Follow Us :              

Pemerintah Jawa Tengah Siapkan Anggaran Darurat Penanganan Bencana Rp15Miliar Lebih

  02 December 2022  |   17:00:00  |   dibaca : 260 
Kategori :
Bagikan :


Pemerintah Jawa Tengah Siapkan Anggaran Darurat Penanganan Bencana Rp15Miliar Lebih

02 December 2022 | 17:00:00 | dibaca : 260
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG -  Gubernur Ganjar Pranowo menyiapkan anggaran sedikitnya Rp15 Miliar untuk penanganan bencana darurat. Seiring bertambahnya kejadian bencana di berbagai wilayah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah jumlah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar penanganannya bisa lebih maksimal. 

“BTT kita kemarin itu Rp15 Miliar. Ada penambahan, kalau tidak salah. Tapi saya lupa jumlah persisnya. Kemarin kita minta ada penambahan karena posisi bencananya bertambah. Kalau tidak salah sudah sampai Rp20 M atau Rp30 M,“ terang Gubernur saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (2/12). 

Selain menyampaikan tentang besaran anggaran, Gubernur juga memastikan, seluruh bantuan baik sumberdaya manusia maupun logistik saat ini semua dalam posisi siaga. 

“Kemarin ada banjir di Blora sudah surut, Pati di beberapa tempat dan ini mesti segera kita bereskan. Manusianya ditolong persoalannya kita selesaikan,” katanya. 

Gubernur mengatakan, penanganan bencana khususnya banjir dan rob seperti yang terjadi hari ini di Sayung, Demak, diperlukan penyelesaian jangka panjang. Khususnya terkait pekerjaan sipil yang masih berjalan. 

“Maka kenapa kami sering komunikasi dengan Pak Basuki Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), dan Balai Besar Jalan untuk bisa berkoordinasi termasuk dengan kawan-kawan bupati wali kota,” ujarnya. 

Secara khusus Gubernur juga menyoroti keberadaan Galian C ilegal yang jadi sebab bencana banjir di beberapa daerah. Perihal ini ia meminta agar masalah itu segera ditertibkan. 

“Kita tidak anti, tapi kita atur tata ruang yang benar, tata cara penambangan yang benar dan legal,” tegasnya. 

Gubernur menyadari kebutuhan Galian C untuk proyek infrastruktur di Jawa Tengah tinggi. Meski begitu dalam proses penambangannya tetap harus sesuai aturan agar tidak menganggu kelestarian alam dan tidak mengakibatkan bencana. 

“Allah kasih jalan sebenarnya, setiap ada erupsi-erupsi dari Merapi itu bisa diambil. Itu rejeki yang kita dapatkan. Tinggal tata caranya saja agar tidak ilegal supaya tidak merusak lingkungan,” pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG -  Gubernur Ganjar Pranowo menyiapkan anggaran sedikitnya Rp15 Miliar untuk penanganan bencana darurat. Seiring bertambahnya kejadian bencana di berbagai wilayah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah jumlah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar penanganannya bisa lebih maksimal. 

“BTT kita kemarin itu Rp15 Miliar. Ada penambahan, kalau tidak salah. Tapi saya lupa jumlah persisnya. Kemarin kita minta ada penambahan karena posisi bencananya bertambah. Kalau tidak salah sudah sampai Rp20 M atau Rp30 M,“ terang Gubernur saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (2/12). 

Selain menyampaikan tentang besaran anggaran, Gubernur juga memastikan, seluruh bantuan baik sumberdaya manusia maupun logistik saat ini semua dalam posisi siaga. 

“Kemarin ada banjir di Blora sudah surut, Pati di beberapa tempat dan ini mesti segera kita bereskan. Manusianya ditolong persoalannya kita selesaikan,” katanya. 

Gubernur mengatakan, penanganan bencana khususnya banjir dan rob seperti yang terjadi hari ini di Sayung, Demak, diperlukan penyelesaian jangka panjang. Khususnya terkait pekerjaan sipil yang masih berjalan. 

“Maka kenapa kami sering komunikasi dengan Pak Basuki Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), dan Balai Besar Jalan untuk bisa berkoordinasi termasuk dengan kawan-kawan bupati wali kota,” ujarnya. 

Secara khusus Gubernur juga menyoroti keberadaan Galian C ilegal yang jadi sebab bencana banjir di beberapa daerah. Perihal ini ia meminta agar masalah itu segera ditertibkan. 

“Kita tidak anti, tapi kita atur tata ruang yang benar, tata cara penambangan yang benar dan legal,” tegasnya. 

Gubernur menyadari kebutuhan Galian C untuk proyek infrastruktur di Jawa Tengah tinggi. Meski begitu dalam proses penambangannya tetap harus sesuai aturan agar tidak menganggu kelestarian alam dan tidak mengakibatkan bencana. 

“Allah kasih jalan sebenarnya, setiap ada erupsi-erupsi dari Merapi itu bisa diambil. Itu rejeki yang kita dapatkan. Tinggal tata caranya saja agar tidak ilegal supaya tidak merusak lingkungan,” pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu