Follow Us :              

Siaga 24 Jam, Kisah Dedikasi Pekerja Lapangan Kebut Perbaikan Jalan di Jawa Tengah

  17 March 2023  |   10:00:00  |   dibaca : 527 
Kategori :
Bagikan :


Siaga 24 Jam, Kisah Dedikasi Pekerja Lapangan Kebut Perbaikan Jalan di Jawa Tengah

17 March 2023 | 10:00:00 | dibaca : 527
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

KAB. SEMARANG - TEMANGGUNG - Di balik gencarnya perbaikan jalan Provinsi Jawa Tengah,  ada pekerja-pekerja lapangan yang penuh dedikasi. Sebagai ujung tombak yang langsung mengeksekusi di lapangan, demi keselamatan pengguna jalan, mereka rela menggunakan waktu libur untuk tetap bekerja. 

Seperti yang diutarakan Sarmono, petugas pengamat jalan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Wonosobo. Pria berumur 53 tahun itu setiap waktu melakukan pemantauan di ruas jalan Kranggan - Bulu, Pringsurat - Kaloran, dan Parakan - Patean.

Bahkan hal biasa bagi Sarmono mengorbankan hati liburnya demi memastikan kondisi badan jalan, drainase, gorong-gorong, jembatan dan bahu jalan. Sebab, jika terjadi kerusakan harus segera dilaporkan, agar mendapat penanganan secara cepat. 

"Istilahnya, saya itu menyetrika jalan setiap waktu. Jangan sampai ada kerusakan yang dapat mengganggu pengguna jalan," katanya, Jumat (17/3/2023).

Sarmono akan merasa bersalah jika terjadi kecelakaan akibat jalan rusak di wilayah pantauannya. Karena itu, selama tubuhnya mampu, walapun dalam kondisi sakit sekalipun, ia berusaha menyusuri jalan untuk melakukan pengecekan.

"Iya, kalau sakit tetap bekerja memantau jalan dengan naik angkutan umum. Seperti saat ini, tangan saya keseleo dan tidak bisa mengendarai motor sendiri," paparnya.

Dari dalam bus, pandangannya mengamati detil setiap ruas jalan yang dilintasinya. Jika menemukan kerusakan, ia langsung turun untuk memotret dan memberikan tanda pakai cat pilox, untuk kemudian dilaporkan. Setelah itu, Pak Sar naik angkutan dan kembali menyusuri jalan.

"Saya sudah sembilan tahun bekerja seperti ini. Bagi saya kenyamanan dan keselamatan warga di jalan adalah tanggung jawab utama pekerjaan ini," ungkapnya.

Dedikasi yang sama juga ditunjukkan Setyo Purwanto (37), seorang petugas pengaspal jalan dari Kelompok Masyarakat Miskin Sehat Bina Marga (Pokmas Bima) Provinsi Jawa Tengah. "Setiap hari mengaspal jalan, apalagi waktu banyak laporan jalan rusak dan menjelang Ramadan dan mudik," terangnya.

Pekerjaan memperbaiki jalan juga tidak mengenal waktu. Malam sekalipun jika harus dilakukan perbaikan, maka ia kembali bergelut dengan aspal kembali. "Tidak ada jam berapa kerjanya. Setiap waktu harus siaga. Kalau ada laporan jalan rusak kami siap perbaiki. Jadi, kalau ada perbaikan jalan di ruas Jalan Bulu, mungkin salah satu pekerjanya adalah saya," ucap Setyo berseloroh.

Baginya, pekerjaan memperbaiki jalan bukan semata soal seberapa gaji yang diterima. "Kebahagiaan saya adalah, warga bisa berangkat kerja dengan semangat dan pulang dengan selamat," jelas warga Desa Traji, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung tersebut. "Dan kami berkomitmen bekerja sesuai arahan Pak Ganjar, Jateng Tanpa Lubang," pungkasnya.

Guna mememuhi target tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang gigih menginstruksikan dinas terkait untuk mengebut perbaikan jalan. Karena berdasarkan data aduan di Laporgub periode 1 Januari-13 Maret 2023, aduan infrastruktur paling banyak mengenai jalan rusak. Selain karena cuaca ekstrem, penundaan perbaikan jalan selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, juga makin memperparah kerusakan.

Salah satu aduan kerusakan jalan yang disampaikan ke Laporgub adalah ruas jalan Ambarawa-Bandungan. Tanpa menunggu lama, Gubernur langsung menerjunkan petugas untuk memperbaiki. Selain untuk kenyamanan, keselamatan pengendara upaya ini juga untuk menghidupkan akses wisata.

Kesigapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespon laporan kerusakan jalan diapresiasi para warga Bandungan. "Tidak sampai satu minggu, kira-kira tiga hari setelah aduan warga, jalan langsung diperbaiki," kata salah satu warga bernama Mujiman.

Staf Teknis Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Semarang, Agung Triwibowo mengungkapkan, titik kerusakan jalan ruas jalan Ambarawa-Bandungan terdapat diantara Bundaran hingga Pasar Bandungan. Selebihnya, Agung menilai, kondisinya masih dinilai cukup bagus. Terkait penyebab kerusakan jalan, Agung mengatakan, hal itu terjadi karena curah hujan tinggi. 

"Kerusakan karena air itu turun menggerus lewat jalan dan mengelupas aspal. Kerusakan sekitar 400 meter. Yang lain relatif bagus," ujarnya.


Bagikan :

KAB. SEMARANG - TEMANGGUNG - Di balik gencarnya perbaikan jalan Provinsi Jawa Tengah,  ada pekerja-pekerja lapangan yang penuh dedikasi. Sebagai ujung tombak yang langsung mengeksekusi di lapangan, demi keselamatan pengguna jalan, mereka rela menggunakan waktu libur untuk tetap bekerja. 

Seperti yang diutarakan Sarmono, petugas pengamat jalan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Wonosobo. Pria berumur 53 tahun itu setiap waktu melakukan pemantauan di ruas jalan Kranggan - Bulu, Pringsurat - Kaloran, dan Parakan - Patean.

Bahkan hal biasa bagi Sarmono mengorbankan hati liburnya demi memastikan kondisi badan jalan, drainase, gorong-gorong, jembatan dan bahu jalan. Sebab, jika terjadi kerusakan harus segera dilaporkan, agar mendapat penanganan secara cepat. 

"Istilahnya, saya itu menyetrika jalan setiap waktu. Jangan sampai ada kerusakan yang dapat mengganggu pengguna jalan," katanya, Jumat (17/3/2023).

Sarmono akan merasa bersalah jika terjadi kecelakaan akibat jalan rusak di wilayah pantauannya. Karena itu, selama tubuhnya mampu, walapun dalam kondisi sakit sekalipun, ia berusaha menyusuri jalan untuk melakukan pengecekan.

"Iya, kalau sakit tetap bekerja memantau jalan dengan naik angkutan umum. Seperti saat ini, tangan saya keseleo dan tidak bisa mengendarai motor sendiri," paparnya.

Dari dalam bus, pandangannya mengamati detil setiap ruas jalan yang dilintasinya. Jika menemukan kerusakan, ia langsung turun untuk memotret dan memberikan tanda pakai cat pilox, untuk kemudian dilaporkan. Setelah itu, Pak Sar naik angkutan dan kembali menyusuri jalan.

"Saya sudah sembilan tahun bekerja seperti ini. Bagi saya kenyamanan dan keselamatan warga di jalan adalah tanggung jawab utama pekerjaan ini," ungkapnya.

Dedikasi yang sama juga ditunjukkan Setyo Purwanto (37), seorang petugas pengaspal jalan dari Kelompok Masyarakat Miskin Sehat Bina Marga (Pokmas Bima) Provinsi Jawa Tengah. "Setiap hari mengaspal jalan, apalagi waktu banyak laporan jalan rusak dan menjelang Ramadan dan mudik," terangnya.

Pekerjaan memperbaiki jalan juga tidak mengenal waktu. Malam sekalipun jika harus dilakukan perbaikan, maka ia kembali bergelut dengan aspal kembali. "Tidak ada jam berapa kerjanya. Setiap waktu harus siaga. Kalau ada laporan jalan rusak kami siap perbaiki. Jadi, kalau ada perbaikan jalan di ruas Jalan Bulu, mungkin salah satu pekerjanya adalah saya," ucap Setyo berseloroh.

Baginya, pekerjaan memperbaiki jalan bukan semata soal seberapa gaji yang diterima. "Kebahagiaan saya adalah, warga bisa berangkat kerja dengan semangat dan pulang dengan selamat," jelas warga Desa Traji, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung tersebut. "Dan kami berkomitmen bekerja sesuai arahan Pak Ganjar, Jateng Tanpa Lubang," pungkasnya.

Guna mememuhi target tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang gigih menginstruksikan dinas terkait untuk mengebut perbaikan jalan. Karena berdasarkan data aduan di Laporgub periode 1 Januari-13 Maret 2023, aduan infrastruktur paling banyak mengenai jalan rusak. Selain karena cuaca ekstrem, penundaan perbaikan jalan selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, juga makin memperparah kerusakan.

Salah satu aduan kerusakan jalan yang disampaikan ke Laporgub adalah ruas jalan Ambarawa-Bandungan. Tanpa menunggu lama, Gubernur langsung menerjunkan petugas untuk memperbaiki. Selain untuk kenyamanan, keselamatan pengendara upaya ini juga untuk menghidupkan akses wisata.

Kesigapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespon laporan kerusakan jalan diapresiasi para warga Bandungan. "Tidak sampai satu minggu, kira-kira tiga hari setelah aduan warga, jalan langsung diperbaiki," kata salah satu warga bernama Mujiman.

Staf Teknis Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Semarang, Agung Triwibowo mengungkapkan, titik kerusakan jalan ruas jalan Ambarawa-Bandungan terdapat diantara Bundaran hingga Pasar Bandungan. Selebihnya, Agung menilai, kondisinya masih dinilai cukup bagus. Terkait penyebab kerusakan jalan, Agung mengatakan, hal itu terjadi karena curah hujan tinggi. 

"Kerusakan karena air itu turun menggerus lewat jalan dan mengelupas aspal. Kerusakan sekitar 400 meter. Yang lain relatif bagus," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu