Follow Us :              

Cegah Korban Investasi Bodong, Gubernur : Perusahaan Harus Berikan Edukasi Kepada Publik

  11 August 2022  |   19:00:00  |   dibaca : 175 
Kategori :
Bagikan :


Cegah Korban Investasi Bodong, Gubernur : Perusahaan Harus Berikan Edukasi Kepada Publik

11 August 2022 | 19:00:00 | dibaca : 175
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mengatakan sampai saat ini masyarakat masih banyak yang tertipu bujukan investasi yang terlihat menggiurkan. Tanpa mencari tahu lebih dalam, ujung-ujungnya mereka terjebak pada investasi bodong dan merugi. Hal itu disampaikan Gubenur usai menghadiri acara Jagongan Bareng Ajaib, di Hotel Tentrem, Kamis (11/8). 

Gubernur mengatakan, edukasi pengelolaan keuangan harus disosialisasikan secara intens pada masyarakat. “Anak-anak muda yang di sini, harus dikenalkan bagaimana cara berinvestasi terutama saham,” ujarnya. 

Perusahaan bidang investasi, menurut Gubernur, memiliki kewajiban mengedukasi publik sebelum menarik mereka untuk berinvestasi. Bagaimana cara memilih, mencari informasi legalitas dan kredibilitas, sehingga tidak terjebak investasi bodong. “Jangan sampai terjebak pada perusahaan bodong dan musti memastikan seluruh perusahaan itu juga terdaftar OJK, ini penting,” tegasnya. 

Acara itu juga dihadiri Komisaris Utama PT Ajaib Sekuritas Asia, Andi Gani Nena Wea, CEO Ajaib Grup Anderson Sumarli dan Ghozali Everyday. Gubernur secara langsung meminta agar mereka aktif sosialisasi pada masyarakat. “Judulnya berani investasi, maka saham seperti apa sih yang menguntungkan. Mereka ini kita harapkan bisa mengedukasi publik,” tegasnya. 

Edukasi investasi juga akan sangat membantu masyarakat untuk mengetahui bahwa ada alternatif lain dalam mengelola keuangannya. Gubenur mengungkapkan, selama ini masyarakat masih banyak yang terpaku pada kelola uang konvensional. “Biasanya masyarakat itu kalau punya uang masih konvensional investasinya. Tanah, emas kemudian aset,” katanya. 

Dengan mengedukasi publik tentang investasi, ia berharap masyarakat lebih produktif dalam mengelola keuangan. “Ada yang lebih produktif lagi, saham. Ini mudah-mudahan bisa mengedukasi publik dari berbagai alternatif investasi yang ada,” terangnya. 

Usai mengisi acara, menjelang pulang Gubernur ditemui beberapa wartawan yang meminta tanggapan tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, oleh KPK. Terkait itu, Gubernur mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. 

Padahal saat ini, kata Gubernur, Kabupaten Pemalang sedang dalam pendampingan Pemprov Jateng dalam rangka penunjukan Sekertaris Daerah (Sekda) baru. (MA) Sekda Pemalang sebelumnya, mengundurkan diri pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh kepolisian. 

"Kami kemarin lagi mendampingi di sana dari problem yang dihadapi sekdanya (kasus korupsi). Maka kemudian kami coba intens (siapkan pengganti), saya tidak tahu kalau kemudian akan terjadi hal ini," terangnya. Terkait langkah selanjutnya, Gubernur mengaku akan menunggu terlebih dahulu perkembangannya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mengatakan sampai saat ini masyarakat masih banyak yang tertipu bujukan investasi yang terlihat menggiurkan. Tanpa mencari tahu lebih dalam, ujung-ujungnya mereka terjebak pada investasi bodong dan merugi. Hal itu disampaikan Gubenur usai menghadiri acara Jagongan Bareng Ajaib, di Hotel Tentrem, Kamis (11/8). 

Gubernur mengatakan, edukasi pengelolaan keuangan harus disosialisasikan secara intens pada masyarakat. “Anak-anak muda yang di sini, harus dikenalkan bagaimana cara berinvestasi terutama saham,” ujarnya. 

Perusahaan bidang investasi, menurut Gubernur, memiliki kewajiban mengedukasi publik sebelum menarik mereka untuk berinvestasi. Bagaimana cara memilih, mencari informasi legalitas dan kredibilitas, sehingga tidak terjebak investasi bodong. “Jangan sampai terjebak pada perusahaan bodong dan musti memastikan seluruh perusahaan itu juga terdaftar OJK, ini penting,” tegasnya. 

Acara itu juga dihadiri Komisaris Utama PT Ajaib Sekuritas Asia, Andi Gani Nena Wea, CEO Ajaib Grup Anderson Sumarli dan Ghozali Everyday. Gubernur secara langsung meminta agar mereka aktif sosialisasi pada masyarakat. “Judulnya berani investasi, maka saham seperti apa sih yang menguntungkan. Mereka ini kita harapkan bisa mengedukasi publik,” tegasnya. 

Edukasi investasi juga akan sangat membantu masyarakat untuk mengetahui bahwa ada alternatif lain dalam mengelola keuangannya. Gubenur mengungkapkan, selama ini masyarakat masih banyak yang terpaku pada kelola uang konvensional. “Biasanya masyarakat itu kalau punya uang masih konvensional investasinya. Tanah, emas kemudian aset,” katanya. 

Dengan mengedukasi publik tentang investasi, ia berharap masyarakat lebih produktif dalam mengelola keuangan. “Ada yang lebih produktif lagi, saham. Ini mudah-mudahan bisa mengedukasi publik dari berbagai alternatif investasi yang ada,” terangnya. 

Usai mengisi acara, menjelang pulang Gubernur ditemui beberapa wartawan yang meminta tanggapan tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, oleh KPK. Terkait itu, Gubernur mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. 

Padahal saat ini, kata Gubernur, Kabupaten Pemalang sedang dalam pendampingan Pemprov Jateng dalam rangka penunjukan Sekertaris Daerah (Sekda) baru. (MA) Sekda Pemalang sebelumnya, mengundurkan diri pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh kepolisian. 

"Kami kemarin lagi mendampingi di sana dari problem yang dihadapi sekdanya (kasus korupsi). Maka kemudian kami coba intens (siapkan pengganti), saya tidak tahu kalau kemudian akan terjadi hal ini," terangnya. Terkait langkah selanjutnya, Gubernur mengaku akan menunggu terlebih dahulu perkembangannya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu