Follow Us :              

Perkuat Usaha Rakyat, Gubernur Giatkan Revitalisasi Pasar Tradisional

  02 November 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 413 
Kategori :
Bagikan :


Perkuat Usaha Rakyat, Gubernur Giatkan Revitalisasi Pasar Tradisional

02 November 2022 | 15:00:00 | dibaca : 413
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BREBES -  Komitmen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk pembangunan pasar tradisional sangat tinggi. Sejak memimpin Jawa Tengah 2013 lalu, sudah Rp360 miliar anggaran dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk merevitalisasi 79 pasar tradisional. 

"Kenapa kita harus bantu pedagang pasar trasional, kalau yang modern sudah banyak dan kelasnya pasti menengah ke atas. Sekarang yang kita pikirkan yang kelas bawah," terang Gubernur saat mengecek pembangunan pasar Bawang Sengon disela kunjungannya di Brebes, Rabu (2/11). 

Turut dijelaskan, semua pasar tradisional dibangun dengan anggaran pemerintah, bukan investor demi melindungi para pedagang kecil. "Kalau dikasih investor  pedagang kesulitan. Biayanya bisa ugal-ugalan (mahal). Maka sudah kita putuskan kita tangani sendiri. Maka rakyat yang paling bawah mesti diberikan perhatian. Itu termasuk bagian dari tanggung jawab kita kepada mereka yang lemah," terang Gubernur. 

Pasar Bawang Sengon yang ditinjau Gubernur hari ini terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Pasar yang biasa digunakan puluhan pedagang bawang itu sedang direvitalisasi dengan menggunakan dana bantuan dari APBD provinsi senilai Rp3 miliar. Revitalisasi rencananya akan selesai pada bulan Desember 2022. Para pedagang pasar gembira karena harapan mereka untuk memiliki pasar yang nyaman akan segera terwujud. 

"Seneng banget pasarnya dibangun, pasti nanti jauh lebih nyaman buat dagang," kata Warsih salah satu pedagang yang.  Ia menceritakan, dulu pasar itu kerap bocor saat hujan turun. Lantainya juga becek karena tumpahan air hujan. Selain itu, kios dan los yang digunakan sangat sempit. 

"Sekarang sepertinya lebih besar ukurannya. Senanglah pasti, lebih luas sehingga nyaman. Losnya juga sepertinya diperbanyak. Harapannya jadi lebih ramai dan rejeki para pedagang lancar," harapnya. 

Terkait proses revitalisasi Gubernur kembali mengingatkan para kontraktor untuk menjunjung tinggi integritas.  "Ini saya cek dan baru 17 persen, dan ini mesti selesai di Bulan Desember. Maka saya mengingatkan pakem-nya (prinsip) adalah integritas. Yang penting kualitas bagus. Kalau kita cek di awal begini, ada kekurangan kita kasih kesempatan segera diperbaiki " katanya. 

Gubernur menegaskan tidak boleh ada korupsi ataupun pungli dalam pembangunan pasar ini. Kalau ada yang melakukan pungli, masyarakat diminta segera melaporkan ke kanal aduan. 

"Maka saya minta kepada kontraktornya, tolong pasar ini dibuat sebaik mungkin karena yang akan menggunakan adalah rakyat. Kalau kualitas bagus, pasti awet," pungkasnya.


Bagikan :

BREBES -  Komitmen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk pembangunan pasar tradisional sangat tinggi. Sejak memimpin Jawa Tengah 2013 lalu, sudah Rp360 miliar anggaran dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk merevitalisasi 79 pasar tradisional. 

"Kenapa kita harus bantu pedagang pasar trasional, kalau yang modern sudah banyak dan kelasnya pasti menengah ke atas. Sekarang yang kita pikirkan yang kelas bawah," terang Gubernur saat mengecek pembangunan pasar Bawang Sengon disela kunjungannya di Brebes, Rabu (2/11). 

Turut dijelaskan, semua pasar tradisional dibangun dengan anggaran pemerintah, bukan investor demi melindungi para pedagang kecil. "Kalau dikasih investor  pedagang kesulitan. Biayanya bisa ugal-ugalan (mahal). Maka sudah kita putuskan kita tangani sendiri. Maka rakyat yang paling bawah mesti diberikan perhatian. Itu termasuk bagian dari tanggung jawab kita kepada mereka yang lemah," terang Gubernur. 

Pasar Bawang Sengon yang ditinjau Gubernur hari ini terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Pasar yang biasa digunakan puluhan pedagang bawang itu sedang direvitalisasi dengan menggunakan dana bantuan dari APBD provinsi senilai Rp3 miliar. Revitalisasi rencananya akan selesai pada bulan Desember 2022. Para pedagang pasar gembira karena harapan mereka untuk memiliki pasar yang nyaman akan segera terwujud. 

"Seneng banget pasarnya dibangun, pasti nanti jauh lebih nyaman buat dagang," kata Warsih salah satu pedagang yang.  Ia menceritakan, dulu pasar itu kerap bocor saat hujan turun. Lantainya juga becek karena tumpahan air hujan. Selain itu, kios dan los yang digunakan sangat sempit. 

"Sekarang sepertinya lebih besar ukurannya. Senanglah pasti, lebih luas sehingga nyaman. Losnya juga sepertinya diperbanyak. Harapannya jadi lebih ramai dan rejeki para pedagang lancar," harapnya. 

Terkait proses revitalisasi Gubernur kembali mengingatkan para kontraktor untuk menjunjung tinggi integritas.  "Ini saya cek dan baru 17 persen, dan ini mesti selesai di Bulan Desember. Maka saya mengingatkan pakem-nya (prinsip) adalah integritas. Yang penting kualitas bagus. Kalau kita cek di awal begini, ada kekurangan kita kasih kesempatan segera diperbaiki " katanya. 

Gubernur menegaskan tidak boleh ada korupsi ataupun pungli dalam pembangunan pasar ini. Kalau ada yang melakukan pungli, masyarakat diminta segera melaporkan ke kanal aduan. 

"Maka saya minta kepada kontraktornya, tolong pasar ini dibuat sebaik mungkin karena yang akan menggunakan adalah rakyat. Kalau kualitas bagus, pasti awet," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu