Follow Us :              

Libur Lebaran Wisatawan Asing di Jateng Naik 240 Persen

  04 May 2023  |   13:00:00  |   dibaca : 738 
Kategori :
Bagikan :


Libur Lebaran Wisatawan Asing di Jateng Naik 240 Persen

04 May 2023 | 13:00:00 | dibaca : 738
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Sepanjang libur Lebaran 2023, hampir 4 juta pelancong kunjungi tempat wisata di Jawa Tengah. Angka itu belum termasuk wisatawan mancanegara yang jumlahnya meningkat hingga dua kali lipat, jika dibandingkan jumlah angka kunjungan tahun lalu. 

"Jumlah wisatawan nusantara selama masa liburan Lebaran (15 April 2023) sampai hari ini, mencapai 3.953.914 orang. Itu jumlah sementara, karena masih ada kabupaten/kota yang belum menyampaikan data," ujar Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Setyo Irawan.

Banyaknya jumlah wisatawan berdampak positif pada peningkatan jumlah keterisian hotel yang mencapai 65 persen. Tamu rata-rata menginap pada periode 19-26 April 2023.  Jumlah tamu perhotel rata-rata 741 orang dan rerata menginap 1,5 hari. "Kami sudah melakukan studi, rerata wisatawan mengeluarkan Rp3,6 juta untuk ongkos berwisata," jelas Setyo saat ditemui di kantornya, Kamis (4/5/2023).

Meskipun peningkatan jumlah wisatawan nusantara tahun ini cukup tinggi, namun dibanding Lebaran tahun lalu, jumlah ini lebih rendah. Lebaran tahun lalu wisatawan lokal mencapai 5,3 juta orang.

Perubahan tren kunjungan wisata ini menurut Setyo dipengaruhi beberapa hal. Antara lain disebabkan karena euforia warga yang kini cenderung memilih ber- silaturahmi ke sanak famili, dari pada berwisata.

"Dibanding tahun lalu ada penurunan sekitar 28 persen. Faktornya, tren masyarakat sekarang yang berubah, karena akses jalan bagus, jadi memilih ber- silaturahmi ke keluarga daripada berwisata," paparnya. Terkait penurunan tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi dengan pelaku wisata dan pengelola tempat wisata. 

Setyo menyebut, meski ada penurunan jumlah wisatawan nusantara, hal itu tidak berlaku pada kunjungan wisatawan mancanegara. Berdasar catatannya, jumlah warga asing yang melancong ke Jawa Tengah justru melonjak hingga 240,99 persen dibanding tahun lalu. Selama kurun libur Lebaran jumlahnya mencapai 10.333 orang. 

"Ada beberapa faktor (lonjakan), seperti dibukanya penerbangan internasional. Di Jateng-DIY (Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta) ada tiga bandara yakni Ahmad Yani dan Adi Soemarmo. Sementara di Jogja ada YIA, yang dekat dengan Borobudur. Adapula faktor promosi ke luar negeri dan pelonggaran protokol Covid-19," ucapnya. 

Beberapa destinasi wisata yang menjadi incaran wisatawan mancanegara di antaranya, Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Taman Candi Prambanan di perbatasan Klaten-Sleman DI Yogyakarta. Selain itu ada pula Punthuk Setumbu di Kabupaten Magelang, Candi Mendut dan Pawon di Kabupaten Magelang dan Candi Plaosan di Klaten.

Sementara itu, Setyo menambahkan, destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan nusantara adalah Masjid Raya Syeikh Zayed Solo sebanyak 310.000 orang, Kota Lama Semarang 199.196 orang, TWC Prambanan 98.475 orang, Candi Borobudur 93.552, dan Kawah Sikidang di Banjarnegara 80.649 orang.


Bagikan :

SEMARANG - Sepanjang libur Lebaran 2023, hampir 4 juta pelancong kunjungi tempat wisata di Jawa Tengah. Angka itu belum termasuk wisatawan mancanegara yang jumlahnya meningkat hingga dua kali lipat, jika dibandingkan jumlah angka kunjungan tahun lalu. 

"Jumlah wisatawan nusantara selama masa liburan Lebaran (15 April 2023) sampai hari ini, mencapai 3.953.914 orang. Itu jumlah sementara, karena masih ada kabupaten/kota yang belum menyampaikan data," ujar Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Setyo Irawan.

Banyaknya jumlah wisatawan berdampak positif pada peningkatan jumlah keterisian hotel yang mencapai 65 persen. Tamu rata-rata menginap pada periode 19-26 April 2023.  Jumlah tamu perhotel rata-rata 741 orang dan rerata menginap 1,5 hari. "Kami sudah melakukan studi, rerata wisatawan mengeluarkan Rp3,6 juta untuk ongkos berwisata," jelas Setyo saat ditemui di kantornya, Kamis (4/5/2023).

Meskipun peningkatan jumlah wisatawan nusantara tahun ini cukup tinggi, namun dibanding Lebaran tahun lalu, jumlah ini lebih rendah. Lebaran tahun lalu wisatawan lokal mencapai 5,3 juta orang.

Perubahan tren kunjungan wisata ini menurut Setyo dipengaruhi beberapa hal. Antara lain disebabkan karena euforia warga yang kini cenderung memilih ber- silaturahmi ke sanak famili, dari pada berwisata.

"Dibanding tahun lalu ada penurunan sekitar 28 persen. Faktornya, tren masyarakat sekarang yang berubah, karena akses jalan bagus, jadi memilih ber- silaturahmi ke keluarga daripada berwisata," paparnya. Terkait penurunan tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi dengan pelaku wisata dan pengelola tempat wisata. 

Setyo menyebut, meski ada penurunan jumlah wisatawan nusantara, hal itu tidak berlaku pada kunjungan wisatawan mancanegara. Berdasar catatannya, jumlah warga asing yang melancong ke Jawa Tengah justru melonjak hingga 240,99 persen dibanding tahun lalu. Selama kurun libur Lebaran jumlahnya mencapai 10.333 orang. 

"Ada beberapa faktor (lonjakan), seperti dibukanya penerbangan internasional. Di Jateng-DIY (Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta) ada tiga bandara yakni Ahmad Yani dan Adi Soemarmo. Sementara di Jogja ada YIA, yang dekat dengan Borobudur. Adapula faktor promosi ke luar negeri dan pelonggaran protokol Covid-19," ucapnya. 

Beberapa destinasi wisata yang menjadi incaran wisatawan mancanegara di antaranya, Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Taman Candi Prambanan di perbatasan Klaten-Sleman DI Yogyakarta. Selain itu ada pula Punthuk Setumbu di Kabupaten Magelang, Candi Mendut dan Pawon di Kabupaten Magelang dan Candi Plaosan di Klaten.

Sementara itu, Setyo menambahkan, destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan nusantara adalah Masjid Raya Syeikh Zayed Solo sebanyak 310.000 orang, Kota Lama Semarang 199.196 orang, TWC Prambanan 98.475 orang, Candi Borobudur 93.552, dan Kawah Sikidang di Banjarnegara 80.649 orang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu