Follow Us :              

Sekda: ASN Harus Ikhlas dan Berintegritas Layani Masyarakat

  24 September 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 170 
Kategori :
Bagikan :


Sekda: ASN Harus Ikhlas dan Berintegritas Layani Masyarakat

24 September 2022 | 09:00:00 | dibaca : 170
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SEMARANG - Aparatur sipil negara (ASN) harus berintegritas dan memposisikan sebagai abdi masyarakat. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, ASN dituntut memberikan pelayanan terbaik dengan ikhlas kepada rakyat, dan jangan merasa derajat ASN lebih tinggi dari rakyat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat menjadi pembicara kunci pada acara Rembug Bareng ASN Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dengan tema "Menjadi ASN Berintegritas dan Melayani dengan Sukacita" di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Sabtu (24/9/2022).

"Ini adalah bagian dari reformasi birokrasi, sehingga pelayanan ASN akan menjadi lebih baik, lebih cepat, dan memuaskan masyarakat. Selain itu, tujuan Jateng untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera akan mudah tercapai," kata Sekda. "Jangan merasa derajat ASN lebih tinggi dari rakyat. Melayani masyarakat adalah kewajiban ASN. Bagaimana  bisa melayani masyarakat dengan baik kalau ASN merasa derajatnya lebih tinggi," lanjutnya.

Turut diingatkan Sekda, sebagai pelayan masyarakat ASN dilarang hanya menuntut hak, tetapi harus selalu mengingat dan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan benar. Terlebih setiap bulan ASN menerima gaji, tunjangan  dan lainnya dari uang rakyat, sehingga para ASN harus melakukan aktivitas untuk mengesahkan gaji dan tunjangan tersebut.

"Sehingga jika kita sudah menerima bahwa apa yang kita terima dan akan melakukan aktivitas termasuk kegiatan yang menjadi beban kita dengan sukacita. Karena kita sudah mendapatkan konpensasi dan apa yang telah dilakukan adalah bagian dari ibadah, tentu kita akan melakukannya dengan sukacita atau ikhlas," katanya. 

Dijelaskan, ikhlas merupakan sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit dilaksanakan, karena ikhlas harus benar-benar berasal dari dalam hati atau bukan ucapan lisan semata. Apabila segala aktivitas atau pekerjaan dilakukan dengan sukacita atau ikhlas, maka tidak ada beban di hati dan pekerjaan menjadi menyenangkan, pelayanan kepada masyarakat menjadi optimal.

Menurut dia, pekerjaan atau kegiatan dilakukan dengan tidak ikhlas tetap terlihat tidak menyenangkan. Sebaliknya, pekerjaan seberat apapun jika dilakukan dengan ikhlas akan membuat terasa lebih ringan.

"Kalau kita melayani dengan sukacita pasti kita menjadi ringan melakukan pekerjaan, tidak berat, dan tidak merasa capek.Yang paling utama adalah, dengan sukacita maka kegiatan dan pekerjaan kita bagian dari ibadah," pungkasnya. 


Bagikan :

SEMARANG - Aparatur sipil negara (ASN) harus berintegritas dan memposisikan sebagai abdi masyarakat. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, ASN dituntut memberikan pelayanan terbaik dengan ikhlas kepada rakyat, dan jangan merasa derajat ASN lebih tinggi dari rakyat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat menjadi pembicara kunci pada acara Rembug Bareng ASN Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dengan tema "Menjadi ASN Berintegritas dan Melayani dengan Sukacita" di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Sabtu (24/9/2022).

"Ini adalah bagian dari reformasi birokrasi, sehingga pelayanan ASN akan menjadi lebih baik, lebih cepat, dan memuaskan masyarakat. Selain itu, tujuan Jateng untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera akan mudah tercapai," kata Sekda. "Jangan merasa derajat ASN lebih tinggi dari rakyat. Melayani masyarakat adalah kewajiban ASN. Bagaimana  bisa melayani masyarakat dengan baik kalau ASN merasa derajatnya lebih tinggi," lanjutnya.

Turut diingatkan Sekda, sebagai pelayan masyarakat ASN dilarang hanya menuntut hak, tetapi harus selalu mengingat dan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan benar. Terlebih setiap bulan ASN menerima gaji, tunjangan  dan lainnya dari uang rakyat, sehingga para ASN harus melakukan aktivitas untuk mengesahkan gaji dan tunjangan tersebut.

"Sehingga jika kita sudah menerima bahwa apa yang kita terima dan akan melakukan aktivitas termasuk kegiatan yang menjadi beban kita dengan sukacita. Karena kita sudah mendapatkan konpensasi dan apa yang telah dilakukan adalah bagian dari ibadah, tentu kita akan melakukannya dengan sukacita atau ikhlas," katanya. 

Dijelaskan, ikhlas merupakan sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit dilaksanakan, karena ikhlas harus benar-benar berasal dari dalam hati atau bukan ucapan lisan semata. Apabila segala aktivitas atau pekerjaan dilakukan dengan sukacita atau ikhlas, maka tidak ada beban di hati dan pekerjaan menjadi menyenangkan, pelayanan kepada masyarakat menjadi optimal.

Menurut dia, pekerjaan atau kegiatan dilakukan dengan tidak ikhlas tetap terlihat tidak menyenangkan. Sebaliknya, pekerjaan seberat apapun jika dilakukan dengan ikhlas akan membuat terasa lebih ringan.

"Kalau kita melayani dengan sukacita pasti kita menjadi ringan melakukan pekerjaan, tidak berat, dan tidak merasa capek.Yang paling utama adalah, dengan sukacita maka kegiatan dan pekerjaan kita bagian dari ibadah," pungkasnya. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu