Follow Us :              

Peringatan Hari Guru 2022, Gubernur : Kita Butuh Inovasi dan Kreasi

  03 December 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 208 
Kategori :
Bagikan :


Peringatan Hari Guru 2022, Gubernur : Kita Butuh Inovasi dan Kreasi

03 December 2022 | 10:00:00 | dibaca : 208
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para guru tidak khawatir dengan keberlanjutan pekerjaan mereka. Gubernur menegaskan Presiden Joko Widodo telah menggangkat ratusan ribu guru honorer menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). 

Hal iti diungkapkan saat memberikan sambutan di acara HUT PGRI ke 77 dan Peringatan Hari Guru Nasional, di Marina Convention Center, Semarang, Sabtu (3/12). Sebanyak 9.000 guru se Indonesia hadir dalam acara itu. 

Presiden dan Gubernur tiba pukul 09.30 WIB. Keduanya disambut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu. 

Dalam Sambutannya Gubernur menyampaikan apresiasinya pada upaya.pemerintah yang terus berusaha melakukan pemerataan akses pendidikan. Lewat program Sekolah Garis Depan dan Guru Garis Depan, mereka mendorong sistem Merdeka Belajar. Lewat program ini Gubernur yakin, harapan terbentuknya sistem pendidikan yang berkualitas di tanah air bisa terwujud. 

“Dengan program itu, ruang belajar mengajar serta pertukaran pikiran antara guru dan murid terjadi lebih intensif. Dan di sinilah peran dan kualitas guru jadi nomor satu,” ujarnya. 

Terkait peran penting guru dalam menentukan kualitas pendidikan bangsa, Gubernur juga menyinggung tetang kesejahteraan mereka. Pada para guru Gubernur mengimbau agar mereka tidak usah risau. Pada era Presiden Joko Widodo kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru terus mengalami peningkatan. 

“Jadi Bapak/Ibu tidak perlu khawatir. Saya yakin target pengangkatan satu juta PPPK akan mampu terpenuhi. Saya yakin tahun depan akan ada peningkatan lagi,” ujarnya. 

Tahun 2021 saja pemerintah pusat telah mengangkat 300 ribu guru. Jumlah itu bahkan terus meningkat menjadi 319 guru di tahun 2022. Adapun di Jawa Tengah, Gubernur mengatakan pihaknya telah melantik 5.788 guru PPPK. Selain itu pada 31 Oktober dibuka lagi penerimaan PPPK dengan total 4.361 lowongan untuk guru dari 4.600 lowongan yang disediakan. 

Selain itu, ada 5.546 guru honorer di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menerima gaji sesuai UMK kabupaten kota masing-masing plus 7,5 sampai 10 persen. 

“Maka sebelum kita melakukan pembangunan sumberdaya manusia, para guru mesti sudah terbangun dengan kokoh terlebih dulu. Agar tempat terhormat yang sudah menempel di pundak guru, tidak terdegradasi karena keterbatasan ekonomi,” tuturnya. 

Usai acara, Presiden dan Gubernur melanjutkan pembicaraan tentang dunia pendidikan dalam pesawat kepresidenan saat terbang menuju Solo. Saat itu Gebernur menyatakan mendukung pemikiran Mendikbud yang disampaikan  dalam sambutannya. 

"Saya kira respon dari Mas Menteri bagus sekali bahwa sistem pendidikan ke depan itu tidak bisa yang begini-begini saja. Kurikulumnya mesti luwes dan adaptif terhadap perubahan," ujarnya. 

Gubernur mengatakan dengan Kurikulum Merdeka, Indonesia bisa mewujudkan sumberdaya manusia yang lebih bernalar dan kritis dalam berpikir. Tidak semata-mata menyelesaikan target. "Karena dari sisi literasi kita kurang, dari sisi numerik kita juga kurang, maka dua-duanya ini perlu dipercepat," katanya yang juga didukung oleh Presiden. Presiden bahkan menilai, Indonesia sulit membuat lompatan besar di dunia pendidikan jika gurunya terkekang kurikulum yang terbatas. 

"Beliau sampaikan, ‘Pak Gub betul ini, kalau kita tidak bisa membuat lompatan besar di dunia pendidikan tidak akan terjadi. Maka konsep Merdeka Belajar mestinya segera bisa dioperasionalkan oleh para guru’," tuturnya menirukan yang disampaikan Presiden. "Kalau tidak, nanti  guru cuma harus menghabiskan sekian buku mata ajar, targetnya hanya administratif. Maka SDM yang adaptif dan kreatif itu menjadi penting," ungkapnya. 

Di momen HUT ke 77 PGRI dan Hari Guru Nasional itu, Gubernur berharap para guru tetap menjaga semangatnya untuk mendidik anak bangsa yang berkualitas. 

"Selamat hari guru, tetap semangat, kita butuh inovasi dan kreasi dalam dunia pendidikan, khususnya kurikulum, agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang futuris dan selalu bisa merespon masa depan," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para guru tidak khawatir dengan keberlanjutan pekerjaan mereka. Gubernur menegaskan Presiden Joko Widodo telah menggangkat ratusan ribu guru honorer menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). 

Hal iti diungkapkan saat memberikan sambutan di acara HUT PGRI ke 77 dan Peringatan Hari Guru Nasional, di Marina Convention Center, Semarang, Sabtu (3/12). Sebanyak 9.000 guru se Indonesia hadir dalam acara itu. 

Presiden dan Gubernur tiba pukul 09.30 WIB. Keduanya disambut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu. 

Dalam Sambutannya Gubernur menyampaikan apresiasinya pada upaya.pemerintah yang terus berusaha melakukan pemerataan akses pendidikan. Lewat program Sekolah Garis Depan dan Guru Garis Depan, mereka mendorong sistem Merdeka Belajar. Lewat program ini Gubernur yakin, harapan terbentuknya sistem pendidikan yang berkualitas di tanah air bisa terwujud. 

“Dengan program itu, ruang belajar mengajar serta pertukaran pikiran antara guru dan murid terjadi lebih intensif. Dan di sinilah peran dan kualitas guru jadi nomor satu,” ujarnya. 

Terkait peran penting guru dalam menentukan kualitas pendidikan bangsa, Gubernur juga menyinggung tetang kesejahteraan mereka. Pada para guru Gubernur mengimbau agar mereka tidak usah risau. Pada era Presiden Joko Widodo kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru terus mengalami peningkatan. 

“Jadi Bapak/Ibu tidak perlu khawatir. Saya yakin target pengangkatan satu juta PPPK akan mampu terpenuhi. Saya yakin tahun depan akan ada peningkatan lagi,” ujarnya. 

Tahun 2021 saja pemerintah pusat telah mengangkat 300 ribu guru. Jumlah itu bahkan terus meningkat menjadi 319 guru di tahun 2022. Adapun di Jawa Tengah, Gubernur mengatakan pihaknya telah melantik 5.788 guru PPPK. Selain itu pada 31 Oktober dibuka lagi penerimaan PPPK dengan total 4.361 lowongan untuk guru dari 4.600 lowongan yang disediakan. 

Selain itu, ada 5.546 guru honorer di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menerima gaji sesuai UMK kabupaten kota masing-masing plus 7,5 sampai 10 persen. 

“Maka sebelum kita melakukan pembangunan sumberdaya manusia, para guru mesti sudah terbangun dengan kokoh terlebih dulu. Agar tempat terhormat yang sudah menempel di pundak guru, tidak terdegradasi karena keterbatasan ekonomi,” tuturnya. 

Usai acara, Presiden dan Gubernur melanjutkan pembicaraan tentang dunia pendidikan dalam pesawat kepresidenan saat terbang menuju Solo. Saat itu Gebernur menyatakan mendukung pemikiran Mendikbud yang disampaikan  dalam sambutannya. 

"Saya kira respon dari Mas Menteri bagus sekali bahwa sistem pendidikan ke depan itu tidak bisa yang begini-begini saja. Kurikulumnya mesti luwes dan adaptif terhadap perubahan," ujarnya. 

Gubernur mengatakan dengan Kurikulum Merdeka, Indonesia bisa mewujudkan sumberdaya manusia yang lebih bernalar dan kritis dalam berpikir. Tidak semata-mata menyelesaikan target. "Karena dari sisi literasi kita kurang, dari sisi numerik kita juga kurang, maka dua-duanya ini perlu dipercepat," katanya yang juga didukung oleh Presiden. Presiden bahkan menilai, Indonesia sulit membuat lompatan besar di dunia pendidikan jika gurunya terkekang kurikulum yang terbatas. 

"Beliau sampaikan, ‘Pak Gub betul ini, kalau kita tidak bisa membuat lompatan besar di dunia pendidikan tidak akan terjadi. Maka konsep Merdeka Belajar mestinya segera bisa dioperasionalkan oleh para guru’," tuturnya menirukan yang disampaikan Presiden. "Kalau tidak, nanti  guru cuma harus menghabiskan sekian buku mata ajar, targetnya hanya administratif. Maka SDM yang adaptif dan kreatif itu menjadi penting," ungkapnya. 

Di momen HUT ke 77 PGRI dan Hari Guru Nasional itu, Gubernur berharap para guru tetap menjaga semangatnya untuk mendidik anak bangsa yang berkualitas. 

"Selamat hari guru, tetap semangat, kita butuh inovasi dan kreasi dalam dunia pendidikan, khususnya kurikulum, agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang futuris dan selalu bisa merespon masa depan," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu