Follow Us :              

Sidak Jembatan Juwana Pati, Gubernur Minta Bupati Sering Tengok Proyek

  16 March 2023  |   22:00:00  |   dibaca : 456 
Kategori :
Bagikan :


Sidak Jembatan Juwana Pati, Gubernur Minta Bupati Sering Tengok Proyek

16 March 2023 | 22:00:00 | dibaca : 456
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

PATI - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak proyek pembangunan Jembatan Juwana Pati, Kamis (16/3). Sidak yang dilakukan tengah malam ini untuk memastikan proyek berjalan sesuai harapan.

Sidak ini dilakukan secara spontan dalam perjalanan pulang ke Semarang usai memimpin Musrenbang wilayah di Kabupaten Rembang. Saat tiba di Pati Gubernur mendadak belok ke arah jembatan Juwana. 

Saat itu pukul 22.25 WIB, lokasi proyek sudah tutup. Gubernur menemukan jalan kecil untuk melihat jembatan dengan menaiki tanggul jembatan yang cukup tinggi karena pintu utama proyek sudah tutup.

Sejumlah warga yang ada di lokasi tidak menyangka Gubernur melakukan sidak malam-malam. "Pak Ganjar kenapa malam-malam ke sini Pak," teriak warga dari kejauhan yang heran mendapati Gubenur mereka tengah malam berada di lokasi tersebut. 

Gubernur menyapa dengan ramah sambil terus mengecek proyek. Tidak lama kemudian, dua orang lari tergopoh-gopoh mendekati Gubernur.  Mereka adalah petugas proyek yang ada di lokasi.

"Bagaimana Mas progresnya? Sudah ada penambahan tenaga? Jadi bisa selesai kapan?" tanya Gubernur. Petugas proyek itu mengatakan, pengecoran sudah selesai dan jumlah pekerja juga sudah ditambah menjadi 45 orang. "Ini tinggal pengurukan yang sebelah timur Pak. Targetnya April selesai," jawab petugas tersebut.

Gubernur meminta jadwal penyelesaian lebih dipercepat. "Maret ya Mas? Jangan lama-lama. Harus ada percepatan," desak Gubernur. Percepatan penyelesaian perlu dilakukan karena proyek ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di Pantura Timur yang banyak dikeluhkan masyarakat.

"Tadi saat Musrenbang, saya dapat masukan banyak terkait kemacetan Pantura Timur. Termasuk saat sowan para kyai, mereka sudah hopeless (putus asa) terkait kemacetan ini. Makanya, malam ini jam 22.25 saya ngecek bagaimana progresnya," ujarnya.

Dari pengecekannya itu, Gubernur benar-benar membuktikan pengecoran sudah selesai dilakukan. Tinggal pemasangan pembatas jalan dan pengurugan di sisi timur. "Sekarang mereka kerjakan terus. Saya mendorong Maret ini selesai. Kalau itu selesai, harapannya bisa mengurai kemacetan ini," terangnya.

Turut diinformasikan, saat ini beberapa lokasi Pantura Timur juga sedang ada perbaikan jalan. Gubernur berharap, jika semua selesai cepat, maka persoalan kemacetan akan juga akan lebih cepat terselesaikan.

"Maka kita sering-sering tengok. Saya sudah empat kali melihat ini dan malam ini tak parani (datangi) lagi, karena mesti dicek terus. Dan saya juga sudah minta Pj Bupati supaya cek terus progresnya seperti apa. Pengalaman di Demak dulu, bisa cepat selesai karena dipantau," ungkap Gubernur. 

Penambahan jumlah pekerja seperti yang baru saja dilaporkan, diharapkan bisa berdampak besar. "Dan ternyata sudah ada penambahan tenaga, jadi mudah-mudahan bisa kerja lebih sistematis dan cepat," pungkasnya.

Sementara itu, Supervisor Proyek Jembatan Juwana, Sindhu mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai 85%. Percepatan terus dilakukan, termasuk menambah personel dari 20 orang menjadi 45 orang.

"Target selesai awal April. Tapi tadi Pak Gubernur meminta agar Maret ini selesai. Kami akan upayakan dan mudah-mudahan diberi kelancaran," ucapnya.


Bagikan :

PATI - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak proyek pembangunan Jembatan Juwana Pati, Kamis (16/3). Sidak yang dilakukan tengah malam ini untuk memastikan proyek berjalan sesuai harapan.

Sidak ini dilakukan secara spontan dalam perjalanan pulang ke Semarang usai memimpin Musrenbang wilayah di Kabupaten Rembang. Saat tiba di Pati Gubernur mendadak belok ke arah jembatan Juwana. 

Saat itu pukul 22.25 WIB, lokasi proyek sudah tutup. Gubernur menemukan jalan kecil untuk melihat jembatan dengan menaiki tanggul jembatan yang cukup tinggi karena pintu utama proyek sudah tutup.

Sejumlah warga yang ada di lokasi tidak menyangka Gubernur melakukan sidak malam-malam. "Pak Ganjar kenapa malam-malam ke sini Pak," teriak warga dari kejauhan yang heran mendapati Gubenur mereka tengah malam berada di lokasi tersebut. 

Gubernur menyapa dengan ramah sambil terus mengecek proyek. Tidak lama kemudian, dua orang lari tergopoh-gopoh mendekati Gubernur.  Mereka adalah petugas proyek yang ada di lokasi.

"Bagaimana Mas progresnya? Sudah ada penambahan tenaga? Jadi bisa selesai kapan?" tanya Gubernur. Petugas proyek itu mengatakan, pengecoran sudah selesai dan jumlah pekerja juga sudah ditambah menjadi 45 orang. "Ini tinggal pengurukan yang sebelah timur Pak. Targetnya April selesai," jawab petugas tersebut.

Gubernur meminta jadwal penyelesaian lebih dipercepat. "Maret ya Mas? Jangan lama-lama. Harus ada percepatan," desak Gubernur. Percepatan penyelesaian perlu dilakukan karena proyek ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di Pantura Timur yang banyak dikeluhkan masyarakat.

"Tadi saat Musrenbang, saya dapat masukan banyak terkait kemacetan Pantura Timur. Termasuk saat sowan para kyai, mereka sudah hopeless (putus asa) terkait kemacetan ini. Makanya, malam ini jam 22.25 saya ngecek bagaimana progresnya," ujarnya.

Dari pengecekannya itu, Gubernur benar-benar membuktikan pengecoran sudah selesai dilakukan. Tinggal pemasangan pembatas jalan dan pengurugan di sisi timur. "Sekarang mereka kerjakan terus. Saya mendorong Maret ini selesai. Kalau itu selesai, harapannya bisa mengurai kemacetan ini," terangnya.

Turut diinformasikan, saat ini beberapa lokasi Pantura Timur juga sedang ada perbaikan jalan. Gubernur berharap, jika semua selesai cepat, maka persoalan kemacetan akan juga akan lebih cepat terselesaikan.

"Maka kita sering-sering tengok. Saya sudah empat kali melihat ini dan malam ini tak parani (datangi) lagi, karena mesti dicek terus. Dan saya juga sudah minta Pj Bupati supaya cek terus progresnya seperti apa. Pengalaman di Demak dulu, bisa cepat selesai karena dipantau," ungkap Gubernur. 

Penambahan jumlah pekerja seperti yang baru saja dilaporkan, diharapkan bisa berdampak besar. "Dan ternyata sudah ada penambahan tenaga, jadi mudah-mudahan bisa kerja lebih sistematis dan cepat," pungkasnya.

Sementara itu, Supervisor Proyek Jembatan Juwana, Sindhu mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai 85%. Percepatan terus dilakukan, termasuk menambah personel dari 20 orang menjadi 45 orang.

"Target selesai awal April. Tapi tadi Pak Gubernur meminta agar Maret ini selesai. Kami akan upayakan dan mudah-mudahan diberi kelancaran," ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu