Follow Us :              

Sinambung, Jembatan Hasil "Patungan" Pemprov Jateng dan Warga Diresmikan Ganjar

  12 May 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 322 
Kategori :
Bagikan :


Sinambung, Jembatan Hasil "Patungan" Pemprov Jateng dan Warga Diresmikan Ganjar

12 May 2022 | 11:00:00 | dibaca : 322
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

JEPARA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan jembatan Sinambung di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Kamis (12/5/2022). Kehadiran jembatan itu menggantikan bambu yang selama ini dipakai warga. 

"Ini saya sama Pak Jupri, Petinggi (Kepala Desa) di sini. Dulu jembatan ini dari bambu. Maka sebenarnya, bantuan kita (Pemprov Jateng) ke desa, (bisa diberikan) kalau dari petinggi, kades dan masyarakat bisa bareng-bareng merencanakan dengan baik, pasti ada hasil yg baik. Ini salah satu contohnya," kata Ganjar. 

Ganjar menjelaskan Jembatan Sinambung itu dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp200 juta dan swadaya sebesar Rp1 juta. Sumber dana berasal dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2021. "Jadi bantuan Pemprov yang selama ini diberikan pada masyarakat seperti ini. Yang penting masyarakat mendukung dan dia sadar pada apa yang menjadi kepentingan bersama," pungkasnya. 

Ketika minta tanggapannya tentang berita crazy rich Jepara yang mengaku bangun jembatan dengan dana pribadi di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, ia menjawab antusias. "Bagus karena membantu masyarakat dan peduli dengan daerahnya. Yang penting ikhlas," imbuhnya. 

Seperti yang viral di media, seseorang mengaku telah membangun jembatan di Desa Kecapi dengan biaya sekitar Rp3,7 miliar. Tapi ia merasa tidak mendapatkan perhatian atau apresiasi dari Bupati Jepara maupun Ganjar meski sudah menghubungi melalui nomor hotline maupun email aduan, namun tidak ada tanggapan. 

Terkait keluhan itu, Ganjar meyakinkan bahwa dirinya telah telah mengecek seluruh layanan aduan, baik nomor hotline, WhatsApp, media sosial, bahkan layanan Laporgub. Dari penelusuran yang dilakukan, aduan yang disebutkan dalam berita itu tidak ditemukan. 

"Ditulis di media katanya sudah menghubungi saya, tetapi di-trace (telusuri) kok tidak ada. Sudah 2-3 hari ini kami cari terus. Tidak pernah DM ke saya, kalau WA atau DM saya, ya saya balas," kaya Ganjar. Meski demikian, ia mengaku tetap sangat mengapresiasi inisiatif warga tersebut.


Bagikan :

JEPARA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan jembatan Sinambung di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Kamis (12/5/2022). Kehadiran jembatan itu menggantikan bambu yang selama ini dipakai warga. 

"Ini saya sama Pak Jupri, Petinggi (Kepala Desa) di sini. Dulu jembatan ini dari bambu. Maka sebenarnya, bantuan kita (Pemprov Jateng) ke desa, (bisa diberikan) kalau dari petinggi, kades dan masyarakat bisa bareng-bareng merencanakan dengan baik, pasti ada hasil yg baik. Ini salah satu contohnya," kata Ganjar. 

Ganjar menjelaskan Jembatan Sinambung itu dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp200 juta dan swadaya sebesar Rp1 juta. Sumber dana berasal dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2021. "Jadi bantuan Pemprov yang selama ini diberikan pada masyarakat seperti ini. Yang penting masyarakat mendukung dan dia sadar pada apa yang menjadi kepentingan bersama," pungkasnya. 

Ketika minta tanggapannya tentang berita crazy rich Jepara yang mengaku bangun jembatan dengan dana pribadi di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, ia menjawab antusias. "Bagus karena membantu masyarakat dan peduli dengan daerahnya. Yang penting ikhlas," imbuhnya. 

Seperti yang viral di media, seseorang mengaku telah membangun jembatan di Desa Kecapi dengan biaya sekitar Rp3,7 miliar. Tapi ia merasa tidak mendapatkan perhatian atau apresiasi dari Bupati Jepara maupun Ganjar meski sudah menghubungi melalui nomor hotline maupun email aduan, namun tidak ada tanggapan. 

Terkait keluhan itu, Ganjar meyakinkan bahwa dirinya telah telah mengecek seluruh layanan aduan, baik nomor hotline, WhatsApp, media sosial, bahkan layanan Laporgub. Dari penelusuran yang dilakukan, aduan yang disebutkan dalam berita itu tidak ditemukan. 

"Ditulis di media katanya sudah menghubungi saya, tetapi di-trace (telusuri) kok tidak ada. Sudah 2-3 hari ini kami cari terus. Tidak pernah DM ke saya, kalau WA atau DM saya, ya saya balas," kaya Ganjar. Meski demikian, ia mengaku tetap sangat mengapresiasi inisiatif warga tersebut.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu