Follow Us :              

Ganjar Ajak Para Kades dan Pemuda Implementasikan Pancasila dalam Kegiatan Teknokratis

  02 June 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 389 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Ajak Para Kades dan Pemuda Implementasikan Pancasila dalam Kegiatan Teknokratis

02 June 2022 | 08:00:00 | dibaca : 389
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta, implementasi Pancasila dibuktikan dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih teknokratis. Pada para kepala desa, Gubernur mendorong hal itu untuk menumbuhkan inisiatif-inisiatif yang dapat mewujudkan desa yang mandiri, sehat, sejahtera, tangguh berdasarkan Pancasila. 

"Hari ini kita kumpulkan kawan-kawan (para kepala) desa karena untuk yuk kita implementasikan atau kita bumikan Pancasila ini dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih teknokratis," jelas Ganjar usai memberikan arahan dalam acara Temu Kepala Desa Jawa Tengah, di aula Kantor Dispermasdesdukcapil Provinsi Jawa Tengah, Kamis (2/6/2022). 

Pengimplementasian kegiatan bersifat teknokratis harus dimulai dengan memetakan permasalahan yang ada. Khususnya pada upaya-upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. 

"Misal, ibu-ibu hamil ini juga harus mendapatkan perhatian yang adil dong. Yaitu dengan mencegah angka kematian ibu melahirkan, angka kematian balita, mencegah stunting. Semua itu ada di desa," katanya. 

Implementasi juga bisa dilakukan pada sektor ekonomi pedesaan. Misalnya pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang saat ini mulai bermunculan dan aktif dipamerkan. Hasil produk yang berkualitas dan mampu bersaing adalah wujud upaya untuk bisa berdikari di sektor ekonomi, khususnya pada level bawah. 

"Ekonomi berdikari sebenarnya (terlihat) pada level bawah, banyak sekali start up (pemula) muncul. Ini harus didampingi dan kepala desa menjadi orang yang paling tahu tentang rakyatnya," jelasnya. 

Pada bulan Pancasila ini, Ganjar mendorong agar masing-masing OPD di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan sektor masing-masing. 

Sementara pada generasi muda, kegiatan diskusi bersama anak-anak muda tentang bagaimana membumikan Pancasila, juga terus dilakukan. Termasuk menggelar kebudayaan untuk merefleksikan dan mengkonseptualisasikan implementasi Pancasila dalam perilaku sehari-hari. 

"Menurut saya, pembumian Pancasila ini bisa kita kerjakan dalam sektor-sektor yang lebih praktis sehingga mereka (masyarakat) terbantu (lebih sejahtera). Mudah-mudahan melalui sharing session ini bisa mencari solusi (kendala)," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta, implementasi Pancasila dibuktikan dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih teknokratis. Pada para kepala desa, Gubernur mendorong hal itu untuk menumbuhkan inisiatif-inisiatif yang dapat mewujudkan desa yang mandiri, sehat, sejahtera, tangguh berdasarkan Pancasila. 

"Hari ini kita kumpulkan kawan-kawan (para kepala) desa karena untuk yuk kita implementasikan atau kita bumikan Pancasila ini dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih teknokratis," jelas Ganjar usai memberikan arahan dalam acara Temu Kepala Desa Jawa Tengah, di aula Kantor Dispermasdesdukcapil Provinsi Jawa Tengah, Kamis (2/6/2022). 

Pengimplementasian kegiatan bersifat teknokratis harus dimulai dengan memetakan permasalahan yang ada. Khususnya pada upaya-upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. 

"Misal, ibu-ibu hamil ini juga harus mendapatkan perhatian yang adil dong. Yaitu dengan mencegah angka kematian ibu melahirkan, angka kematian balita, mencegah stunting. Semua itu ada di desa," katanya. 

Implementasi juga bisa dilakukan pada sektor ekonomi pedesaan. Misalnya pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang saat ini mulai bermunculan dan aktif dipamerkan. Hasil produk yang berkualitas dan mampu bersaing adalah wujud upaya untuk bisa berdikari di sektor ekonomi, khususnya pada level bawah. 

"Ekonomi berdikari sebenarnya (terlihat) pada level bawah, banyak sekali start up (pemula) muncul. Ini harus didampingi dan kepala desa menjadi orang yang paling tahu tentang rakyatnya," jelasnya. 

Pada bulan Pancasila ini, Ganjar mendorong agar masing-masing OPD di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan sektor masing-masing. 

Sementara pada generasi muda, kegiatan diskusi bersama anak-anak muda tentang bagaimana membumikan Pancasila, juga terus dilakukan. Termasuk menggelar kebudayaan untuk merefleksikan dan mengkonseptualisasikan implementasi Pancasila dalam perilaku sehari-hari. 

"Menurut saya, pembumian Pancasila ini bisa kita kerjakan dalam sektor-sektor yang lebih praktis sehingga mereka (masyarakat) terbantu (lebih sejahtera). Mudah-mudahan melalui sharing session ini bisa mencari solusi (kendala)," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu