Follow Us :              

Tetap Waspadai Bencana Virus dan Rob, PJ Jepara Diminta Ganjar Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

  31 May 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 274 
Kategori :
Bagikan :


Tetap Waspadai Bencana Virus dan Rob, PJ Jepara Diminta Ganjar Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

31 May 2022 | 13:00:00 | dibaca : 274
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

JEPARA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan arahan kepada Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat pasca pandemi. Selain lewat pengembangan potensi wisata Karimun Jawa, Jepara juga memiliki potensi industri kerajinan kayu yang luar biasa. 

"Di sini punya potensi yang bagus-bagus, hebat-hebat, contohnya Karimunjawa. Ekonomi kreatif dan pariwisata musti dikembangkan. Tadi saya lihat kerajinan ukir juga sangat bagus tapi peminatnya makin kecil. Maka perhatian pada pendidikan vokasi ukir ini menjadi prioritas," terang Gubernur usai memberi arahan kepada Pj Bupati Jepara, Kepala OPD, Forkompimda, dan Kepala Desa di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (31/5/2022). 

Terkait dukungan bagi pengembangan Karimunjawa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang fokus membereskan bandara di sana. Sambil menunggu bandara selesai, Ganjar meminta agar Pemkab Jepara dan pengelola pariwisata serius menyiapkan penanganan Karimunjawa. 

"Saya minta kerja sama dengan tempat-tempat yang ramai seperti Jogja dan Bali untuk membuat paket wisata agar bisa naik," jelas Ganjar. 

Pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata menjadi salah satu potensi agar perekonomian di Kabupaten Jepara bisa segera bangkit dari pukulan pandemi. Untuk itu, sama seperti dengan tiga kabupaten/kota lain yang dipimpin boleh Penjabat Bupati/Walikota, Ganjar meminta agar anggaran tahun 2023 disiapkan dengan prioritas ekonomi, khususnya usaha kecil dan mikro. 

"Jepara ini juga salah satu kabupaten yang sangat menarik untuk investasi maka berikan layanan yang mudah, murah, dan cepat," katanya. Salah satu bentuk kemudahan layanan, menurutnya, dengan memberikan akses pengaduan seluasnya bagi masyarakat. 

"Sekali lagi saya ingatkan jaga integritas, jangan korupsi, dan jangan ada pungli. Layani dengan baik, agar masyarakat yang berekspektasi tinggi pada pembangunan, benar-benar bisa merasakan itu (manfaat)," tegas Ganjar. 

Banyak bidang pelayanan yang harus dilakukan, termasuk sektor kesehatan. Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, serta cacar monyet yang mengamcam kesehatan manusia, harus menjadi perhatian. Ia tidak ingin kejadian yang diceritakan seorang kepala desa yang mengaku tiga ratusan lebih kerbau di desanya terpapar PMK, menimpa daerah lain. 

"Ini yang kita minta agar kerja sama dengan kita. Sentra-sentra yang seperti ini musti segera dideteksi dan kita minta agar surveilansnya segera jalan, dokter hewan, dan yang mengurusi peternakan semua turun ke lapangan. Kalau ini bisa terkendali, kita bisa menyiapkan program untuk menaikkan ekonomi, sektor-sektor  (peternakan) ini, relatif akan aman," jelasnya. 

Terkait pencegahan potensi penyakit cacar monyet di Jawa Tengah, Ganjar meminta masyarakat untuk terus menjaga pola hidup sehat seperti yang dilakukan selama pandemi. 

"Kemarin sudah ada indikasi-indikasi (dari Dinas Kesehatan). Sekarang lagi dilakukan pendalaman, termasuk tracingnya sehingga kita musti hati-hati betul. Hidup bersih sehat musti dijaga." 

Saat ini organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebut telah ada 257 kasus terkonfirmasi cacar monyet dari 20 negara berbeda. Kasus terbanyak ditemukan di Inggris Raya. Meskipun belum ditemukan kasus di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI sudah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap penyakit cacar monyet di negara non endemik. 

Selain mewaspadai kemunculan wabah virus, Ganjar juga meminta semua masyarat dan pemkab/pemkot di Jateng bersiaga menghadapi bencana rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, potensi banjir rob di Jawa Tengah masih akan berlangsung hingga 7 Juni 2022. Hal ini karena adanya fase bulan baru dan peningkatan ketinggian pasang air laut. 

"Juni-Juli ini akan terjadi (rob) maka saya minta tolong lakukan patroli titik yang rawan, (area) potensi tanggul jebol dan area yang berpotensi terkena abrasi," kata Ganjar.


Bagikan :

JEPARA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan arahan kepada Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat pasca pandemi. Selain lewat pengembangan potensi wisata Karimun Jawa, Jepara juga memiliki potensi industri kerajinan kayu yang luar biasa. 

"Di sini punya potensi yang bagus-bagus, hebat-hebat, contohnya Karimunjawa. Ekonomi kreatif dan pariwisata musti dikembangkan. Tadi saya lihat kerajinan ukir juga sangat bagus tapi peminatnya makin kecil. Maka perhatian pada pendidikan vokasi ukir ini menjadi prioritas," terang Gubernur usai memberi arahan kepada Pj Bupati Jepara, Kepala OPD, Forkompimda, dan Kepala Desa di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (31/5/2022). 

Terkait dukungan bagi pengembangan Karimunjawa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang fokus membereskan bandara di sana. Sambil menunggu bandara selesai, Ganjar meminta agar Pemkab Jepara dan pengelola pariwisata serius menyiapkan penanganan Karimunjawa. 

"Saya minta kerja sama dengan tempat-tempat yang ramai seperti Jogja dan Bali untuk membuat paket wisata agar bisa naik," jelas Ganjar. 

Pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata menjadi salah satu potensi agar perekonomian di Kabupaten Jepara bisa segera bangkit dari pukulan pandemi. Untuk itu, sama seperti dengan tiga kabupaten/kota lain yang dipimpin boleh Penjabat Bupati/Walikota, Ganjar meminta agar anggaran tahun 2023 disiapkan dengan prioritas ekonomi, khususnya usaha kecil dan mikro. 

"Jepara ini juga salah satu kabupaten yang sangat menarik untuk investasi maka berikan layanan yang mudah, murah, dan cepat," katanya. Salah satu bentuk kemudahan layanan, menurutnya, dengan memberikan akses pengaduan seluasnya bagi masyarakat. 

"Sekali lagi saya ingatkan jaga integritas, jangan korupsi, dan jangan ada pungli. Layani dengan baik, agar masyarakat yang berekspektasi tinggi pada pembangunan, benar-benar bisa merasakan itu (manfaat)," tegas Ganjar. 

Banyak bidang pelayanan yang harus dilakukan, termasuk sektor kesehatan. Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, serta cacar monyet yang mengamcam kesehatan manusia, harus menjadi perhatian. Ia tidak ingin kejadian yang diceritakan seorang kepala desa yang mengaku tiga ratusan lebih kerbau di desanya terpapar PMK, menimpa daerah lain. 

"Ini yang kita minta agar kerja sama dengan kita. Sentra-sentra yang seperti ini musti segera dideteksi dan kita minta agar surveilansnya segera jalan, dokter hewan, dan yang mengurusi peternakan semua turun ke lapangan. Kalau ini bisa terkendali, kita bisa menyiapkan program untuk menaikkan ekonomi, sektor-sektor  (peternakan) ini, relatif akan aman," jelasnya. 

Terkait pencegahan potensi penyakit cacar monyet di Jawa Tengah, Ganjar meminta masyarakat untuk terus menjaga pola hidup sehat seperti yang dilakukan selama pandemi. 

"Kemarin sudah ada indikasi-indikasi (dari Dinas Kesehatan). Sekarang lagi dilakukan pendalaman, termasuk tracingnya sehingga kita musti hati-hati betul. Hidup bersih sehat musti dijaga." 

Saat ini organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebut telah ada 257 kasus terkonfirmasi cacar monyet dari 20 negara berbeda. Kasus terbanyak ditemukan di Inggris Raya. Meskipun belum ditemukan kasus di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI sudah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap penyakit cacar monyet di negara non endemik. 

Selain mewaspadai kemunculan wabah virus, Ganjar juga meminta semua masyarat dan pemkab/pemkot di Jateng bersiaga menghadapi bencana rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, potensi banjir rob di Jawa Tengah masih akan berlangsung hingga 7 Juni 2022. Hal ini karena adanya fase bulan baru dan peningkatan ketinggian pasang air laut. 

"Juni-Juli ini akan terjadi (rob) maka saya minta tolong lakukan patroli titik yang rawan, (area) potensi tanggul jebol dan area yang berpotensi terkena abrasi," kata Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu