Follow Us :              

Optimalkan Revitalisasi, Gubernur Minta Perbanyak Event Budaya di Rumah Merah

  03 May 2023  |   10:00:00  |   dibaca : 686 
Kategori :
Bagikan :


Optimalkan Revitalisasi, Gubernur Minta Perbanyak Event Budaya di Rumah Merah

03 May 2023 | 10:00:00 | dibaca : 686
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

REMBANG - Usai bersilaturahmi ke kediaman Gus Mus dan Gus Baha, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi warisan budaya di sana, yakni Rumah Merah di Lasem Kabupaten Rembang, Rabu 3 Mei 2023. Kawasan tersebut menjadi perhatian Presiden Joko Widodo karena mempunyai nilai sejarah tinggi.

Sebagai tindak lanjut arahan presiden tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono kemudian melakukan revitalisasi. “Pak Presiden dulu sudah meminta tempat heritage itu kami pelihara. Salah satu yang di Lasem ini. Kemudian dieksekusi oleh Pak Basuki,” jelas Gubernur usai berkeliling.

Hasil revitalisasi yang dilakukan semakin membuat Gubernur kagum pada keindahan bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1860 tersebut. Berkat upaya tersebut, Rumah Merah yang menggabungkan arsitektur gaya Hindia dan Tiongkok tersebut kini menjadi destinasi wisata budaya terkenal. 

Pengelola Rumah Merah, Rudy Hartono, yang tampak gembira menemani Gubernur berkeliling melihat berbagai sudut objek wisata tersebut. “Ini Pak, fotonya masih ada waktu dulu ke sini. Rambutnya belum seputih sekarang, masih ada hitamnya,” kata Rudy sambil menunjuk foto kedatangan Gubernur pertama kali ke tempat itu beberapa tahun silam.

Penuh antusias menjelaskan berbagai terobosan yang ia lakukan untuk menarik wisatawan. Ia mengatakan, selain memberikan pengunjung pengalaman membatik khas Rembang, yaitu Batik Lasem, pengunjung juga bisa merasakan tinggal di rumah tersebut. Beberapa kamar di bangunan itu telah direnovasi dan difungsikan sebagai penginapan yang nyaman.  

“Beberapa sudut-sudut eksotis bisa di-make up jauh lebih bagus. Di depan umpama ada model omah batik yang di Lasem ya, pembatiknya ada di sana, gedungnya tua dan tinggal diperbaiki saja,” ujar Gubernur memberi saran.

Selain itu, revitalisasi yang telah dilakukan juga bisa semakin dioptimalkan dengan membuat berbagai event bertema sejarah budaya. “Kita bisa create banyak event ada di sini, mungkin Lasem tempo dulu dan Lasem masa sekarang, itu akan sangat bagus sekali dengan segala kreativitas yang muncul. Jadi ada sejarahnya, tapi juga ada bentuk-bentuk yang modern yang punya nilai seni. Heritagenya ada, kemudian kreatifnya ada, wisatanya ada, sehingga ekonominya bisa tumbuh,” tandasnya.


Bagikan :

REMBANG - Usai bersilaturahmi ke kediaman Gus Mus dan Gus Baha, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi warisan budaya di sana, yakni Rumah Merah di Lasem Kabupaten Rembang, Rabu 3 Mei 2023. Kawasan tersebut menjadi perhatian Presiden Joko Widodo karena mempunyai nilai sejarah tinggi.

Sebagai tindak lanjut arahan presiden tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono kemudian melakukan revitalisasi. “Pak Presiden dulu sudah meminta tempat heritage itu kami pelihara. Salah satu yang di Lasem ini. Kemudian dieksekusi oleh Pak Basuki,” jelas Gubernur usai berkeliling.

Hasil revitalisasi yang dilakukan semakin membuat Gubernur kagum pada keindahan bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1860 tersebut. Berkat upaya tersebut, Rumah Merah yang menggabungkan arsitektur gaya Hindia dan Tiongkok tersebut kini menjadi destinasi wisata budaya terkenal. 

Pengelola Rumah Merah, Rudy Hartono, yang tampak gembira menemani Gubernur berkeliling melihat berbagai sudut objek wisata tersebut. “Ini Pak, fotonya masih ada waktu dulu ke sini. Rambutnya belum seputih sekarang, masih ada hitamnya,” kata Rudy sambil menunjuk foto kedatangan Gubernur pertama kali ke tempat itu beberapa tahun silam.

Penuh antusias menjelaskan berbagai terobosan yang ia lakukan untuk menarik wisatawan. Ia mengatakan, selain memberikan pengunjung pengalaman membatik khas Rembang, yaitu Batik Lasem, pengunjung juga bisa merasakan tinggal di rumah tersebut. Beberapa kamar di bangunan itu telah direnovasi dan difungsikan sebagai penginapan yang nyaman.  

“Beberapa sudut-sudut eksotis bisa di-make up jauh lebih bagus. Di depan umpama ada model omah batik yang di Lasem ya, pembatiknya ada di sana, gedungnya tua dan tinggal diperbaiki saja,” ujar Gubernur memberi saran.

Selain itu, revitalisasi yang telah dilakukan juga bisa semakin dioptimalkan dengan membuat berbagai event bertema sejarah budaya. “Kita bisa create banyak event ada di sini, mungkin Lasem tempo dulu dan Lasem masa sekarang, itu akan sangat bagus sekali dengan segala kreativitas yang muncul. Jadi ada sejarahnya, tapi juga ada bentuk-bentuk yang modern yang punya nilai seni. Heritagenya ada, kemudian kreatifnya ada, wisatanya ada, sehingga ekonominya bisa tumbuh,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu