Follow Us :              

Santripreneur Award, Taj Yasin : Potensi Wirausaha Santri Dukung Peningkatkan Ekonomi Jateng

  30 December 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 474 
Kategori :
Bagikan :


Santripreneur Award, Taj Yasin : Potensi Wirausaha Santri Dukung Peningkatkan Ekonomi Jateng

30 December 2022 | 09:00:00 | dibaca : 474
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta potensi santri dalam bidang wirausaha perlu terus dikembangkan. Hal itu, disampaikan wagub saat menghadiri acara Santripreneur Award oleh Muslim Trade Centre (MTC) Jawa Tengah, di Balai Kota Semarang, Jumat (30/12/2022). Menurutnya, santri memiliki peluang wirausaha serta menyokong peningkatan ekonomi di Jawa Tengah.  

"Harapannya nanti pasti ini akan membuka peluang usaha, baik itu untuk pribadi maupun di pondok pesantren. Bahkan lingkungan pondok pesantren  akan dipekerjakan atau diajak untuk memiliki income dari UKM itu," ujar Taj Yasin saat launching Entrepreneur Award. 

Melalui Santripreneur Award, para santri yang ada di berbagai daerah di Jateng akan mendapat pelatihan dan pendampingan dari pemerintah daerah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bank Indonesia, dan stakeholder terkait lain. Para santri tidak hanya dilatih membuat beragam produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bermutu dan berkualitas, tetapi juga yang berkelanjutan.  

"Saya ucapkan terima kasih karena para santri akan dilatih di Santripreneur Award untuk menjadi pengusaha atau entrepreneur yang andal. Dan mereka didampingi dilatih nanti dari perbankan dari BI maupun dari BSI nanti juga akan berkolaborasi untuk memberikan modal baik itu lewat CSR atau pinjaman lunaknya," jelasnya. 

Menurut wagub, Santripreneur Award sebagai salah satu bentuk pemberdayaan santri, karena tidak semua lulusan ponpes harus menjadi ustadz atau ustadzah. Terlebih setiap tahun ada banyak santri yang telah menamatkan pendidikannya di ponpes, sehingga diharapkan alumni ponpes juga ada yang menjadi pengusaha, wakil gubernur, pegawai pemerintah, dan sebagainya. 

Jumlah santri dalam setiap ponpes cukup besar, apalagi ditambah dengan jumlah para alumni ponpes, maka kondisi itu akan memberikan potensi besar untuk membangkitkan ekonomi Indonesia, termasuk ekonomi Jateng. Apalagi jika semuanya ikut menggelorakan kampanye 'Cintailah Produk Dalam Negeri dan Cintailah Produk Santri', maka ekonomi berbasis ponpes akan terus meningkat. 

"Santripreneur ini akan membuka peluang usaha bagi santri dan masyarakat sekitarnya. Ini potensi besar  dan akan memberikan efek domino dengan munculnya entrepreneur yang ada di pesantren. Bayangkan di Jateng ada lebih dari 400 pesantren," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta potensi santri dalam bidang wirausaha perlu terus dikembangkan. Hal itu, disampaikan wagub saat menghadiri acara Santripreneur Award oleh Muslim Trade Centre (MTC) Jawa Tengah, di Balai Kota Semarang, Jumat (30/12/2022). Menurutnya, santri memiliki peluang wirausaha serta menyokong peningkatan ekonomi di Jawa Tengah.  

"Harapannya nanti pasti ini akan membuka peluang usaha, baik itu untuk pribadi maupun di pondok pesantren. Bahkan lingkungan pondok pesantren  akan dipekerjakan atau diajak untuk memiliki income dari UKM itu," ujar Taj Yasin saat launching Entrepreneur Award. 

Melalui Santripreneur Award, para santri yang ada di berbagai daerah di Jateng akan mendapat pelatihan dan pendampingan dari pemerintah daerah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bank Indonesia, dan stakeholder terkait lain. Para santri tidak hanya dilatih membuat beragam produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bermutu dan berkualitas, tetapi juga yang berkelanjutan.  

"Saya ucapkan terima kasih karena para santri akan dilatih di Santripreneur Award untuk menjadi pengusaha atau entrepreneur yang andal. Dan mereka didampingi dilatih nanti dari perbankan dari BI maupun dari BSI nanti juga akan berkolaborasi untuk memberikan modal baik itu lewat CSR atau pinjaman lunaknya," jelasnya. 

Menurut wagub, Santripreneur Award sebagai salah satu bentuk pemberdayaan santri, karena tidak semua lulusan ponpes harus menjadi ustadz atau ustadzah. Terlebih setiap tahun ada banyak santri yang telah menamatkan pendidikannya di ponpes, sehingga diharapkan alumni ponpes juga ada yang menjadi pengusaha, wakil gubernur, pegawai pemerintah, dan sebagainya. 

Jumlah santri dalam setiap ponpes cukup besar, apalagi ditambah dengan jumlah para alumni ponpes, maka kondisi itu akan memberikan potensi besar untuk membangkitkan ekonomi Indonesia, termasuk ekonomi Jateng. Apalagi jika semuanya ikut menggelorakan kampanye 'Cintailah Produk Dalam Negeri dan Cintailah Produk Santri', maka ekonomi berbasis ponpes akan terus meningkat. 

"Santripreneur ini akan membuka peluang usaha bagi santri dan masyarakat sekitarnya. Ini potensi besar  dan akan memberikan efek domino dengan munculnya entrepreneur yang ada di pesantren. Bayangkan di Jateng ada lebih dari 400 pesantren," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu