Follow Us :              

Destinasi Investasi Yang Menarik, Jateng dikunjungi Pertama Kali Oleh Dubes Korsel

  14 February 2023  |   15:00:00  |   dibaca : 479 
Kategori :
Bagikan :


Destinasi Investasi Yang Menarik, Jateng dikunjungi Pertama Kali Oleh Dubes Korsel

14 February 2023 | 15:00:00 | dibaca : 479
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Lee Sang Deok memilih Jawa Tengah sebagai daerah pertama yang dikunjungi sejak menjabat. Menurutnya, provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo ini menjadi destinasi investasi paling diincar investor Korsel.

“Sejak menjadi duta besar, ini kunjungan pertama saya ke daerah, karena Jateng destinasi investasi pelaku investor dari Korsel dan kami berharap makin banyak,” kata Lee.

Gubernur Ganjar Pranowo usai pertemuan dengan Dubes Lee Sang Deok menyampaikan apresiasinya. Dirinya mengaku bangga dan terhormat karena menjadi provinsi pertama yang dikunjungi Lee.

“Pak Duta Besar Lee ini diplomat ulung, beliau datang langsung menyanjung. Khas diplomat yang sangat hebat,” ujar Gubernur memujinya saat usai berbincang dengan Lee di rumah dinas, Selasa (14/2/2023).

Sebagai informasi, hingga saat ini,  Korea Selatan menduduki posisi peringkat ke dua, sebagai investor di Jawa Tengah. Gubernur berharap kedatangan Dubes Lee akan membawa lebih banyak kerjasama dalam bidang investasi di Jawa Tengah.

“Kerjasama Korea Selatan menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan tentu Indonesia dan Jawa Tengah, sangat tertarik dengan beberapa teknologi tinggi, khususnya ekosistem electric vehicle yang sedang diciptakan dan Bapak Jokowi sudah memulai,” ujar Gubernur.

Pada hasil pertemuan tersebut, Gubenur menyatakan siap menindaklanjuti peluang kerjasama antara Korsel-Indonesia yang ditawarkan. Termasuk siap  berkunjung ke Korea Selatan untuk melihat Sister Province Jawa Tengah, yakni Chungcheongbuk-do.

“Tugas saya adalah mengamankan dan tentu undangan beliau sangat menarik, karena Jawa Tengah ini punya sister province dengan Chungcheongbuk-do, karena ternyata pabrik besar LG juga ada di sana. Makanya, tadi mereka menawarkan kunjungan ke sana untuk melihat beberapa tempat penting untuk kerjasama ke depan yang lebih menguntungkan kedua belah negara,” tandasnya.

Dalam perjumpaan itu, Dubes Lee berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai banyak hal dengan Gubernur. Kedatangannya ke Jawa Tengah selain karena destinasi investasinya menarik, ia juga mengaku ingin datang ke Jawa Tengah, karena penasaran dengan sosok gubernurnya. 

“Saya dengar Bapak seperti idol K-Pop, sangat ganteng. Setelah bertemu langsung ternyata benar. Saya juga merasa familiar dengan Pak Ganjar karena sama-sama berambut putih,” ujar Lee kepada Gubernur.

Di sisi lain, lanjut Dubes, kesempatan kerjasama ini penting untuk terus dikembangkan sebab bertepatan dengan hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan ke-50 tahun. “Saya juga merasa tahun ini tepat sekali untuk memenuhi kepentingan kedua negara, karena saya lihat kepentingan dua negara sama,” ujarnya.

Lee mengatakan, Indonesia khususnya di Jawa Tengah saat ini menjadi primadona investasi karena banyak faktor. Yakni, upah bersaing, tenaga kerja dan ada banyak kawasan industri.

“Banyak PMI dari Indonesia di Korea Selatan yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Korsel. Oleh karena itu ini jadi momentum penting untuk meningkatkan kerjasama berdasarkan hubungan yang saling melengkapi dan peranan Bapak Gubernur ini penting,” katanya.

Selain itu, Lee mengatakan bahwa Korea Selatan bisa menjadi mitra yang baik untuk pengembangan, karena punya kekuatan di bidang manufaktur hingga IT. “Saya berharap Bapak berkenan berkunjung ke Korea Selatan tahun ini karena Jateng punya sister province yaitu Chungcheongbuk-do. Di daerah itu sangat menggeliat seperti smart farming, sampai secondary batery termasuk pembangunan pabrik LG solution juga,” ucapnya.

Lee juga berharap Gubernur bisa mendukung pengembangan salah satu pabrik Korsel yang ada di Kawasan Industri Terpadu Batang yakni KCC Glass. “Saat ini sudah 50 persen. Kami harapkan dukungan dari Pak Gubernur agar bisa berjalan dengan baik dan melanjutkan pembangunan pabrik berikutnya,” katanya.

Sebagai informasi, dua perusahaan besar dari Korea Selatan telah berinvestasi di Jawa Tengah. Yakni KCC Glass dan LG Energy Solution. Nilai investasinya, masing-masing Rp 5 triliun dan Rp 142 triliun.


Bagikan :

SEMARANG - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Lee Sang Deok memilih Jawa Tengah sebagai daerah pertama yang dikunjungi sejak menjabat. Menurutnya, provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo ini menjadi destinasi investasi paling diincar investor Korsel.

“Sejak menjadi duta besar, ini kunjungan pertama saya ke daerah, karena Jateng destinasi investasi pelaku investor dari Korsel dan kami berharap makin banyak,” kata Lee.

Gubernur Ganjar Pranowo usai pertemuan dengan Dubes Lee Sang Deok menyampaikan apresiasinya. Dirinya mengaku bangga dan terhormat karena menjadi provinsi pertama yang dikunjungi Lee.

“Pak Duta Besar Lee ini diplomat ulung, beliau datang langsung menyanjung. Khas diplomat yang sangat hebat,” ujar Gubernur memujinya saat usai berbincang dengan Lee di rumah dinas, Selasa (14/2/2023).

Sebagai informasi, hingga saat ini,  Korea Selatan menduduki posisi peringkat ke dua, sebagai investor di Jawa Tengah. Gubernur berharap kedatangan Dubes Lee akan membawa lebih banyak kerjasama dalam bidang investasi di Jawa Tengah.

“Kerjasama Korea Selatan menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan tentu Indonesia dan Jawa Tengah, sangat tertarik dengan beberapa teknologi tinggi, khususnya ekosistem electric vehicle yang sedang diciptakan dan Bapak Jokowi sudah memulai,” ujar Gubernur.

Pada hasil pertemuan tersebut, Gubenur menyatakan siap menindaklanjuti peluang kerjasama antara Korsel-Indonesia yang ditawarkan. Termasuk siap  berkunjung ke Korea Selatan untuk melihat Sister Province Jawa Tengah, yakni Chungcheongbuk-do.

“Tugas saya adalah mengamankan dan tentu undangan beliau sangat menarik, karena Jawa Tengah ini punya sister province dengan Chungcheongbuk-do, karena ternyata pabrik besar LG juga ada di sana. Makanya, tadi mereka menawarkan kunjungan ke sana untuk melihat beberapa tempat penting untuk kerjasama ke depan yang lebih menguntungkan kedua belah negara,” tandasnya.

Dalam perjumpaan itu, Dubes Lee berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai banyak hal dengan Gubernur. Kedatangannya ke Jawa Tengah selain karena destinasi investasinya menarik, ia juga mengaku ingin datang ke Jawa Tengah, karena penasaran dengan sosok gubernurnya. 

“Saya dengar Bapak seperti idol K-Pop, sangat ganteng. Setelah bertemu langsung ternyata benar. Saya juga merasa familiar dengan Pak Ganjar karena sama-sama berambut putih,” ujar Lee kepada Gubernur.

Di sisi lain, lanjut Dubes, kesempatan kerjasama ini penting untuk terus dikembangkan sebab bertepatan dengan hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan ke-50 tahun. “Saya juga merasa tahun ini tepat sekali untuk memenuhi kepentingan kedua negara, karena saya lihat kepentingan dua negara sama,” ujarnya.

Lee mengatakan, Indonesia khususnya di Jawa Tengah saat ini menjadi primadona investasi karena banyak faktor. Yakni, upah bersaing, tenaga kerja dan ada banyak kawasan industri.

“Banyak PMI dari Indonesia di Korea Selatan yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Korsel. Oleh karena itu ini jadi momentum penting untuk meningkatkan kerjasama berdasarkan hubungan yang saling melengkapi dan peranan Bapak Gubernur ini penting,” katanya.

Selain itu, Lee mengatakan bahwa Korea Selatan bisa menjadi mitra yang baik untuk pengembangan, karena punya kekuatan di bidang manufaktur hingga IT. “Saya berharap Bapak berkenan berkunjung ke Korea Selatan tahun ini karena Jateng punya sister province yaitu Chungcheongbuk-do. Di daerah itu sangat menggeliat seperti smart farming, sampai secondary batery termasuk pembangunan pabrik LG solution juga,” ucapnya.

Lee juga berharap Gubernur bisa mendukung pengembangan salah satu pabrik Korsel yang ada di Kawasan Industri Terpadu Batang yakni KCC Glass. “Saat ini sudah 50 persen. Kami harapkan dukungan dari Pak Gubernur agar bisa berjalan dengan baik dan melanjutkan pembangunan pabrik berikutnya,” katanya.

Sebagai informasi, dua perusahaan besar dari Korea Selatan telah berinvestasi di Jawa Tengah. Yakni KCC Glass dan LG Energy Solution. Nilai investasinya, masing-masing Rp 5 triliun dan Rp 142 triliun.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu