Follow Us :              

Ganjar Terjunkan 200 Pemuda Penggerak Ekonomi Desa

  02 June 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 353 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Terjunkan 200 Pemuda Penggerak Ekonomi Desa

02 June 2022 | 10:00:00 | dibaca : 353
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan pentingnya tugas pemuda penggerak ekonomi desa yang diterjunkan ke 100 desa di Jawa Tengah. Sebagai penggerak, mereka harus menjadi inspirator yang mampu mendorong usaha di pedesaan menjadi lebih baik. 

"Kawan-kawan ini sangat penting untuk bisa menjadi inspirator. Maka saya senang dengan jawaban pintar mereka (warga). Tugasnya adalah bagaimana mendorong yang sudah pintar itu menjadi lebih baik lagi," kata Ganjar saat berdialog dengan para pemuda penggerak ekonomi desa di Hetero Space, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (2/6/2022).
Ganjar menambahkan keberadaan usaha di desa akan mendorong desa tersebut mampu berdikari dalam bidang ekonomi. Lebih bagus lagi apabila persoalan pangan dapat dipenuhi dari hasil kampung sendiri.  

"Bung Karno pernah bilang kita harus bisa berdikari dalam bidang ekonomi. Kalau bisa mandiri, desa bisa menjadi kuat karena (itu perlu) didampingi orang hebat. Kita bikin semua sendiri, kalau tidak bisa nanti dilatih, kalau kurang fasilitas minta pemerintah. Kalau tidak mengerti caranya akan ada yang melatih," katanya. 

Total peserta terpilih program Pemuda Penggerak ekonomi ada 200 pemuda-pemudi. Mereka diterjunkan ke 100 desa di Jawa Tengah, selama 10 bulan. Tugas mereka adalah mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi kelompok usaha serta mampu menawarkan solusi. 

Solusi yang ditawarkan tersebut bisa dilakukan dengan berdiskusi, serta memanfaatkan jejaring dan pengalaman, serta memperbanyak literatur. 

"Kawan-kawan harus banyak literatur. Dari mana literatur itu didapat? Bisa dengan diskusi, dicari menggunakan gadget, menggunakan keilmuannya, metode, dan lainnya," jelas Ganjar. Selain terus menambah wawasan, mereka juga diharapkan dapat memiliki kemampuan membantu dari sisi marketing. 

"Setelah itu teman (pemuda pelopor) yang harus promo, harus belajar marketing. Seperti apa? Menggunakan alat apa? Hari gini yang bagus ya sosial media karena itu harus belajar konten kreator," ungkapnya. 

Rinda Rachmawati, seorang sarjana yang terpilih sebagai peserta, menceritakan, pengalamannya mendampingi Desa Plumbon, Kebumen. Di desa itu ia membantu masyarakat untuk meningkatkan penjualan Beras Mutiara. Beras ini merupakan produk unggulan Desa Plumbon. 

"Beras mutiara sudah (diakui) nasional dan mendapat penghargaan dari Presiden. Tetapi ada kendala pada marketing. Pasarnya belum menggunakan digital marketing," ujar Rinda saat berdialog dengan 

Kini, berkat pendampingan yang ia berikan, selain jumlah produksi meninggkat karena menggunakan peralatan mesin bisa lebih maksimal, omzet dari penjualan beras juga meningkat berkat karena mulai menggunakan digital marketing.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan pentingnya tugas pemuda penggerak ekonomi desa yang diterjunkan ke 100 desa di Jawa Tengah. Sebagai penggerak, mereka harus menjadi inspirator yang mampu mendorong usaha di pedesaan menjadi lebih baik. 

"Kawan-kawan ini sangat penting untuk bisa menjadi inspirator. Maka saya senang dengan jawaban pintar mereka (warga). Tugasnya adalah bagaimana mendorong yang sudah pintar itu menjadi lebih baik lagi," kata Ganjar saat berdialog dengan para pemuda penggerak ekonomi desa di Hetero Space, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (2/6/2022).
Ganjar menambahkan keberadaan usaha di desa akan mendorong desa tersebut mampu berdikari dalam bidang ekonomi. Lebih bagus lagi apabila persoalan pangan dapat dipenuhi dari hasil kampung sendiri.  

"Bung Karno pernah bilang kita harus bisa berdikari dalam bidang ekonomi. Kalau bisa mandiri, desa bisa menjadi kuat karena (itu perlu) didampingi orang hebat. Kita bikin semua sendiri, kalau tidak bisa nanti dilatih, kalau kurang fasilitas minta pemerintah. Kalau tidak mengerti caranya akan ada yang melatih," katanya. 

Total peserta terpilih program Pemuda Penggerak ekonomi ada 200 pemuda-pemudi. Mereka diterjunkan ke 100 desa di Jawa Tengah, selama 10 bulan. Tugas mereka adalah mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi kelompok usaha serta mampu menawarkan solusi. 

Solusi yang ditawarkan tersebut bisa dilakukan dengan berdiskusi, serta memanfaatkan jejaring dan pengalaman, serta memperbanyak literatur. 

"Kawan-kawan harus banyak literatur. Dari mana literatur itu didapat? Bisa dengan diskusi, dicari menggunakan gadget, menggunakan keilmuannya, metode, dan lainnya," jelas Ganjar. Selain terus menambah wawasan, mereka juga diharapkan dapat memiliki kemampuan membantu dari sisi marketing. 

"Setelah itu teman (pemuda pelopor) yang harus promo, harus belajar marketing. Seperti apa? Menggunakan alat apa? Hari gini yang bagus ya sosial media karena itu harus belajar konten kreator," ungkapnya. 

Rinda Rachmawati, seorang sarjana yang terpilih sebagai peserta, menceritakan, pengalamannya mendampingi Desa Plumbon, Kebumen. Di desa itu ia membantu masyarakat untuk meningkatkan penjualan Beras Mutiara. Beras ini merupakan produk unggulan Desa Plumbon. 

"Beras mutiara sudah (diakui) nasional dan mendapat penghargaan dari Presiden. Tetapi ada kendala pada marketing. Pasarnya belum menggunakan digital marketing," ujar Rinda saat berdialog dengan 

Kini, berkat pendampingan yang ia berikan, selain jumlah produksi meninggkat karena menggunakan peralatan mesin bisa lebih maksimal, omzet dari penjualan beras juga meningkat berkat karena mulai menggunakan digital marketing.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu