Follow Us :              

Wagub : Gerakan Membeli Parsel UMKM Sekaligus Uji Kapasitas Produksi

  28 March 2023  |   15:00:00  |   dibaca : 380 
Kategori :
Bagikan :


Wagub : Gerakan Membeli Parsel UMKM Sekaligus Uji Kapasitas Produksi

28 March 2023 | 15:00:00 | dibaca : 380
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Sama seperti tahun lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun ini kembali menyelenggarakan program gerakan membeli parsel dari UMKM. Kali ini, produknya lebih beragam. Tak hanya kuliner, tapi juga fashion. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen membeberkan, gerakan membeli parsel dari UMKM, baru diluncurkan pada tanggal 7 Maret lalu. Sekarang sudah ada sekitar 1.600 pesanan parsel yang terdata. Maka, Taj Yasin berpandangan, gerakan ini bisa sekaligus menguji kapasitas produksi para pelaku UMKM. Biasanya, ketika mendapat banyak pesanan, pelaku UMKM akan kuwalahan. Baik dari segi volume produksi, modal, maupun kualitasnya.

"Ini baru di launch saja sudah ada 1.600 (pesanan). Nha ini kita dorong lagi, dan tentu kami berharap ini juga untuk ujicoba, apakah para UMKM ini mampu untuk memenuhi kebutuhan (pembeli). Ini juga harus, karena biasanya pembeli atau buyer itu melihat, besok beli, pesen 100 (misalnya), bisa (terpenuhi) ngga?, Nah ini bagian dari ujicoba bagaimana kekuatan UMKM di Jateng," paparnya usai menghadiri kegiatan Ngempal Kaliyan Stakeholder di Gedung Bernic Castle Kantor OJK Jateng - DIY, Selasa (28/03/2023)

Gerakan membeli parsel dari UMKM, sambungnya, harus didukung banyak pihak. Sebab, di dalamnya tidak hanya ada aktivitas jual beli, namun juga membantu pelaku UMKM untuk berkembang, artinya akan ada peluang untuk menurunkan angka kemiskinan dan mengentaskan pengangguran.

"Bukan hanya kita beli saja, tapi kita juga mengangkat para pelaku UMKM, sehingga para pelaku UMKM bisa naik tingkat. Dan itu juga termasuk program pengentasan kemiskinan, pengentasan pengangguran. Kita dorong melakukan itu semua. Dan dalam agama kita diajarkan untuk saling tolong menolong. Bagian dari tolong menolong itu, ya ini," ungkapnya.

Wagub juga menyampaikan terima kasih kepada OJK Regional Jateng - DIY yang telah mendukung program gerakan membeli parsel dari UMKM. Dukungan itu diwujudkan dengan me-relaunch program gerakan membeli parsel dari UMKM.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang turut hadir pada kegiatan Ngempal Kaliyan Stakeholder menambahkan, terkait aspek pembiayaan bagi UMKM, pihaknya berharap, perbankan bisa membantu melakukan assessment kepada mereka yang akan menerima modal usaha. Tujuannya agar net performing loan para pelaku UMKM, rendah.

"Selain memberi modal, kalau nyilihi itu juga mohon dibantu di assesment usahanya. Jadi, jangan dikasih pinjaman, terus dibiarkan. Nanti kalau gagal, kan jatuhnya ke perbankan sendiri," pesannya.


Bagikan :

SEMARANG - Sama seperti tahun lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun ini kembali menyelenggarakan program gerakan membeli parsel dari UMKM. Kali ini, produknya lebih beragam. Tak hanya kuliner, tapi juga fashion. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen membeberkan, gerakan membeli parsel dari UMKM, baru diluncurkan pada tanggal 7 Maret lalu. Sekarang sudah ada sekitar 1.600 pesanan parsel yang terdata. Maka, Taj Yasin berpandangan, gerakan ini bisa sekaligus menguji kapasitas produksi para pelaku UMKM. Biasanya, ketika mendapat banyak pesanan, pelaku UMKM akan kuwalahan. Baik dari segi volume produksi, modal, maupun kualitasnya.

"Ini baru di launch saja sudah ada 1.600 (pesanan). Nha ini kita dorong lagi, dan tentu kami berharap ini juga untuk ujicoba, apakah para UMKM ini mampu untuk memenuhi kebutuhan (pembeli). Ini juga harus, karena biasanya pembeli atau buyer itu melihat, besok beli, pesen 100 (misalnya), bisa (terpenuhi) ngga?, Nah ini bagian dari ujicoba bagaimana kekuatan UMKM di Jateng," paparnya usai menghadiri kegiatan Ngempal Kaliyan Stakeholder di Gedung Bernic Castle Kantor OJK Jateng - DIY, Selasa (28/03/2023)

Gerakan membeli parsel dari UMKM, sambungnya, harus didukung banyak pihak. Sebab, di dalamnya tidak hanya ada aktivitas jual beli, namun juga membantu pelaku UMKM untuk berkembang, artinya akan ada peluang untuk menurunkan angka kemiskinan dan mengentaskan pengangguran.

"Bukan hanya kita beli saja, tapi kita juga mengangkat para pelaku UMKM, sehingga para pelaku UMKM bisa naik tingkat. Dan itu juga termasuk program pengentasan kemiskinan, pengentasan pengangguran. Kita dorong melakukan itu semua. Dan dalam agama kita diajarkan untuk saling tolong menolong. Bagian dari tolong menolong itu, ya ini," ungkapnya.

Wagub juga menyampaikan terima kasih kepada OJK Regional Jateng - DIY yang telah mendukung program gerakan membeli parsel dari UMKM. Dukungan itu diwujudkan dengan me-relaunch program gerakan membeli parsel dari UMKM.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang turut hadir pada kegiatan Ngempal Kaliyan Stakeholder menambahkan, terkait aspek pembiayaan bagi UMKM, pihaknya berharap, perbankan bisa membantu melakukan assessment kepada mereka yang akan menerima modal usaha. Tujuannya agar net performing loan para pelaku UMKM, rendah.

"Selain memberi modal, kalau nyilihi itu juga mohon dibantu di assesment usahanya. Jadi, jangan dikasih pinjaman, terus dibiarkan. Nanti kalau gagal, kan jatuhnya ke perbankan sendiri," pesannya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu