Follow Us :              

Mangkunegaran Run 2026 Sukses Satukan Olahraga, Seni, dan Wisata Budaya di Solo 

  03 May 2026  |   04:30:00  |   dibaca : 656 
Kategori :
Bagikan :


Mangkunegaran Run 2026 Sukses Satukan Olahraga, Seni, dan Wisata Budaya di Solo 

03 May 2026 | 04:30:00 | dibaca : 656
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SURAKARTA – Ribuan pelari dari berbagai daerah meramaikan gelaran Mangkunegaran Run 2026 di Kota Surakarta pada Minggu, 3 Mei 2026. 

Ajang ini bukan hanya olahraga lari, melainkan momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah, pelestarian budaya, serta promosi pariwisata olahraga (sport tourism).

Uniknya lagi, panitia menggandeng 20 komunitas seni untuk mengisi cheering point dengan berbagai pertunjukan seni. Total terdapat 50 titik dukungan yang melibatkan siswa sekolah hingga seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dalam kegiatan yang dimulai dari Stadion Manahan dan berakhir di Pura Mangkunegaran ini, nampak Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, membersamai 7.750 peserta yang turut meramaikan acara tersebut. 

Gubernur mengikuti Mangkunegaran Run 2026 kategori 5K, sedangkan Sekda berpartisipasi untuk kategori 10K.

Di sepanjang rute tersebut, peserta lari disuguhi dengan kehangatan dan keramahan masyarakat sekitar yang menjadi ciri khas Surakarta. Aspek budaya juga ditonjolkan dalam berbagai ornamen yang ada di sekitar lokasi lari dari start hingga finish. Tak hanya itu, berbagai stan UMKM terlihat berjajar menyediakan produk-produk olahan khas Solo.

Sembari berkelakar, Gubernur menyebut rute 5K yang ditempuhnya terasa terlalu singkat karena antusiasme dan semangat dari masyarakat dan peserta yang menular kepada dirinya.

"Ini bukan seru lagi, tetapi luar biasa. Masyarakat hebat sekali. Tadi saya ambil 5K, rasanya keringat belum keluar banyak sudah sampai," ucapnya.

Gubernur berharap, kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi daerah. Ia mengatakan, Mangkunegaran Run bukan sekadar untuk menjaga kesehatan, melainkan ajang untuk mempromosikan keunggulan daerah dan pola hidup sehat.

"Semua olahraga yang menunjang kesehatan itu baik. Ini juga menunjang pariwisata dan promosi wisata wilayah kita. Secara tidak langsung, ekonomi UMKM berjalan, masyarakat sehat, dan hidup menjadi lebih bersemangat," ucapnya.

Arnold Poernomo, chef ternama di Indonesia ini juga menjadi salah satu peserta Mangkuneran Run 2026. Ia mengaku, telah mengikuti kegiatan ini untuk kedua kalinya. Mengenakan perlengkapan lari lengkap, Chef Arnold tak henti-hentinya memuji rute lari yang steril dan rapi.

"Ini seru, keren sekali! Start-nya tadi di Manahan Stadium dengan vibes yang epic. Rutenya jelas dan udaranya mantap," ucapnya.

Bagi Arnold, nilai plus dari acara ini adalah sisipan budayanya. Sepanjang jalan, para pelari disuguhi pertunjukan tari dan musik tradisional yang mampu memberikan energi tambahan bagi mereka. 

"Ada kesan melihat budaya, ada tarian juga. Setelah ini, rencananya mau kulineran di Solo, lalu masuk lagi ke dalam Mangkunegaran," tambahnya dengan semangat.

Hal senada diungkapkan Dina (39), peserta asal Jakarta yang memboyong komunitas larinya yang beranggotakan sekitar 30 orang. Baginya, Mangkunegaran Run menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan.

"Seru banget! Aku ikut yang 10K. Tadi ada gamelan dan anak-anak pakai baju Jawa yang keren banget. Solo banget pokoknya. Kami rencana stay empat hari di sini khusus untuk lari dan kulineran," katanya.

Sebagai informasi, Mangkunegaran Run 2026 merupakan salah satu rangkaian perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269. Jumlah peserta gelaran tahun ini melonjak sekitar 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Keterlibatan masyarakat dan para peserta diprediksi akan meningkatkan perputaran ekonomi melampaui angka Rp40 miliar, yang menjadi capaian pada tahun sebelumnya. 

Dengan pelari yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, Mangkunegaran Run 2026 sukses mengukuhkan diri sebagai salah satu event lari paling ikonik yang menyatukan semangat olahraga dan keluhuran budaya di Jawa Tengah.


Bagikan :

SURAKARTA – Ribuan pelari dari berbagai daerah meramaikan gelaran Mangkunegaran Run 2026 di Kota Surakarta pada Minggu, 3 Mei 2026. 

Ajang ini bukan hanya olahraga lari, melainkan momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah, pelestarian budaya, serta promosi pariwisata olahraga (sport tourism).

Uniknya lagi, panitia menggandeng 20 komunitas seni untuk mengisi cheering point dengan berbagai pertunjukan seni. Total terdapat 50 titik dukungan yang melibatkan siswa sekolah hingga seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dalam kegiatan yang dimulai dari Stadion Manahan dan berakhir di Pura Mangkunegaran ini, nampak Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, membersamai 7.750 peserta yang turut meramaikan acara tersebut. 

Gubernur mengikuti Mangkunegaran Run 2026 kategori 5K, sedangkan Sekda berpartisipasi untuk kategori 10K.

Di sepanjang rute tersebut, peserta lari disuguhi dengan kehangatan dan keramahan masyarakat sekitar yang menjadi ciri khas Surakarta. Aspek budaya juga ditonjolkan dalam berbagai ornamen yang ada di sekitar lokasi lari dari start hingga finish. Tak hanya itu, berbagai stan UMKM terlihat berjajar menyediakan produk-produk olahan khas Solo.

Sembari berkelakar, Gubernur menyebut rute 5K yang ditempuhnya terasa terlalu singkat karena antusiasme dan semangat dari masyarakat dan peserta yang menular kepada dirinya.

"Ini bukan seru lagi, tetapi luar biasa. Masyarakat hebat sekali. Tadi saya ambil 5K, rasanya keringat belum keluar banyak sudah sampai," ucapnya.

Gubernur berharap, kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi daerah. Ia mengatakan, Mangkunegaran Run bukan sekadar untuk menjaga kesehatan, melainkan ajang untuk mempromosikan keunggulan daerah dan pola hidup sehat.

"Semua olahraga yang menunjang kesehatan itu baik. Ini juga menunjang pariwisata dan promosi wisata wilayah kita. Secara tidak langsung, ekonomi UMKM berjalan, masyarakat sehat, dan hidup menjadi lebih bersemangat," ucapnya.

Arnold Poernomo, chef ternama di Indonesia ini juga menjadi salah satu peserta Mangkuneran Run 2026. Ia mengaku, telah mengikuti kegiatan ini untuk kedua kalinya. Mengenakan perlengkapan lari lengkap, Chef Arnold tak henti-hentinya memuji rute lari yang steril dan rapi.

"Ini seru, keren sekali! Start-nya tadi di Manahan Stadium dengan vibes yang epic. Rutenya jelas dan udaranya mantap," ucapnya.

Bagi Arnold, nilai plus dari acara ini adalah sisipan budayanya. Sepanjang jalan, para pelari disuguhi pertunjukan tari dan musik tradisional yang mampu memberikan energi tambahan bagi mereka. 

"Ada kesan melihat budaya, ada tarian juga. Setelah ini, rencananya mau kulineran di Solo, lalu masuk lagi ke dalam Mangkunegaran," tambahnya dengan semangat.

Hal senada diungkapkan Dina (39), peserta asal Jakarta yang memboyong komunitas larinya yang beranggotakan sekitar 30 orang. Baginya, Mangkunegaran Run menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan.

"Seru banget! Aku ikut yang 10K. Tadi ada gamelan dan anak-anak pakai baju Jawa yang keren banget. Solo banget pokoknya. Kami rencana stay empat hari di sini khusus untuk lari dan kulineran," katanya.

Sebagai informasi, Mangkunegaran Run 2026 merupakan salah satu rangkaian perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269. Jumlah peserta gelaran tahun ini melonjak sekitar 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Keterlibatan masyarakat dan para peserta diprediksi akan meningkatkan perputaran ekonomi melampaui angka Rp40 miliar, yang menjadi capaian pada tahun sebelumnya. 

Dengan pelari yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, Mangkunegaran Run 2026 sukses mengukuhkan diri sebagai salah satu event lari paling ikonik yang menyatukan semangat olahraga dan keluhuran budaya di Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu