Follow Us :              

Pembangunan Kesehatan Jawa Tengah Fokus Pada Upaya Preventive dan Promotif

  30 November 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 255 
Kategori :
Bagikan :


Pembangunan Kesehatan Jawa Tengah Fokus Pada Upaya Preventive dan Promotif

30 November 2022 | 09:00:00 | dibaca : 255
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Upaya pembangunan kesehatan di Jawa Tengah saat ini diarahkan pada sisi promotif. Langkah tersebut diambil karena dibanding upaya kuratif, pembangunan kesehatan secara promotif akan memberi dampak positif yang lebih besar dan efisien dari sisi ekonomi. 

"Kita juga di Jateng (Jawa Tengah) itu menginginkan promotif jauh lebih diutamakan, karena mencegah itu lebih murah, lebih efisien daripada kita mengobati, sehingga energi kita tidak banyak terkuras untuk upaya kuratif," terang Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke - 58 di Sasana Manggala Sragen, Rabu (30/11/2022). 

Terkait upaya promotif di bidang kesehatan, Sekda mengarahkan, pihaknya akan mereplikasi Program Jogo Tonggo yang telah terbukti berhasil membantu  pengendalikan penyebaran Covid 19.  Program ini juga akan digunakan untuk menangani persoalan-persoalan lainnya. 

"Kemarin di Jogo Tonggo itu juga efektif menangani Covid 19. Kita ke depan inginnya, Jogo Tonggo ini kita aktifkan kembali (untuk) upaya-upaya yang lain, terkait masalah kesehatan, masalah stunting dan sebagainya dan juga masalah pendidikan, misalnya angka putus sekolah," ungkapnya. 

Sekda mengatakan, upaya pembangunan kesehatan dari sisi promotif ini sejalan dengan program transformasi sistem kesehatan Indonesia. Pada program tersebut, pemerintah pusat menempatkan transformasi layanan kesehatan primer di poin pertama. Artinya, promotif dan preventif yang menjadi fokusnya. 

Transformasi kesehatan primer bertujuan agar semua orang memiliki akses yang mudah ke layanan primer. Contohnya akses mendapatkan imunisasi, konsultasi dokter umum, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat. 

"Makanya bicara masalah transformasi pelayanan kesehatan, yang dilakukan pemerintah pusat juga yang pertama adalah pelayanan primer. Itu artinya lebih diutamakan upaya preventif dan promotif," ungkapnya. 

Sekda menambahkan, layanan kesehatan primer itu penting di tengah menurunnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, karena adanya jaminan pengobatan gratis bagi anggota BPJS Kesehatan. Masyarakat beranggapan, ketika mereka sakit, sudah ada pihak BPJS Kesehatan yang membiayai mereka. 

"Upaya pencegahan ke depan akan lebih digalakkan lagi, karena kemarin sepertinya masyarakat agak kendor menjaga kesehatan karena ada BPJS. Sedikit-sedikit berobat gratis dan sebagainya. Sepertinya mempedulikan kesehatan itu agak berkurang. Padahal negara yang kuat tentu saja masyarakatnya yang sehat," tegasnya. 

Pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Provinsi Jawa Tengah ini, berbagai kegiatan promotif dan preventif kesehatan digelar. Antara lain pemberian vaksinasi booster Covid-19, khususnya bagi lansia dan difabel, serta gebyar bulan imunisasi anak sekolah dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.


Bagikan :

SEMARANG - Upaya pembangunan kesehatan di Jawa Tengah saat ini diarahkan pada sisi promotif. Langkah tersebut diambil karena dibanding upaya kuratif, pembangunan kesehatan secara promotif akan memberi dampak positif yang lebih besar dan efisien dari sisi ekonomi. 

"Kita juga di Jateng (Jawa Tengah) itu menginginkan promotif jauh lebih diutamakan, karena mencegah itu lebih murah, lebih efisien daripada kita mengobati, sehingga energi kita tidak banyak terkuras untuk upaya kuratif," terang Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke - 58 di Sasana Manggala Sragen, Rabu (30/11/2022). 

Terkait upaya promotif di bidang kesehatan, Sekda mengarahkan, pihaknya akan mereplikasi Program Jogo Tonggo yang telah terbukti berhasil membantu  pengendalikan penyebaran Covid 19.  Program ini juga akan digunakan untuk menangani persoalan-persoalan lainnya. 

"Kemarin di Jogo Tonggo itu juga efektif menangani Covid 19. Kita ke depan inginnya, Jogo Tonggo ini kita aktifkan kembali (untuk) upaya-upaya yang lain, terkait masalah kesehatan, masalah stunting dan sebagainya dan juga masalah pendidikan, misalnya angka putus sekolah," ungkapnya. 

Sekda mengatakan, upaya pembangunan kesehatan dari sisi promotif ini sejalan dengan program transformasi sistem kesehatan Indonesia. Pada program tersebut, pemerintah pusat menempatkan transformasi layanan kesehatan primer di poin pertama. Artinya, promotif dan preventif yang menjadi fokusnya. 

Transformasi kesehatan primer bertujuan agar semua orang memiliki akses yang mudah ke layanan primer. Contohnya akses mendapatkan imunisasi, konsultasi dokter umum, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat. 

"Makanya bicara masalah transformasi pelayanan kesehatan, yang dilakukan pemerintah pusat juga yang pertama adalah pelayanan primer. Itu artinya lebih diutamakan upaya preventif dan promotif," ungkapnya. 

Sekda menambahkan, layanan kesehatan primer itu penting di tengah menurunnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, karena adanya jaminan pengobatan gratis bagi anggota BPJS Kesehatan. Masyarakat beranggapan, ketika mereka sakit, sudah ada pihak BPJS Kesehatan yang membiayai mereka. 

"Upaya pencegahan ke depan akan lebih digalakkan lagi, karena kemarin sepertinya masyarakat agak kendor menjaga kesehatan karena ada BPJS. Sedikit-sedikit berobat gratis dan sebagainya. Sepertinya mempedulikan kesehatan itu agak berkurang. Padahal negara yang kuat tentu saja masyarakatnya yang sehat," tegasnya. 

Pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Provinsi Jawa Tengah ini, berbagai kegiatan promotif dan preventif kesehatan digelar. Antara lain pemberian vaksinasi booster Covid-19, khususnya bagi lansia dan difabel, serta gebyar bulan imunisasi anak sekolah dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu