Follow Us :              

Miliki Kemiripan Etnis, Gubernur Dorong Wilayah Perbatasan Jateng Jalin Kerja Sama Kendalikan Inflasi

  21 September 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 63 
Kategori :
Bagikan :


Miliki Kemiripan Etnis, Gubernur Dorong Wilayah Perbatasan Jateng Jalin Kerja Sama Kendalikan Inflasi

21 September 2022 | 11:00:00 | dibaca : 63
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG-  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap daerah perbatasan kabupaten/kota di wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat yang memiliki kedekatan etnis dapat bekerja sama dalam mengendalikan inflasi. Gubernur yakin langkah bisa dilakukan, mengulang kerja sama penangulangan Covid-19. 

"Kita masih ada PR dari Presiden untuk mengendalikan inflasi. Area ini menjadi penting untuk mereka saling support agar mereka yang berdagang di wilayah itu, berbagai komoditas yang bisa mendorong inflasi bisa dikendalikan bersama," kata Gubernur usai menerima kunjungan Sekretariat Kerja KUNCI BERSAMA di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (21/9/2022). 

Setidaknya ada sembilan kabupaten/kota di wilayah itu yang tergabung dalam Satuan Kerja KUNCI BERSAMA. Kesembilan daerah itu terdiri atas dua kabupaten di sisi paling Barat Jawa Tengah yaitu Brebes dan Cilacap serta tujuh kabupaten/kota di sisi paling Timur Jawa Barat. Daerah-daerah itu diharapkan dapat menyampaikan potensi masing-masing agar kemudian dapat direspons oleh masing-masing kabupaten/kota.  

"Tadi akan mengajak Tegal kota dan kabupaten untuk bisa terlibat. Mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa diciptakan, khususnya yang terkait dengan urusan kemasyarakatan di wilayah perbatasan," terangnya. 

Gubernur menambahkan, dengan adanya kemiripan secara etnis, hal itu diharapkan akan mempermudah kerja sama di berbagai hal. 

"Mereka mencoba untuk mengurus wilayah yang ada di perbatasan ini karena banyak secara etnis mirip sebenarnya. Sundanya, yang agak ke Timur ada Jawanya dan mereka saling hidup bersama. Maka kerja sama di area itu mendorong penyelesaian banyak hal. Infrastruktur, perhubungan, lingkungan, pendidikan, kesehatan, desa menurut saya sangat bagus," ungkapnya. 

Solidaritas dan kerja sama antar daerah perbatasan dua provinsi, telah ditunjukkan saat penanganan Covid-19. Saat itu masing-masing kabupaten/kota di perbatasan saling membantu dengan penuh kesadaran. 

"Ketika kemarin pada pandemi mereka bisa mengurus masyarakat yang ada di wilayah itu dengan baik tanpa harus banyak mempertimbangkan soal perbatasannya. Maka yang di Kuningan ke Brebes oke, di Brebes ke Kuningan oke, atau Jawa Barat ke daerah Banjarnegara oke atau sebaliknya tidak masalah karena ini urusannya kemanusiaan," jelasnya. 

Bupati Kuningan sekaligus Ketua Satker KUNCI BERSAMA, Acep Purnama, menilai permintaan Gubernur Jawa Tengah tersebut merupakan arahan yang bagus. Dia juga yakin, adanya KUNCI BERSAMA di setiap daerah, hal itu akan bermanfaat untuk menurunkan inflasi. 

"Misalnya dengan pemanfaatan produk-produk daerah. Contoh, di Kuningan ada pabrik tape ketan tapi untuk beras ketan kita ambil dari Brebes dan daerah lain. Lalu di Brebes ada lahan dan produksi bawang merah sedangkan di Kuningan ada pabrik bawang goreng," katanya. 

Kerja sama antar daerah itu juga mendorong peningkatan perekonomian daerah. Setiap komoditas yang dimiliki daerah akan dibantu pemasarannya di daerah lain. Lalu bidang sosial dan kesehatan kami juga sedang mencoba membangun rumah sakit di dekat perbatasan. 

"Tujuannya mempermudah pelayanan bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Seperti kata Gubernur Ganjar, permasalahan yang harus kita selesaikan adalah soal JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), jadi orang sakit asal Brebes bisa dirawat di Kuningan dan sebaliknya. Sebab itu masalah kemanusiaan," jelasnya.


Bagikan :

SEMARANG-  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap daerah perbatasan kabupaten/kota di wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat yang memiliki kedekatan etnis dapat bekerja sama dalam mengendalikan inflasi. Gubernur yakin langkah bisa dilakukan, mengulang kerja sama penangulangan Covid-19. 

"Kita masih ada PR dari Presiden untuk mengendalikan inflasi. Area ini menjadi penting untuk mereka saling support agar mereka yang berdagang di wilayah itu, berbagai komoditas yang bisa mendorong inflasi bisa dikendalikan bersama," kata Gubernur usai menerima kunjungan Sekretariat Kerja KUNCI BERSAMA di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (21/9/2022). 

Setidaknya ada sembilan kabupaten/kota di wilayah itu yang tergabung dalam Satuan Kerja KUNCI BERSAMA. Kesembilan daerah itu terdiri atas dua kabupaten di sisi paling Barat Jawa Tengah yaitu Brebes dan Cilacap serta tujuh kabupaten/kota di sisi paling Timur Jawa Barat. Daerah-daerah itu diharapkan dapat menyampaikan potensi masing-masing agar kemudian dapat direspons oleh masing-masing kabupaten/kota.  

"Tadi akan mengajak Tegal kota dan kabupaten untuk bisa terlibat. Mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa diciptakan, khususnya yang terkait dengan urusan kemasyarakatan di wilayah perbatasan," terangnya. 

Gubernur menambahkan, dengan adanya kemiripan secara etnis, hal itu diharapkan akan mempermudah kerja sama di berbagai hal. 

"Mereka mencoba untuk mengurus wilayah yang ada di perbatasan ini karena banyak secara etnis mirip sebenarnya. Sundanya, yang agak ke Timur ada Jawanya dan mereka saling hidup bersama. Maka kerja sama di area itu mendorong penyelesaian banyak hal. Infrastruktur, perhubungan, lingkungan, pendidikan, kesehatan, desa menurut saya sangat bagus," ungkapnya. 

Solidaritas dan kerja sama antar daerah perbatasan dua provinsi, telah ditunjukkan saat penanganan Covid-19. Saat itu masing-masing kabupaten/kota di perbatasan saling membantu dengan penuh kesadaran. 

"Ketika kemarin pada pandemi mereka bisa mengurus masyarakat yang ada di wilayah itu dengan baik tanpa harus banyak mempertimbangkan soal perbatasannya. Maka yang di Kuningan ke Brebes oke, di Brebes ke Kuningan oke, atau Jawa Barat ke daerah Banjarnegara oke atau sebaliknya tidak masalah karena ini urusannya kemanusiaan," jelasnya. 

Bupati Kuningan sekaligus Ketua Satker KUNCI BERSAMA, Acep Purnama, menilai permintaan Gubernur Jawa Tengah tersebut merupakan arahan yang bagus. Dia juga yakin, adanya KUNCI BERSAMA di setiap daerah, hal itu akan bermanfaat untuk menurunkan inflasi. 

"Misalnya dengan pemanfaatan produk-produk daerah. Contoh, di Kuningan ada pabrik tape ketan tapi untuk beras ketan kita ambil dari Brebes dan daerah lain. Lalu di Brebes ada lahan dan produksi bawang merah sedangkan di Kuningan ada pabrik bawang goreng," katanya. 

Kerja sama antar daerah itu juga mendorong peningkatan perekonomian daerah. Setiap komoditas yang dimiliki daerah akan dibantu pemasarannya di daerah lain. Lalu bidang sosial dan kesehatan kami juga sedang mencoba membangun rumah sakit di dekat perbatasan. 

"Tujuannya mempermudah pelayanan bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Seperti kata Gubernur Ganjar, permasalahan yang harus kita selesaikan adalah soal JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), jadi orang sakit asal Brebes bisa dirawat di Kuningan dan sebaliknya. Sebab itu masalah kemanusiaan," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu