Follow Us :              

DCF 2022 Mulai Mendunia, Gubernur Ingin Ada Kolaborasi Artis Mancanegara

  05 September 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 87 
Kategori :
Bagikan :


DCF 2022 Mulai Mendunia, Gubernur Ingin Ada Kolaborasi Artis Mancanegara

05 September 2022 | 10:00:00 | dibaca : 87
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) 2022 di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, sukses membangkit pariwisata. Tidak cukup hanya bisa masuk dalam kalender event nasional, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, ingin level DCF mendatang lebih ditingkatkan lewat kolaborasi dengan seniman atau artis mancanegara. 

"Industri kita jual (promosikan) ke dunia internasional. Barangkali yang musik, besok bisa mulai ASEAN atau Asia, atau mungkin mengundang artis dunia untuk kolaborasi. Termasuk juga yang panggung tradisional seperti kemarin juga bagus sekali," ujarnya, Senin (5/9/2022). 

Gubernur menjelaskan, DCF tahun ini telah memberi pijakan yang baik untuk menampilkan event ini, menjadi lebih baik lagi. CDF tahun depan bisa lebih ditingkatkan dengan acara-acara yang lebih menarik lagi dan kualitas sumberdaya manusia yang berada di balik layar yang juga terus ditingkatkan kapasitasnya. 

"Event ini kemudian bisa kita create jauh lebih berkualitas, lebih bagus, karena anak-anaknya hebat sekali di sana (Dieng). Mulai tidak tahu apa-apa, sampai kemudian terkenal. Event-event di setiap turunannya juga harus ada," kata Gubernur. 

Untuk membuat event tersebut naik kelas, diperlukan adanya kurator dalam setiap bagian untuk menjaga kualitas acara. Misalnya dalam panggung musik dibutuhkan kurator panggung, lighting, hingga sound system. 

"Kita minta agar dilakukan kurasi. Jadi EO (Event Organizer)-nya harus dikurasi, ada kuratornya. Umpama kemarin kita menonton Jazz Atas Awan. Itu musti dikurasi misalnya kurator panggung, lighting, sound system sehingga orang melihat itu nyaman," ungkapnya. 

Selain itu Gubernur juga meminta agar pengelolaan lalu lintas juga ditingkatkan dalam mengatasi titik-titik kemacetan. Pengembangan titik-titik pendukung di sekitar lokasi juga perlu diperhatikan. Keberadaan glamping-glamping atau pondok-pondok disekitar candi harus ditata secara artistik dan sesuai daya dukung lingkungan. 

"Sebenarnya dari DCF ke depan bisa disiapkan. Yang mau bisnis ya diatur tempatnya. Kemarin saya jalan main ke atas kok semuanya menanam kentang. Bagaimana kalau setiap lahan itu ditanami pohon sehingga nanti banyak sekali pohon yang ada di sana, termasuk (usaha) menjaga sumber mata air. Saya sampaikan kepada kawan-kawan dan sambutannya bagus," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) 2022 di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, sukses membangkit pariwisata. Tidak cukup hanya bisa masuk dalam kalender event nasional, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, ingin level DCF mendatang lebih ditingkatkan lewat kolaborasi dengan seniman atau artis mancanegara. 

"Industri kita jual (promosikan) ke dunia internasional. Barangkali yang musik, besok bisa mulai ASEAN atau Asia, atau mungkin mengundang artis dunia untuk kolaborasi. Termasuk juga yang panggung tradisional seperti kemarin juga bagus sekali," ujarnya, Senin (5/9/2022). 

Gubernur menjelaskan, DCF tahun ini telah memberi pijakan yang baik untuk menampilkan event ini, menjadi lebih baik lagi. CDF tahun depan bisa lebih ditingkatkan dengan acara-acara yang lebih menarik lagi dan kualitas sumberdaya manusia yang berada di balik layar yang juga terus ditingkatkan kapasitasnya. 

"Event ini kemudian bisa kita create jauh lebih berkualitas, lebih bagus, karena anak-anaknya hebat sekali di sana (Dieng). Mulai tidak tahu apa-apa, sampai kemudian terkenal. Event-event di setiap turunannya juga harus ada," kata Gubernur. 

Untuk membuat event tersebut naik kelas, diperlukan adanya kurator dalam setiap bagian untuk menjaga kualitas acara. Misalnya dalam panggung musik dibutuhkan kurator panggung, lighting, hingga sound system. 

"Kita minta agar dilakukan kurasi. Jadi EO (Event Organizer)-nya harus dikurasi, ada kuratornya. Umpama kemarin kita menonton Jazz Atas Awan. Itu musti dikurasi misalnya kurator panggung, lighting, sound system sehingga orang melihat itu nyaman," ungkapnya. 

Selain itu Gubernur juga meminta agar pengelolaan lalu lintas juga ditingkatkan dalam mengatasi titik-titik kemacetan. Pengembangan titik-titik pendukung di sekitar lokasi juga perlu diperhatikan. Keberadaan glamping-glamping atau pondok-pondok disekitar candi harus ditata secara artistik dan sesuai daya dukung lingkungan. 

"Sebenarnya dari DCF ke depan bisa disiapkan. Yang mau bisnis ya diatur tempatnya. Kemarin saya jalan main ke atas kok semuanya menanam kentang. Bagaimana kalau setiap lahan itu ditanami pohon sehingga nanti banyak sekali pohon yang ada di sana, termasuk (usaha) menjaga sumber mata air. Saya sampaikan kepada kawan-kawan dan sambutannya bagus," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu