Follow Us :              

Program "Jelajah Energi" Kampanyekan Penggunaan EBT di masyarakat dan Perusahaan

  14 November 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 95 
Kategori :
Bagikan :


Program "Jelajah Energi" Kampanyekan Penggunaan EBT di masyarakat dan Perusahaan

14 November 2022 | 10:00:00 | dibaca : 95
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

KARANGANYAR - Komitmen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu upaya agar semakin banyak masyarakat yang penggunaan energi EBT, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat program "Jelajah Energi" oleh Dinas ESDM. Program ini kampanye penggunaan EBT, baik di masyarakat maupun perusahaan. 

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menyampaikan bahwa Jelajah Energi sudah kali kedua dilaksanakan. Kali ini  ada 7 lokasi yang didatangi. Di antaranya CV Jaya Setia Plastik (Demak), PT Djarum (Kudus), Biogenic Shallow (Karanganyar), PLTSa Putri Cempo (Solo), PT Sarihusada Generasi Mahardika (Klaten), PT Tirta Investama (Klaten) dan PLTMH Ngesrepbalong (Kendal). 

"Sesuai dengan komitmen Pak Gubernur, kita akan terus mengembangkan energi baru dan terbarukan di Jateng," jelas Sujarwanto saat dihubungi lewat telepon, Senin (14/11/2022). 

Pengembangan EBT dilakukan dengan pemberian bantuan di sejumlah wilayah, di antaranya biogenic shallow (gas rawa), biogas, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan lain sebagainya. 

Berkat program itu masyarakat bisa mendapatkan energi dengan harga lebih murah, bahkan gratis seperti disampaikan salah seorang warga Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar bernama Uni. Ia menuturkan bahwa mesin biogenic shallow bantuan yang diinisiasi Gubernur untuk desanya itu sudah berfungsi sejak satu bulan lalu. Bantuan itu dimanfaatkan warga untuk kebutuhan gas elpiji secara gratis. "Iya sudah bisa digunakan satu bulan yang lalu. Saat ini masih gratis," katanya, 

Adanya bantuan tersebut membuat warga sangat mudah mendapatkan pengganti gas elpiji. Biasanya, dalam satu bulan ia membutuhkan 3-4 tabung gas elpiji ditambah dengan bahan bakar kayu. 

"Ini lebih murah dan lebih irit. D,alam sebulan bisa irit Rp100 ribu. Uang itu bisa buat kebutuhan lain, belanja atau jajan anak," lanjutnya. 

Ketua RT 6 RW 1 Krendowahono, Solihin menambahkan bahwa ada 30 kepala keluarga yang teraliri dari hasil gas rawa tersebut. "Ada 30 kepala keluarga yang dapat manfaat dari bantuan Pak Ganjar ini. Saat ini masih gratis, kita lihat dulu habisnya listrik untuk mesin nantinya baru dihitung untuk swadaya masyarakat," tuturnya. 

Selain Desa Krendowahono, Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara juga mendapat bantuan serupa. Kepala Desa Bantar, Eko Purwanto menyatakan, bantuan pengembangan gas rawa untuk desanya diberikan secara bertahap. Sampai tahun 2021 sudah dapat disalurkan ke 100 kepala keluarga. 

"Ini sangat bermanfaat, dari 600 kepala keluarga sudah ada 100 kepala keluarga yang mendapat manfaat dari gas rawa ini," papar 

Sementara, Di Desa Sidomulyo, Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan bantuan energi diberikan dalam bentuk pembangkit listrik tenaga mikrohodro (PLTMH). "Ada dua PLTMH bantuan dari Pak Ganjar di tahun 2022 itu di Dusun Parakandowo, dan yang satu ini sudah lama tapi rusak dan diperbaiki di tahun 2019 lalu," ungkapnya. 

Listrik yang dihasilkan, tambah dia, digunakan untuk keperluan penerang jalan, lokasi wisata, fasilitas umum, dan rumah tangga. "Total ada 80 kepala keluarga, dan sarana prasarana umum seperti balaidesa, masjid, sekolah dan tempat wisata," katanya. 

Yuli, warga Desa Sidomulyo memanfaatkan aliran listrik tersebut untuk keperluan rumah tangga sekaligus usaha menjahit. "Iya untuk seluruh rumah dan usaha menjahit ini. Karena lebih murah, cukup Rp20 ribu per bulan," tandasnya.


Bagikan :

KARANGANYAR - Komitmen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu upaya agar semakin banyak masyarakat yang penggunaan energi EBT, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat program "Jelajah Energi" oleh Dinas ESDM. Program ini kampanye penggunaan EBT, baik di masyarakat maupun perusahaan. 

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menyampaikan bahwa Jelajah Energi sudah kali kedua dilaksanakan. Kali ini  ada 7 lokasi yang didatangi. Di antaranya CV Jaya Setia Plastik (Demak), PT Djarum (Kudus), Biogenic Shallow (Karanganyar), PLTSa Putri Cempo (Solo), PT Sarihusada Generasi Mahardika (Klaten), PT Tirta Investama (Klaten) dan PLTMH Ngesrepbalong (Kendal). 

"Sesuai dengan komitmen Pak Gubernur, kita akan terus mengembangkan energi baru dan terbarukan di Jateng," jelas Sujarwanto saat dihubungi lewat telepon, Senin (14/11/2022). 

Pengembangan EBT dilakukan dengan pemberian bantuan di sejumlah wilayah, di antaranya biogenic shallow (gas rawa), biogas, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan lain sebagainya. 

Berkat program itu masyarakat bisa mendapatkan energi dengan harga lebih murah, bahkan gratis seperti disampaikan salah seorang warga Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar bernama Uni. Ia menuturkan bahwa mesin biogenic shallow bantuan yang diinisiasi Gubernur untuk desanya itu sudah berfungsi sejak satu bulan lalu. Bantuan itu dimanfaatkan warga untuk kebutuhan gas elpiji secara gratis. "Iya sudah bisa digunakan satu bulan yang lalu. Saat ini masih gratis," katanya, 

Adanya bantuan tersebut membuat warga sangat mudah mendapatkan pengganti gas elpiji. Biasanya, dalam satu bulan ia membutuhkan 3-4 tabung gas elpiji ditambah dengan bahan bakar kayu. 

"Ini lebih murah dan lebih irit. D,alam sebulan bisa irit Rp100 ribu. Uang itu bisa buat kebutuhan lain, belanja atau jajan anak," lanjutnya. 

Ketua RT 6 RW 1 Krendowahono, Solihin menambahkan bahwa ada 30 kepala keluarga yang teraliri dari hasil gas rawa tersebut. "Ada 30 kepala keluarga yang dapat manfaat dari bantuan Pak Ganjar ini. Saat ini masih gratis, kita lihat dulu habisnya listrik untuk mesin nantinya baru dihitung untuk swadaya masyarakat," tuturnya. 

Selain Desa Krendowahono, Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara juga mendapat bantuan serupa. Kepala Desa Bantar, Eko Purwanto menyatakan, bantuan pengembangan gas rawa untuk desanya diberikan secara bertahap. Sampai tahun 2021 sudah dapat disalurkan ke 100 kepala keluarga. 

"Ini sangat bermanfaat, dari 600 kepala keluarga sudah ada 100 kepala keluarga yang mendapat manfaat dari gas rawa ini," papar 

Sementara, Di Desa Sidomulyo, Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan bantuan energi diberikan dalam bentuk pembangkit listrik tenaga mikrohodro (PLTMH). "Ada dua PLTMH bantuan dari Pak Ganjar di tahun 2022 itu di Dusun Parakandowo, dan yang satu ini sudah lama tapi rusak dan diperbaiki di tahun 2019 lalu," ungkapnya. 

Listrik yang dihasilkan, tambah dia, digunakan untuk keperluan penerang jalan, lokasi wisata, fasilitas umum, dan rumah tangga. "Total ada 80 kepala keluarga, dan sarana prasarana umum seperti balaidesa, masjid, sekolah dan tempat wisata," katanya. 

Yuli, warga Desa Sidomulyo memanfaatkan aliran listrik tersebut untuk keperluan rumah tangga sekaligus usaha menjahit. "Iya untuk seluruh rumah dan usaha menjahit ini. Karena lebih murah, cukup Rp20 ribu per bulan," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu