - September 2021. Ketika itu banyak orang keluar masuk rumah sakit dan membutuhkan banyak donor darah, khususnya plasma Kovalesen. Saat itu PMI sangat membantu, diantaranya dengan mengencarkan program Gedor Lakon (Gerakan Donor Plasma Konvalesen) yang diluncurkan Pemprov Jawa Tengah, demi mencukupi kebutuhan stok yang sangat tinggi.

"Di Kabupaten Rembang saya juga bertemu dengan kawan-kawan relawan Covid Rangers, ini juga disinergikan. (Ini menunjukkan) bahwa embrio (gerakan) kemanusiaan di Rembang, menunjukkan angka yang baik (meningkat)." jelasnya. 

Menurutnya, sudah sepatutnya para pengurus PMI bersyukur telah ditunjuk dan diberi amanah sebagai insan sosial sekaligus insan yang menjunjung tinggi kemanusiaan. 

"PMI Rembang perlu kita dorong lagi untuk menjadi salah satu PMI penopang kemanusiaan di bagian timur Jawa Tengah," harap ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah itu. 

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan, sehingga tidak berorientasi ekonomi, namun nilai sosial. Karenanya, apabila sudah masuk PMI maka harus siap ikhlas lahir dan batin melaksanakan tugas pokok PMI, yakni kemanusiaan. 

"Baru kali ini PMI Rembang kecukupan darah, padahal yang mengambil dari Pati, Grobogan, dan lainnya. Untuk memenuhi stok darah, PMI Rembang terus menggalang donor darah ke ormas-ormas, ponpes, Fatayat, dan organisasi lainnya (untuk) diajak bersama sama memajukan PMI," katanya.


Bagikan :

REMBANG - Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang dalam menangani Covid-19, mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Selain itu, PMI Rembang dinilai mampu memenuhi permintaan darah dari kabupaten tetangga, serta aktif melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan. 

"Dari sisi kemanusiaan, PMI Rembang termasuk PMI yang progresif. Kantornya juga lengkap, dukungan dari Pak Bupatinya sudah bagus. Ini perlu kita tingkatkan dan sinergikan dengan merangkul stakeholder yang ada di Kabupaten Rembang," katanya seusai pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Rembang masa bakti 2022-2027, di Pendopo Museum RA Kartini, Sabtu (16/4/2022). 

Taj Yasin teringat saat lonjakan kasus Covid-19, sekitar Juli - September 2021. Ketika itu banyak orang keluar masuk rumah sakit dan membutuhkan banyak donor darah, khususnya plasma Kovalesen. Saat itu PMI sangat membantu, diantaranya dengan mengencarkan program Gedor Lakon (Gerakan Donor Plasma Konvalesen) yang diluncurkan Pemprov Jawa Tengah, demi mencukupi kebutuhan stok yang sangat tinggi.

"Di Kabupaten Rembang saya juga bertemu dengan kawan-kawan relawan Covid Rangers, ini juga disinergikan. (Ini menunjukkan) bahwa embrio (gerakan) kemanusiaan di Rembang, menunjukkan angka yang baik (meningkat)." jelasnya. 

Menurutnya, sudah sepatutnya para pengurus PMI bersyukur telah ditunjuk dan diberi amanah sebagai insan sosial sekaligus insan yang menjunjung tinggi kemanusiaan. 

"PMI Rembang perlu kita dorong lagi untuk menjadi salah satu PMI penopang kemanusiaan di bagian timur Jawa Tengah," harap ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah itu. 

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan, sehingga tidak berorientasi ekonomi, namun nilai sosial. Karenanya, apabila sudah masuk PMI maka harus siap ikhlas lahir dan batin melaksanakan tugas pokok PMI, yakni kemanusiaan. 

"Baru kali ini PMI Rembang kecukupan darah, padahal yang mengambil dari Pati, Grobogan, dan lainnya. Untuk memenuhi stok darah, PMI Rembang terus menggalang donor darah ke ormas-ormas, ponpes, Fatayat, dan organisasi lainnya (untuk) diajak bersama sama memajukan PMI," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu