Follow Us :              

Beri Bantuan Alat USG, Ganjar Tingkatkan Layanan Kesehatan Bumil Karimunjawa

  28 June 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 108 
Kategori :
Bagikan :


Beri Bantuan Alat USG, Ganjar Tingkatkan Layanan Kesehatan Bumil Karimunjawa

28 June 2022 | 10:00:00 | dibaca : 108
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG - Sesuai permintaan warga pada Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, pada September 2021 lalu, kini Puskesmas di Kepulauan Karimunjawa, telah memiliki alat ultrasonografi (USG). Para ibu hamil di daerah tersebut kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk USG ke luar pulau. 

"Dulu Pak Gubernur datang untuk percepatan vaksinasi di Karimunjawa (10/9/2021). Waktu itu ada ibu yang menginginkan alat USG dan bilang kepada Pak Ganjar.  Selama ini bumil (ibu hamil) USG harus ke Jepara. Itu kan eman-eman (biaya), untuk tiket, kadang harus menginap dua sampai tiga hari. Bila dihitung-hitung, biayanya bisa sampai Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta untuk tiga hari," kata Suhadi, Kepala Puskesmas Karimunjawa saat dihubungi via telepon, Selasa (28/6/2022). 

Terletak 75,6 mil laut dari ibukota Jepara, warga Karimunjawa memang sangat menggantungkan pada transportasi laut. Hal ini sangat memberatkan bumil saat memerlukan USG karena harus ke Jepara. Padahal jumlah ibu hamil di wilayah itu mencapai 178 orang.  

"Dulu yang risiko tinggi (risti) ada 18-19 orang. Yang risti ini kami sarankan untuk dapat memeriksakan USG di Jepara. Kalau yang tidak risti tidak apa-apa (tanpa USG) asal periksanya rajin. Kami di sini ada tiga dokter (umum) dan bidan," paparnya. 

Suhadi mengatakan, dengan memiliki alat USG, pihaknya kini mewajibkan ratusan bumil di Karimunjawa USG. Lewat cara ini diharapkan tingkat kesehatan warga semakin meningkat. 

"Bantuan Pak Gubernur ini bermanfaat banget. Harapannya angka kematian ibu tetap nol. Kalau angka kematian anak tahun kemarin satu, dan angka stunting di atas 24 bulan ada sekitar 30an. Harapannya (USG) bisa mencegah stunting, karena mulainya dari situ (hamil) serta edukasi kepada remaja putri," urainya. 

Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Untung Saefurahman, mengungkapkan, bantuan yang diberikan pada Puskesmas Karimunjawa nantinya tidak hanya alat USG. Saat ini pihaknya sedang memproses pengadaan ambulance air bagi warga Karimunjawa. 

"Dulu permintaan dari Puskesmas Karimunjawa ambulance air dan USG. Rencananya alat USG itu ditempatkan di dalam ambulance air, namun karena mendesak, dan kebetulan kami juga diberikan hibah dari Dirjen Kesmas (kesehatan masyarakat) 2 unit, akhirnya itu dialokasikan untuk Puskesmas Karimunjawa,"  jelasnya. 

Terkait ambulance air, Untung memperkirakan tahun ini bisa dipenuhi. Pengadaan menggunakan dana hibah dari pemerintah Quensland. 

"Pemprov Jateng dapatnya hibah berupa uang yang akhirnya dialokasikan pada APBD. Tahun ini ambulance harus terpenuhi. Dari survei kita di galangan kapal, butuh 4-5 bulan pengerjaan. Harapan Juli kelar tender, dan segera bisa berproses," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Sesuai permintaan warga pada Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, pada September 2021 lalu, kini Puskesmas di Kepulauan Karimunjawa, telah memiliki alat ultrasonografi (USG). Para ibu hamil di daerah tersebut kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk USG ke luar pulau. 

"Dulu Pak Gubernur datang untuk percepatan vaksinasi di Karimunjawa (10/9/2021). Waktu itu ada ibu yang menginginkan alat USG dan bilang kepada Pak Ganjar.  Selama ini bumil (ibu hamil) USG harus ke Jepara. Itu kan eman-eman (biaya), untuk tiket, kadang harus menginap dua sampai tiga hari. Bila dihitung-hitung, biayanya bisa sampai Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta untuk tiga hari," kata Suhadi, Kepala Puskesmas Karimunjawa saat dihubungi via telepon, Selasa (28/6/2022). 

Terletak 75,6 mil laut dari ibukota Jepara, warga Karimunjawa memang sangat menggantungkan pada transportasi laut. Hal ini sangat memberatkan bumil saat memerlukan USG karena harus ke Jepara. Padahal jumlah ibu hamil di wilayah itu mencapai 178 orang.  

"Dulu yang risiko tinggi (risti) ada 18-19 orang. Yang risti ini kami sarankan untuk dapat memeriksakan USG di Jepara. Kalau yang tidak risti tidak apa-apa (tanpa USG) asal periksanya rajin. Kami di sini ada tiga dokter (umum) dan bidan," paparnya. 

Suhadi mengatakan, dengan memiliki alat USG, pihaknya kini mewajibkan ratusan bumil di Karimunjawa USG. Lewat cara ini diharapkan tingkat kesehatan warga semakin meningkat. 

"Bantuan Pak Gubernur ini bermanfaat banget. Harapannya angka kematian ibu tetap nol. Kalau angka kematian anak tahun kemarin satu, dan angka stunting di atas 24 bulan ada sekitar 30an. Harapannya (USG) bisa mencegah stunting, karena mulainya dari situ (hamil) serta edukasi kepada remaja putri," urainya. 

Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Untung Saefurahman, mengungkapkan, bantuan yang diberikan pada Puskesmas Karimunjawa nantinya tidak hanya alat USG. Saat ini pihaknya sedang memproses pengadaan ambulance air bagi warga Karimunjawa. 

"Dulu permintaan dari Puskesmas Karimunjawa ambulance air dan USG. Rencananya alat USG itu ditempatkan di dalam ambulance air, namun karena mendesak, dan kebetulan kami juga diberikan hibah dari Dirjen Kesmas (kesehatan masyarakat) 2 unit, akhirnya itu dialokasikan untuk Puskesmas Karimunjawa,"  jelasnya. 

Terkait ambulance air, Untung memperkirakan tahun ini bisa dipenuhi. Pengadaan menggunakan dana hibah dari pemerintah Quensland. 

"Pemprov Jateng dapatnya hibah berupa uang yang akhirnya dialokasikan pada APBD. Tahun ini ambulance harus terpenuhi. Dari survei kita di galangan kapal, butuh 4-5 bulan pengerjaan. Harapan Juli kelar tender, dan segera bisa berproses," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu