Follow Us :              

Gubernur Ungkap Pemanfaatan Medsos Sebagai Penunjang Kinerja Pemerintahan

  05 December 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 207 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Ungkap Pemanfaatan Medsos Sebagai Penunjang Kinerja Pemerintahan

05 December 2022 | 14:00:00 | dibaca : 207
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

JAKARTA - Kepiawaian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanfaatkan media sosial sebagai sarana informasi dan pelayanan aduan masyarakat, diapresiasi banyak pihak. Kreativitas ini pula yang membuatnya terpilih menjadi salah satu pengisi acara Kreator Indonesia Berkarya, Watch Indonesia di Jakarta, Senin (5/12/2022). 

Pada para konten kreator yang menjadi peserta acara tersebut ia mengatakan, media sosial terutama youtube adalah ruang kreatif dan inovatif bagi mereka untuk survive. 

Acara yang diselenggarakan Google Indonesia tersebut, selain Gubernur Jawa Tengah, terdapat beberapa pembicara lainnya sepeti Bima Arya  Sugiarto (Wali Kota Bogor), Susi Pudjiastuti (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan), dan Putri Tanjung (pengusaha muda). Rosianan Silalahi tampil sebagai moderator acara tersebut.

"Dalam dunia yang belum teratur, kondisi ekonomi seperti ini, dan semua orang bisa berekspresi bebas, maka yang kreatif dan inovatif itu yang akan survive. Semua punya ruang yang luas sekali seperti langit tanpa batas, sumur tanpa dasar yang bisa dieksplor. Tapi (tetap) harus punya literasi yang bagus," ujarnya mengingatkan. 

Perubahan dunia yang serba cepat di era digitali memunculkan banyak platform media sosial. Dari banyak platform tersebut, menurut Gubernur sejauh ini youtube sangat menjanjikan. 

"Iya menjanjikan, selagi dunianya penuh dengan kreasi dan inovasi. Dan itu akan selalu terjadi itu karena pergerakan dunia ini demikian cepat, bahkan super cepat sehingga kalau orang tidak update tidak upgrade akan ditinggal. Maka, saya katakan, orang kreatif dan inovatif yang akan selalu survive," paparnya.

Gubernur sendiri bahkan aktif hampir di semua platform media sosial, mulai dari Youtube, Instagram, Facebook, Tiktok, serta Twitter. "Kenapa pakai platform media sosial karena saya tidak bisa menjangkau lebih banyak rakyat saya. Maka, sebenarnya ketika masyarakat sudah bermigrasi ke dunia digital, maka ruang itu menjadi meeting point. Sehingga informasi bisa tersampaikan dengan baik," imbuhnya. 

Pemanfaatan media sosial tersebut ternyata mendapat respon positif dari masyarakat. Sebab, mereka menjadikan lebih mudah menerima informasi tentang program kerja dan kebijakan dari pemerintah. Selain itu mereka juga bisa menyampaikan masukan atau keluhan lewat media itu juga.

"Respon yang diterima bagus sekali. Sebenarnya itu merubah dan mendorong revolusi dari layanan publik yang ada di pemerintah. Kalau pemerintah dulu konvensional, kalau Anda mau komplain harus datang ke kantor. Tapi kalau kemudian lewat aplikasi medsos, mereka (masyarakat) ada keberanian. Jadi, saya merasa terbantu dan publik bisa komplain lebih gampang. Dan (media sosial) merubah pola pikir birokrasi sehingga mereka dapat melayani dengan cara yang lebih bagus," tegas dia.

Tidak hanya membantu di dalam melayani masyarakat, Gubernur juga membuktikan media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan pendapatan UMKM. Hal itu dibuktikan dengan akun instagram Lapak Ganjar yang dibuatnya saat kondisi UMKM sangat terpuruk akibat pandemi Covid-19. 

"Lapak Ganjar, sebenarnya itu merespon saat pandemi. Orang tidak bisa jualan, mereka prustasi dan marah. Sementara pemerintah tidak ada solusi. Maka, ini adalah ekstrakurikuker saya ketika harus dicarikan mereka cara baru, dengan memberikan ruang baru agar (pemasaran) mereka bisa masuk ke dunia digital," jelasnya. 

Efek positif yang dirasakan para UMKM pada keberadaan Lapak Ganjar, membuat mereka lebih tergerak memanfaatkan pemasaran lewat dunia digital.

"Kami juga membuat star up untuk memberikan ruang ekspresi atau stimulan agar mereka ngobrol. Sekarang mereka sudah punya kreativitas apapun jualan dari rumah juga oke," tandasnya.


Bagikan :

JAKARTA - Kepiawaian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanfaatkan media sosial sebagai sarana informasi dan pelayanan aduan masyarakat, diapresiasi banyak pihak. Kreativitas ini pula yang membuatnya terpilih menjadi salah satu pengisi acara Kreator Indonesia Berkarya, Watch Indonesia di Jakarta, Senin (5/12/2022). 

Pada para konten kreator yang menjadi peserta acara tersebut ia mengatakan, media sosial terutama youtube adalah ruang kreatif dan inovatif bagi mereka untuk survive. 

Acara yang diselenggarakan Google Indonesia tersebut, selain Gubernur Jawa Tengah, terdapat beberapa pembicara lainnya sepeti Bima Arya  Sugiarto (Wali Kota Bogor), Susi Pudjiastuti (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan), dan Putri Tanjung (pengusaha muda). Rosianan Silalahi tampil sebagai moderator acara tersebut.

"Dalam dunia yang belum teratur, kondisi ekonomi seperti ini, dan semua orang bisa berekspresi bebas, maka yang kreatif dan inovatif itu yang akan survive. Semua punya ruang yang luas sekali seperti langit tanpa batas, sumur tanpa dasar yang bisa dieksplor. Tapi (tetap) harus punya literasi yang bagus," ujarnya mengingatkan. 

Perubahan dunia yang serba cepat di era digitali memunculkan banyak platform media sosial. Dari banyak platform tersebut, menurut Gubernur sejauh ini youtube sangat menjanjikan. 

"Iya menjanjikan, selagi dunianya penuh dengan kreasi dan inovasi. Dan itu akan selalu terjadi itu karena pergerakan dunia ini demikian cepat, bahkan super cepat sehingga kalau orang tidak update tidak upgrade akan ditinggal. Maka, saya katakan, orang kreatif dan inovatif yang akan selalu survive," paparnya.

Gubernur sendiri bahkan aktif hampir di semua platform media sosial, mulai dari Youtube, Instagram, Facebook, Tiktok, serta Twitter. "Kenapa pakai platform media sosial karena saya tidak bisa menjangkau lebih banyak rakyat saya. Maka, sebenarnya ketika masyarakat sudah bermigrasi ke dunia digital, maka ruang itu menjadi meeting point. Sehingga informasi bisa tersampaikan dengan baik," imbuhnya. 

Pemanfaatan media sosial tersebut ternyata mendapat respon positif dari masyarakat. Sebab, mereka menjadikan lebih mudah menerima informasi tentang program kerja dan kebijakan dari pemerintah. Selain itu mereka juga bisa menyampaikan masukan atau keluhan lewat media itu juga.

"Respon yang diterima bagus sekali. Sebenarnya itu merubah dan mendorong revolusi dari layanan publik yang ada di pemerintah. Kalau pemerintah dulu konvensional, kalau Anda mau komplain harus datang ke kantor. Tapi kalau kemudian lewat aplikasi medsos, mereka (masyarakat) ada keberanian. Jadi, saya merasa terbantu dan publik bisa komplain lebih gampang. Dan (media sosial) merubah pola pikir birokrasi sehingga mereka dapat melayani dengan cara yang lebih bagus," tegas dia.

Tidak hanya membantu di dalam melayani masyarakat, Gubernur juga membuktikan media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan pendapatan UMKM. Hal itu dibuktikan dengan akun instagram Lapak Ganjar yang dibuatnya saat kondisi UMKM sangat terpuruk akibat pandemi Covid-19. 

"Lapak Ganjar, sebenarnya itu merespon saat pandemi. Orang tidak bisa jualan, mereka prustasi dan marah. Sementara pemerintah tidak ada solusi. Maka, ini adalah ekstrakurikuker saya ketika harus dicarikan mereka cara baru, dengan memberikan ruang baru agar (pemasaran) mereka bisa masuk ke dunia digital," jelasnya. 

Efek positif yang dirasakan para UMKM pada keberadaan Lapak Ganjar, membuat mereka lebih tergerak memanfaatkan pemasaran lewat dunia digital.

"Kami juga membuat star up untuk memberikan ruang ekspresi atau stimulan agar mereka ngobrol. Sekarang mereka sudah punya kreativitas apapun jualan dari rumah juga oke," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu