Follow Us :              

Pengabdian Dr Lie Dharmawan, Gubernur: Menginspirasi Banyak Orang untuk Menolong Dengan Tulus

  15 September 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 80 
Kategori :
Bagikan :


Pengabdian Dr Lie Dharmawan, Gubernur: Menginspirasi Banyak Orang untuk Menolong Dengan Tulus

15 September 2022 | 08:00:00 | dibaca : 80
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Kisahnya sebagai pendiri Rumah Sakit Apung membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terharu sekaligus bangga. Usia lanjut tidak menyurutkan semangat dr. Lie Dharmawan membuktikan kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bersama Gubernur, keduanya terlibat perbincangan mengenai dunia pelayanan kesehatan dan cinta tanah air. 

Gubernur tampak begitu antusias mendengarkan kisah perjalanan panjang dr. Lie mendirikan dan menjalankan RSA selama belasan tahun. Kepadanya dr.Lie menceritakan salah satu kisah dirinya melayani masyarakat di remote area, di tengah hutan pegunungan Papua hampir 14 hari. 

“Untung saya agak nekat dan agak gila. Ini untuk menunjukkan kecintaan saya terhadap NKRI,” seloroh dr Lie. “Ini hebat. Sebenarnya kalimat dokter ini mengandung satire. Tapi memang begitu, dan sebenarnya yang dokter lakukan ini mewujudkan sila kelima Pancasila,” ucap Gubernur kagum. 

“Di usia yang sekarang hampir 77 ini, kurang lebih puluhan tahun untuk menyiapkan peralatan medis sistem transportasinya untuk menjangkau remote area agar bisa memberikan layanan kesehatan yang terbaik, jadilah Rumah Sakit Apung,” terangnya. 

Turut diceritakan, perjuangan dr. Lie membuat RSA hingga kini berjalan selama hampir 13 tahun, bukan perjalanan yang mudah. Gubernur mengatakan, masih banyak rakyat Indonesia yang berada di lokasi tidak terjangkau butuh mendapatkan pelayanan kesehatan dan diwujudkan oleh dr. Lie. 

“Jadi kalau kita melihat perjuangan beliau sungguh luarbiasa dan yang membikin haru saya adalah ini cerita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi tidak sedang menghapal Pancasila tapi melaksanakan dan beliau tunjukkan karena kami cinta NKRI,” tegasnya. 

Atas keteladanan itu, Gubernur berharap semangat dr. Lie terus bergelora dan menginspirasi banyak orang. Termasuk dengan keberadaan empat armada kapal baru, menggantikan kapal pertama yang karam pada 2021 silam di perairan NTB. 

“Mudah-mudahan menginspirasi banyak orang untuk mau menolong dengan tulus dan ikhlas, karena layanan kesehatan kita memang butuh sampai ke pelosok-pelosok. Saya sangat respek dan hormat sama beliau,” ujarnya. 

dr. Lie senang bisa bertemu dan berbincang langsung dengan Gubernur Ganjar Pranowo. Selain membahas rencana kerjasama program dengan Yayasan DoctorSHARE di remote area Jawa Tengah, dr. Lie juga mendapat dukungan moril. “Kami mendapatkan wejangan dan dukungan moril dari Pak Ganjar, yang berharap bahwa layanan ini bisa bisa sustain (berkelanjutan),” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Kisahnya sebagai pendiri Rumah Sakit Apung membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terharu sekaligus bangga. Usia lanjut tidak menyurutkan semangat dr. Lie Dharmawan membuktikan kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bersama Gubernur, keduanya terlibat perbincangan mengenai dunia pelayanan kesehatan dan cinta tanah air. 

Gubernur tampak begitu antusias mendengarkan kisah perjalanan panjang dr. Lie mendirikan dan menjalankan RSA selama belasan tahun. Kepadanya dr.Lie menceritakan salah satu kisah dirinya melayani masyarakat di remote area, di tengah hutan pegunungan Papua hampir 14 hari. 

“Untung saya agak nekat dan agak gila. Ini untuk menunjukkan kecintaan saya terhadap NKRI,” seloroh dr Lie. “Ini hebat. Sebenarnya kalimat dokter ini mengandung satire. Tapi memang begitu, dan sebenarnya yang dokter lakukan ini mewujudkan sila kelima Pancasila,” ucap Gubernur kagum. 

“Di usia yang sekarang hampir 77 ini, kurang lebih puluhan tahun untuk menyiapkan peralatan medis sistem transportasinya untuk menjangkau remote area agar bisa memberikan layanan kesehatan yang terbaik, jadilah Rumah Sakit Apung,” terangnya. 

Turut diceritakan, perjuangan dr. Lie membuat RSA hingga kini berjalan selama hampir 13 tahun, bukan perjalanan yang mudah. Gubernur mengatakan, masih banyak rakyat Indonesia yang berada di lokasi tidak terjangkau butuh mendapatkan pelayanan kesehatan dan diwujudkan oleh dr. Lie. 

“Jadi kalau kita melihat perjuangan beliau sungguh luarbiasa dan yang membikin haru saya adalah ini cerita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi tidak sedang menghapal Pancasila tapi melaksanakan dan beliau tunjukkan karena kami cinta NKRI,” tegasnya. 

Atas keteladanan itu, Gubernur berharap semangat dr. Lie terus bergelora dan menginspirasi banyak orang. Termasuk dengan keberadaan empat armada kapal baru, menggantikan kapal pertama yang karam pada 2021 silam di perairan NTB. 

“Mudah-mudahan menginspirasi banyak orang untuk mau menolong dengan tulus dan ikhlas, karena layanan kesehatan kita memang butuh sampai ke pelosok-pelosok. Saya sangat respek dan hormat sama beliau,” ujarnya. 

dr. Lie senang bisa bertemu dan berbincang langsung dengan Gubernur Ganjar Pranowo. Selain membahas rencana kerjasama program dengan Yayasan DoctorSHARE di remote area Jawa Tengah, dr. Lie juga mendapat dukungan moril. “Kami mendapatkan wejangan dan dukungan moril dari Pak Ganjar, yang berharap bahwa layanan ini bisa bisa sustain (berkelanjutan),” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu