Follow Us :              

Selamatkan Petani dari Kerugian, Gubernur Inisiasi Gerakan ASN Borong Hasil Pertanian

  06 October 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 177 
Kategori :
Bagikan :


Selamatkan Petani dari Kerugian, Gubernur Inisiasi Gerakan ASN Borong Hasil Pertanian

06 October 2022 | 09:00:00 | dibaca : 177
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

KABUPATEN SEMARANG - Guna membantu petani yang harga komoditasnya turun hingga terancam rugi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah menginiasi gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh jajarannya untuk memborong produk petani. Langkah tersebut mendapat sambutan hangat dari para petani. Komoditas yang dibeli diborong adalah produk pertanian berupa kubis, telur, dan tomat. 

Data Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah, pada bulan Oktober hingga hari ini, Kamis (6/10/2022), jumlah komoditas yang diborong ASN meliputi 8.485 kg telur, tomat 9.463 kg, dan kubis 16.852 kg. 

Dishanpan mendistribusikan komoditas tersebut dalam bentuk paket. Sampai hari ini terkumpul 8.183 paket. Paket tersebut dikirim ke OPD atau instansi mulai Kamis ini. Baik di dalam Kota Semarang, maupun ke luar daerah mulai dari daerah arah Rembang, arah Solo, arah Kebumen, arah Pekalongan, arah Banjarnegara, dan arah Cilacap. 

Petani asal Kabupaten Pekalongan, Wahzuri, mengaku bahagia karena telur hasil peternakanya dibeli Rp25.000 perkilo. Padahal di pasaran Rp21.000 perkilo. 

“Adanya program ini (ASN dan BUMD bantu petani), saya kira sangat membantu bagi saya dan kelompok peternak telur. Dengan adanya program ini, harga lebih tinggi dari pasaran. Harga di pasaran kemarin Rp21.400. Alhamdulilah di sini (Pemprov) lebih dari cukup, Rp25.000 perkilo. Alhamdulillah, sangat menolong, terbantu sekali,” kata Wahzuri saat mengedrop telur di kantor Dishanpan Jawa Tengah. 

Pria yang mewakili Kelompok Tani Budi Doyo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan ini menambahkan, dengan harga Rp25.000 perkilo, peternak bisa kembali beternak dengan lancar. 

“Alhamdulilah sangat membantu, kalau bisa kirimnya ke sini terus, walaupun jaraknya jauh, harganya bisa untuk putaran operasional di kandang. Ini saya kirim 1 ton telur,” ujarnya dengan nada riang. Pendapat senada juga disampaikan para petani. 

Kepala Dishanpan Jawa Tengah, Dyah Lukisari mengatakan, kegiatan membantu petani muncul sebagai bentuk kepedulian. Sebab, dengan harga komoditas di produsen yang rendah mengakibatkan petani merugi.  

Harga komoditas yang rendah itu membuat petani protes karena rugi dan tidak balik modal. Mereka bahkan sempat enggan untuk memanen. Padahal jika itu dilakukan bisa mengancam hilangnya pangan di hulu. 

"Eman-eman (sayang) siap dikonsumsi kok tidak dikonsumsi. Maka, kita bikin gerakan ASN berbagi. Barang itu diambil (beli) ASN tidak harus dikonsumsi tapi bisa disumbangkan ke panti-panti. Seperti yang dilakukan bapak Wagub Jateng (Taj Yasin Maimoen)," tuturnya.


Bagikan :

KABUPATEN SEMARANG - Guna membantu petani yang harga komoditasnya turun hingga terancam rugi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah menginiasi gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh jajarannya untuk memborong produk petani. Langkah tersebut mendapat sambutan hangat dari para petani. Komoditas yang dibeli diborong adalah produk pertanian berupa kubis, telur, dan tomat. 

Data Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah, pada bulan Oktober hingga hari ini, Kamis (6/10/2022), jumlah komoditas yang diborong ASN meliputi 8.485 kg telur, tomat 9.463 kg, dan kubis 16.852 kg. 

Dishanpan mendistribusikan komoditas tersebut dalam bentuk paket. Sampai hari ini terkumpul 8.183 paket. Paket tersebut dikirim ke OPD atau instansi mulai Kamis ini. Baik di dalam Kota Semarang, maupun ke luar daerah mulai dari daerah arah Rembang, arah Solo, arah Kebumen, arah Pekalongan, arah Banjarnegara, dan arah Cilacap. 

Petani asal Kabupaten Pekalongan, Wahzuri, mengaku bahagia karena telur hasil peternakanya dibeli Rp25.000 perkilo. Padahal di pasaran Rp21.000 perkilo. 

“Adanya program ini (ASN dan BUMD bantu petani), saya kira sangat membantu bagi saya dan kelompok peternak telur. Dengan adanya program ini, harga lebih tinggi dari pasaran. Harga di pasaran kemarin Rp21.400. Alhamdulilah di sini (Pemprov) lebih dari cukup, Rp25.000 perkilo. Alhamdulillah, sangat menolong, terbantu sekali,” kata Wahzuri saat mengedrop telur di kantor Dishanpan Jawa Tengah. 

Pria yang mewakili Kelompok Tani Budi Doyo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan ini menambahkan, dengan harga Rp25.000 perkilo, peternak bisa kembali beternak dengan lancar. 

“Alhamdulilah sangat membantu, kalau bisa kirimnya ke sini terus, walaupun jaraknya jauh, harganya bisa untuk putaran operasional di kandang. Ini saya kirim 1 ton telur,” ujarnya dengan nada riang. Pendapat senada juga disampaikan para petani. 

Kepala Dishanpan Jawa Tengah, Dyah Lukisari mengatakan, kegiatan membantu petani muncul sebagai bentuk kepedulian. Sebab, dengan harga komoditas di produsen yang rendah mengakibatkan petani merugi.  

Harga komoditas yang rendah itu membuat petani protes karena rugi dan tidak balik modal. Mereka bahkan sempat enggan untuk memanen. Padahal jika itu dilakukan bisa mengancam hilangnya pangan di hulu. 

"Eman-eman (sayang) siap dikonsumsi kok tidak dikonsumsi. Maka, kita bikin gerakan ASN berbagi. Barang itu diambil (beli) ASN tidak harus dikonsumsi tapi bisa disumbangkan ke panti-panti. Seperti yang dilakukan bapak Wagub Jateng (Taj Yasin Maimoen)," tuturnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu