Follow Us :              

Gubernur dan Sungai Watch Bakal Berkolaborasi Bersihkan Sungai di Jawa Tengah

  04 May 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 99 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur dan Sungai Watch Bakal Berkolaborasi Bersihkan Sungai di Jawa Tengah

04 May 2026 | 10:00:00 | dibaca : 99
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.k., berkomitmen penuh terhadap upaya pengurangan sampah di wilayahnya. Salah satu caranya dengan mendukung gerakan organisasi lingkungan Sungai Watch yang hendak membersihkan sampah di sejumlah sungai di provinsi ini. 

"Saya akan mendukung kegiatan ini, kalau perlu suruh ngantor di tempat saya. Nanti saya siapkan tempat untuk bantu kita. Ini dalam rangka membersihkan sampah dan menghijaukan sungai di wilayah kita," ucapnya saat menerima kunjungan dari Sungai Watch di kantornya pada Senin, 4 Mei 2026.

Sungai Watch digawangi oleh tiga bersaudara asal Perancis yang sudah lama tinggal di Bali, yakni Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib. Saat ini, ketiganya sedang mengampanyekan gerakan bersih-bersih sampah di sungai melalui Run for Rivers. Mereka berlari sejauh 1.200 km dari Bali ke Jakarta untuk mencari sungai-sungai yang memerlukan penanganan atau pembersihan.

"Misinya adalah bagaimana sungai kita bisa bersih dari sampah, kemudian  penghijauan mangrove. Ini selaras dengan kebijakan pemerintah atau Presiden, terkait dengan zero sampah dan juga program kita," ucap Gubernur.

Diketahui, Gubernur sangat memperhatikan pengelolaan sampah di wilayahnya. Berbagai langkah sudah dilakukan mulai dari kampanye memilah dan memilih sampah dari rumah, hingga pemetaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong berbagai upaya penanganan sampah, di antaranya menerapkan konsep aglomerasi, seperti di Semarang Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya yang mengubah sampah menjadi energi listrik. Kemudian, mengolah sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), seperti di Banyumas yang juga direplikasi di 13 daerah.  

"Kita juga (memiliki) program penanaman 1  juta mangrove, yang sudah ditanam di 670 kilometer garis Pantai Utara. Nanti dengan adanya teman-teman dari Perancis yang sudah seperti orang Indonesia dan sudah kerasan (betah), bisa ikut serta menjaga sungai dari sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih," jelasnya.

Sementara itu, aktivis lingkungan Sungai Watch, Sam Benchegib, berterima kasih atas dukungan dari Gubernur dan jajaran Pemprov Jateng. Saat ini, Sungai Watch baru beroperasi di Bali dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan Run for Rivers ini sekaligus untuk memetakan dan mencari tempat yang berpotensi untuk wilayah operasi selanjutnya.

"Kalau bisa berkolaborasi akan luar biasa. Kami tunggu besok bapak Gubernur bisa lari bersama," ujarnya didampingi Gary dan Kelly.

Hingga kini, Run for Rivers oleh Sungai Watch sudah masuk kabupaten/kota ke-14. Saat ini mereka sudah sampai di Kendal untuk melanjutkan lari ke Jakarta. Di Jawa Tengah, Sungai Watch telah melakukan kegiatan bersih sungai di Blora, Grobogan, Demak dan Kota Semarang yang diperkirakan selesai pada 24 Mei 2026.

"Tiap hari ada tim turun ke lapangan mencari sungai apa yang perlu bantuan. Nanti dari Bali sampai Jakarta cari tempat mana yang perlu. Di Jawa Tengah pasti akan buka cabang," jelasnya.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.k., berkomitmen penuh terhadap upaya pengurangan sampah di wilayahnya. Salah satu caranya dengan mendukung gerakan organisasi lingkungan Sungai Watch yang hendak membersihkan sampah di sejumlah sungai di provinsi ini. 

"Saya akan mendukung kegiatan ini, kalau perlu suruh ngantor di tempat saya. Nanti saya siapkan tempat untuk bantu kita. Ini dalam rangka membersihkan sampah dan menghijaukan sungai di wilayah kita," ucapnya saat menerima kunjungan dari Sungai Watch di kantornya pada Senin, 4 Mei 2026.

Sungai Watch digawangi oleh tiga bersaudara asal Perancis yang sudah lama tinggal di Bali, yakni Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib. Saat ini, ketiganya sedang mengampanyekan gerakan bersih-bersih sampah di sungai melalui Run for Rivers. Mereka berlari sejauh 1.200 km dari Bali ke Jakarta untuk mencari sungai-sungai yang memerlukan penanganan atau pembersihan.

"Misinya adalah bagaimana sungai kita bisa bersih dari sampah, kemudian  penghijauan mangrove. Ini selaras dengan kebijakan pemerintah atau Presiden, terkait dengan zero sampah dan juga program kita," ucap Gubernur.

Diketahui, Gubernur sangat memperhatikan pengelolaan sampah di wilayahnya. Berbagai langkah sudah dilakukan mulai dari kampanye memilah dan memilih sampah dari rumah, hingga pemetaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong berbagai upaya penanganan sampah, di antaranya menerapkan konsep aglomerasi, seperti di Semarang Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya yang mengubah sampah menjadi energi listrik. Kemudian, mengolah sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), seperti di Banyumas yang juga direplikasi di 13 daerah.  

"Kita juga (memiliki) program penanaman 1  juta mangrove, yang sudah ditanam di 670 kilometer garis Pantai Utara. Nanti dengan adanya teman-teman dari Perancis yang sudah seperti orang Indonesia dan sudah kerasan (betah), bisa ikut serta menjaga sungai dari sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih," jelasnya.

Sementara itu, aktivis lingkungan Sungai Watch, Sam Benchegib, berterima kasih atas dukungan dari Gubernur dan jajaran Pemprov Jateng. Saat ini, Sungai Watch baru beroperasi di Bali dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan Run for Rivers ini sekaligus untuk memetakan dan mencari tempat yang berpotensi untuk wilayah operasi selanjutnya.

"Kalau bisa berkolaborasi akan luar biasa. Kami tunggu besok bapak Gubernur bisa lari bersama," ujarnya didampingi Gary dan Kelly.

Hingga kini, Run for Rivers oleh Sungai Watch sudah masuk kabupaten/kota ke-14. Saat ini mereka sudah sampai di Kendal untuk melanjutkan lari ke Jakarta. Di Jawa Tengah, Sungai Watch telah melakukan kegiatan bersih sungai di Blora, Grobogan, Demak dan Kota Semarang yang diperkirakan selesai pada 24 Mei 2026.

"Tiap hari ada tim turun ke lapangan mencari sungai apa yang perlu bantuan. Nanti dari Bali sampai Jakarta cari tempat mana yang perlu. Di Jawa Tengah pasti akan buka cabang," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu