Follow Us :              

Gubernur Minta Sosialisasikan Tepung Mocaf Sebagai Ketahanan Pangan Alternatif Pengganti Gandum

  27 October 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 99 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Minta Sosialisasikan Tepung Mocaf Sebagai Ketahanan Pangan Alternatif Pengganti Gandum

27 October 2022 | 15:00:00 | dibaca : 99
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANJARNEGARA - Ratusan petani di Kabupaten Banjarnegara mampu mengolah sekitar 3.666 hektar lahan kering menjadi kebun singkong Lanting produktif yang mampu memasok kebutuhan industri tepung mocaf di wilayahnya. Salah seorang produsen tepung mocaf setempat, Supriyanto, bahkan telah menembus pasar ekspor. 

"Kalau kita bicara pangan alternatif, ini sudah ditunjukkan oleh Mas Supriyanto. Ia investasi di tengah desa dan spiritnya bagus. Satu, bisa membeli singkong petani yang dulu di pasar itu Rp700, sekarang di sini bisa Rp1500 per kilogram. Ini memberberdayakan. Dua, diolah menjadi tepung mocaf. Harganya sedikit lebih rendah dibandingkan tepung terigu dan taste-nya juga sudah mirip-mirip, rasanya sudah enak, rasa singkongnya sudah tidak terasa," ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai memanen singkong dan meninjau tempat pengolahan tepung mocaf di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (27/10/2022). 

Gubernur mengatakan tepung yang diproduksi dari bahan singkong Lanting itu ada yang sudah dibuat dalam berbagai variannya, sesuai peruntukannya. Ada tepung untuk pisang goreng, ayam goreng, juga tepung untuk mendoan. Tepung mocaf dari Banjarnegara ini bahkan sudah diekspor ke Dubai. 

"Jadi dari singkong saja, jika kita bicara ketahan pangan, kita sudah cukup. Produksi turunannya juga banyak, bisa jadi gula juga," kata Gubernur. 

Melihat potensi besar itu, ia minta sosialisasi kepada masyarakat mengenai tepung mocaf harus digencarkan. 

"Mungkin pelan-pelan ini harus masuk ke masyarakat, ke pasar, sambil mengurangi itu (tepung gandum). Ini nilai kompetisi yang dimunculkan masyarakat dan praktiknya bagus. Tinggal nanti mengawasi dari sisi kualitas, kuantitas, dan kontinuitasnya karena ini juga sudah ekspor ke Dubai," ungkapnya. 

Selanjutnya, yang dibutuhkan adalah testimoni dan pengakuan internasional tentang rasa serta kegunaannya. "Ini kekuatan pangan lokal yang bisa menjadi alternatif substitusi atau pengganti gandum. Ini baru singkong, belum sagu, belum sukun, belum Porang, jagung, dan banyak sekali," jelasnya. 

Di Purwanegara Gubernur juga sempat mencicipi mie ayam yang dibuat dari tepung mocaf. Ia menilai rasa mie berbahan tepung mocaf sangat mirip dengan mie berbahan terigu. 

"Ini soal teknologi saja. Sampai di sini ternyata tadi dimasak menjadi mie ayam enak betul. Masaknya juga pintar, tidak pakai micin. Rempahnya dimasukkan dan itu dari Indonesia. Terbayang tidak sekarang, singkong yang kita, ditanam dengan sangat gampang, diolah dan itu sudah ada teknologinya.  Harganya lebih murah, dan untuk kesehatan juga jauh lebih bagus karena gulanya sangat rendah," jelasnya. 

Sementara itu Supriyanto, pemilik UD Usaha Mandiri yang mengolah singkong menjadi tepung mocaf, mengatakan kapasitas produksi perbulan untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor mencapai 100 ton. Sejauh ini ia masih fokus untuk mengolah singkong menjadi tepung mocaf. Untuk komoditas lain ia akan mengembangkan setelah pasar tepung mocaf bagus. Di antaranya ia juga akan mencoba mengembangkan beras analog dengan bahan dasar singkong. 

"Pengrajin mocaf ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, dibantu untuk promosinya kepada masyarakat supaya banyak yang mengenal mocaf. Sekarang masih banyak sekali yang belum mengenal mocaf itu apa. Padahal ini ada di dalam negeri dan kita sangat kaya. Kalau kita maksimalkan otomatis kita tidak ketergantungan lagi dengan produk impor seperti gandum," katanya. 

Supriyanto mengaku sejauh pasokan singkong di Banjarnegara juga cukup bagus. Ratusan petani singkong yang mengelola sekitar 3.666 hektar lahan kering di Banjarnegara mampu memenuhi kebutuhan para produsen tepung mocaf. Untuk tempat pengolahan UD Usaha Mandiri milik Supriyanto, pasokan singkong berasal dari petani di Kecamatan Purwanegara dan Kecamatan Bawang. 

"Untuk ekspor tidak ada kendala, cuma memang kebetulan baru ke Dubai. Mungkin besok-besok akan dibutuhkan serifikat, misalnya kalau kita akan ekspor ke Eropa," ujarnya.


Bagikan :

BANJARNEGARA - Ratusan petani di Kabupaten Banjarnegara mampu mengolah sekitar 3.666 hektar lahan kering menjadi kebun singkong Lanting produktif yang mampu memasok kebutuhan industri tepung mocaf di wilayahnya. Salah seorang produsen tepung mocaf setempat, Supriyanto, bahkan telah menembus pasar ekspor. 

"Kalau kita bicara pangan alternatif, ini sudah ditunjukkan oleh Mas Supriyanto. Ia investasi di tengah desa dan spiritnya bagus. Satu, bisa membeli singkong petani yang dulu di pasar itu Rp700, sekarang di sini bisa Rp1500 per kilogram. Ini memberberdayakan. Dua, diolah menjadi tepung mocaf. Harganya sedikit lebih rendah dibandingkan tepung terigu dan taste-nya juga sudah mirip-mirip, rasanya sudah enak, rasa singkongnya sudah tidak terasa," ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai memanen singkong dan meninjau tempat pengolahan tepung mocaf di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (27/10/2022). 

Gubernur mengatakan tepung yang diproduksi dari bahan singkong Lanting itu ada yang sudah dibuat dalam berbagai variannya, sesuai peruntukannya. Ada tepung untuk pisang goreng, ayam goreng, juga tepung untuk mendoan. Tepung mocaf dari Banjarnegara ini bahkan sudah diekspor ke Dubai. 

"Jadi dari singkong saja, jika kita bicara ketahan pangan, kita sudah cukup. Produksi turunannya juga banyak, bisa jadi gula juga," kata Gubernur. 

Melihat potensi besar itu, ia minta sosialisasi kepada masyarakat mengenai tepung mocaf harus digencarkan. 

"Mungkin pelan-pelan ini harus masuk ke masyarakat, ke pasar, sambil mengurangi itu (tepung gandum). Ini nilai kompetisi yang dimunculkan masyarakat dan praktiknya bagus. Tinggal nanti mengawasi dari sisi kualitas, kuantitas, dan kontinuitasnya karena ini juga sudah ekspor ke Dubai," ungkapnya. 

Selanjutnya, yang dibutuhkan adalah testimoni dan pengakuan internasional tentang rasa serta kegunaannya. "Ini kekuatan pangan lokal yang bisa menjadi alternatif substitusi atau pengganti gandum. Ini baru singkong, belum sagu, belum sukun, belum Porang, jagung, dan banyak sekali," jelasnya. 

Di Purwanegara Gubernur juga sempat mencicipi mie ayam yang dibuat dari tepung mocaf. Ia menilai rasa mie berbahan tepung mocaf sangat mirip dengan mie berbahan terigu. 

"Ini soal teknologi saja. Sampai di sini ternyata tadi dimasak menjadi mie ayam enak betul. Masaknya juga pintar, tidak pakai micin. Rempahnya dimasukkan dan itu dari Indonesia. Terbayang tidak sekarang, singkong yang kita, ditanam dengan sangat gampang, diolah dan itu sudah ada teknologinya.  Harganya lebih murah, dan untuk kesehatan juga jauh lebih bagus karena gulanya sangat rendah," jelasnya. 

Sementara itu Supriyanto, pemilik UD Usaha Mandiri yang mengolah singkong menjadi tepung mocaf, mengatakan kapasitas produksi perbulan untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor mencapai 100 ton. Sejauh ini ia masih fokus untuk mengolah singkong menjadi tepung mocaf. Untuk komoditas lain ia akan mengembangkan setelah pasar tepung mocaf bagus. Di antaranya ia juga akan mencoba mengembangkan beras analog dengan bahan dasar singkong. 

"Pengrajin mocaf ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, dibantu untuk promosinya kepada masyarakat supaya banyak yang mengenal mocaf. Sekarang masih banyak sekali yang belum mengenal mocaf itu apa. Padahal ini ada di dalam negeri dan kita sangat kaya. Kalau kita maksimalkan otomatis kita tidak ketergantungan lagi dengan produk impor seperti gandum," katanya. 

Supriyanto mengaku sejauh pasokan singkong di Banjarnegara juga cukup bagus. Ratusan petani singkong yang mengelola sekitar 3.666 hektar lahan kering di Banjarnegara mampu memenuhi kebutuhan para produsen tepung mocaf. Untuk tempat pengolahan UD Usaha Mandiri milik Supriyanto, pasokan singkong berasal dari petani di Kecamatan Purwanegara dan Kecamatan Bawang. 

"Untuk ekspor tidak ada kendala, cuma memang kebetulan baru ke Dubai. Mungkin besok-besok akan dibutuhkan serifikat, misalnya kalau kita akan ekspor ke Eropa," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu