Follow Us :              

Kunjungi Gaden, Wagub Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Serta Pemberdayaan Ekonomi Desa

  11 August 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 193 
Kategori :
Bagikan :


Kunjungi Gaden, Wagub Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Serta Pemberdayaan Ekonomi Desa

11 August 2022 | 13:00:00 | dibaca : 193
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

KLATEN - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Taj Yasin Maimoen, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah kekerasan pada perempuan dan anak, termasuk pelecehan seksual dan perundungan. Wagub Jateng meminta seluruh elemen masyarakat mendukung pemerintah dalam mencegah munculnya kasus-kasus tersebut. 

"Khususnya ibu-ibu PKK ini digerakkan. Gotong royong soal kesehatan, soal sosial. Masalah sosial, permasalahan kekerasan terhadap perempuan, dan anak. (Kekerasan) Ini dampaknya sepertinya sepele, namun dampak yang diakibatkan dari kekerasan anak itu berkepanjangan," kata Wagub di Balaidesa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Kamis (11/08/2022). 

Selain masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, Wagub juga menyebutkan beberapa persoalan lain yang masih terjadi seperti stunting, dan HIV/AIDS. Pemprov Jateng memiliki berbagai program terkait hal itu seperti, Jo Kawin Bocah, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Selain itu juga ada pengaduan kekerasan perempuan dan anak (Si Pesan Perak), Aplikasi Jogo Konco, dan Flexi Time. 

"Saya titip di Desa Gaden ayo kita bersama, kita punya program untuk penanganan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Jo Kawin Bocah, ini menjadi andalan kita. Saya minta juga (diterapkan) aplikasi Jogo Konco, di sekolahan jangan sampai nanti masih ada bullying. Kita juga ada pengaduan untuk kekerasan ibu dan anak. Ada aplikasi Si Pesan Perak, kita luncurkan semua, sebab kekerasan masih banyak," terangnya 

Selain itu Wagub juga meminta agar setiap desa dan kelurahan juga membentuk forum anak. Forum tersebut dapat menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi anak-anak untuk turut membangun wilayahnya. 

Pada kunjungan itu, Wagub juga menghadiri acara penyerahan bantuan Desa Dampingan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng. Selain bantuan pembangunan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH), bantuan juga berupa pemasangan listrik, alat jahit, alat produksi pupuk cair, alat pengemasan makanan ringan, serta bantuan sembako. Wagub berharap, program yang bergulir hingga Desember 2022 itu bisa menghapuskan status miskin ekstrim Desa Gaden. 

"Ayo kita kembangkan, kita pikirkan bersama bagaimana (mengelola bantuan). Bumdes (kalau bisa) dikelola baik, saya yakin alat (produksi) seperti itu bisa dibeli lagi," imbau Wagub. 

Dalam program Desa Dampingan oleh Bapenda Jateng, masyarakat juga dibekali pelatihan keterampilan seperti menjahit keset, membuat pupuk cair, dan pelatihan pengemasan produk makanan kering. Selain itu, sebanyak 15 warga mendapat pelatihan penggunaan aplikasi SimpelDesa oleh Telkomsel. 

Aplikasi SimpleDesa ini bisa menjadi pusat informasi komunitas dan untuk pengurusan kebutuhan administrasi masyarakat di Desa Gaden. Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga bisa dimaksimalkan sebagai marketplace produk-produk masyarakat Desa Gaden. 

"Saya ingin 15 orang yang dilatih Telkomsel bisa jadi Kader untuk menggerakkan ekonomi di Gaden, diajari teman-teman yang lainnya," tambahnya.


Bagikan :

KLATEN - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Taj Yasin Maimoen, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah kekerasan pada perempuan dan anak, termasuk pelecehan seksual dan perundungan. Wagub Jateng meminta seluruh elemen masyarakat mendukung pemerintah dalam mencegah munculnya kasus-kasus tersebut. 

"Khususnya ibu-ibu PKK ini digerakkan. Gotong royong soal kesehatan, soal sosial. Masalah sosial, permasalahan kekerasan terhadap perempuan, dan anak. (Kekerasan) Ini dampaknya sepertinya sepele, namun dampak yang diakibatkan dari kekerasan anak itu berkepanjangan," kata Wagub di Balaidesa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Kamis (11/08/2022). 

Selain masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, Wagub juga menyebutkan beberapa persoalan lain yang masih terjadi seperti stunting, dan HIV/AIDS. Pemprov Jateng memiliki berbagai program terkait hal itu seperti, Jo Kawin Bocah, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Selain itu juga ada pengaduan kekerasan perempuan dan anak (Si Pesan Perak), Aplikasi Jogo Konco, dan Flexi Time. 

"Saya titip di Desa Gaden ayo kita bersama, kita punya program untuk penanganan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Jo Kawin Bocah, ini menjadi andalan kita. Saya minta juga (diterapkan) aplikasi Jogo Konco, di sekolahan jangan sampai nanti masih ada bullying. Kita juga ada pengaduan untuk kekerasan ibu dan anak. Ada aplikasi Si Pesan Perak, kita luncurkan semua, sebab kekerasan masih banyak," terangnya 

Selain itu Wagub juga meminta agar setiap desa dan kelurahan juga membentuk forum anak. Forum tersebut dapat menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi anak-anak untuk turut membangun wilayahnya. 

Pada kunjungan itu, Wagub juga menghadiri acara penyerahan bantuan Desa Dampingan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng. Selain bantuan pembangunan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH), bantuan juga berupa pemasangan listrik, alat jahit, alat produksi pupuk cair, alat pengemasan makanan ringan, serta bantuan sembako. Wagub berharap, program yang bergulir hingga Desember 2022 itu bisa menghapuskan status miskin ekstrim Desa Gaden. 

"Ayo kita kembangkan, kita pikirkan bersama bagaimana (mengelola bantuan). Bumdes (kalau bisa) dikelola baik, saya yakin alat (produksi) seperti itu bisa dibeli lagi," imbau Wagub. 

Dalam program Desa Dampingan oleh Bapenda Jateng, masyarakat juga dibekali pelatihan keterampilan seperti menjahit keset, membuat pupuk cair, dan pelatihan pengemasan produk makanan kering. Selain itu, sebanyak 15 warga mendapat pelatihan penggunaan aplikasi SimpelDesa oleh Telkomsel. 

Aplikasi SimpleDesa ini bisa menjadi pusat informasi komunitas dan untuk pengurusan kebutuhan administrasi masyarakat di Desa Gaden. Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga bisa dimaksimalkan sebagai marketplace produk-produk masyarakat Desa Gaden. 

"Saya ingin 15 orang yang dilatih Telkomsel bisa jadi Kader untuk menggerakkan ekonomi di Gaden, diajari teman-teman yang lainnya," tambahnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu