Follow Us :              

Gubernur Imbau Jemaah Calon Haji Aktif Komunikasi dengan Pendamping

  23 May 2023  |   21:00:00  |   dibaca : 384 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Imbau Jemaah Calon Haji Aktif Komunikasi dengan Pendamping

23 May 2023 | 21:00:00 | dibaca : 384
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

BOYOLALI -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubenur Taj Yasin Maimoen mengaku bahagia dan terharu melihat suka cita para jemaah haji Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (23/5/2023) malam. Setelah belasan tahun menunggu, akhirnya mereka bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.

Gubernur berharap ibadah haji yang sudah ditunggu-tunggu itu berjalan lancar dan selamat sampai pulang ke rumah nanti. Selain itu Gubernur juga berharap agar kuota ibadah haji bisa terus bertambah sehingga lebih banyak yang bisa berangkat.

"(Agar) semuanya dikasih kesempatan (berhaji) karena makin hari makin panjang antreannya. Jadi kesempatannya musti diatur. Syukur-syukur nanti kuotanya bisa bertambah," ungkapnya.

Gubernur berpesan kepada para calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan selama perjalanan, berada di tanah suci, dan nanti pulang ke rumah masing-masing. Apabila ada hal yang tidak diketahui disarankan agar bertanya kepada pendamping.

"Terus komunikasi dengan pendamping. Kalau ada yang tidak tahu ditanyakan karena sebagian besar tadi belum pernah ke sana. Kalau yang sudah, saya kira tidak terlalu sulit, tapi yang belum (harus) sering-sering bertanya. Biasanya yang terjadi sering tersesat, tidak tahu hotelnya, tidak tahu transportasi yang mau dipakai yang mana" pesannya.

Dari banyak beragam latar belakang dan kisah perjuangan para jemaah calon haji, kisah perjuangan Untung Suratno, seorang penjual tempe asal Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, membuat Gubernur terharu. Demi bisa berhaji Untung setiap hari menyisihkan keuntungan menjual tempe untuk ditabung.

"Saya seorang penjual tempe yang bungkusnya masih pakai daun. Menunggu 11 tahun (untuk bisa berangkat haji). Saya menabung tiap hari dari menjual tempe, kalau ada lebih ditambahkan ke tabungan," ujar Untung saat berdialog dengan Gubernur.

Untung menjelaskan memang niat menabung agar bisa berangkat haji bersama istri. Namun impiannya itu sempat terhalang pandemi Covid-19 sedangkan istrinya lolos untuk berangkat haji tahun 2020 lalu.

"Untuk haji dengan istri saya. Istri sudah berangkat lebih dulu karena saya terbentur Corona (Vovid-19) sehingga menunggu tiga tahun," ujarnya.

Selain Untung, banyak kisah jemaah haji yang harus menabung bertahun-tahun untuk bisa berangkat haji. Ada yang menabung sebulan Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, ada juga yang sampai menjual sawah atau lainnya. Fakta lainnya, sebagian besar jemaah calon haji tahun ini bahkan telah mendaftar sejak 11-12 tahun lalu.


Bagikan :

BOYOLALI -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubenur Taj Yasin Maimoen mengaku bahagia dan terharu melihat suka cita para jemaah haji Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (23/5/2023) malam. Setelah belasan tahun menunggu, akhirnya mereka bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.

Gubernur berharap ibadah haji yang sudah ditunggu-tunggu itu berjalan lancar dan selamat sampai pulang ke rumah nanti. Selain itu Gubernur juga berharap agar kuota ibadah haji bisa terus bertambah sehingga lebih banyak yang bisa berangkat.

"(Agar) semuanya dikasih kesempatan (berhaji) karena makin hari makin panjang antreannya. Jadi kesempatannya musti diatur. Syukur-syukur nanti kuotanya bisa bertambah," ungkapnya.

Gubernur berpesan kepada para calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan selama perjalanan, berada di tanah suci, dan nanti pulang ke rumah masing-masing. Apabila ada hal yang tidak diketahui disarankan agar bertanya kepada pendamping.

"Terus komunikasi dengan pendamping. Kalau ada yang tidak tahu ditanyakan karena sebagian besar tadi belum pernah ke sana. Kalau yang sudah, saya kira tidak terlalu sulit, tapi yang belum (harus) sering-sering bertanya. Biasanya yang terjadi sering tersesat, tidak tahu hotelnya, tidak tahu transportasi yang mau dipakai yang mana" pesannya.

Dari banyak beragam latar belakang dan kisah perjuangan para jemaah calon haji, kisah perjuangan Untung Suratno, seorang penjual tempe asal Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, membuat Gubernur terharu. Demi bisa berhaji Untung setiap hari menyisihkan keuntungan menjual tempe untuk ditabung.

"Saya seorang penjual tempe yang bungkusnya masih pakai daun. Menunggu 11 tahun (untuk bisa berangkat haji). Saya menabung tiap hari dari menjual tempe, kalau ada lebih ditambahkan ke tabungan," ujar Untung saat berdialog dengan Gubernur.

Untung menjelaskan memang niat menabung agar bisa berangkat haji bersama istri. Namun impiannya itu sempat terhalang pandemi Covid-19 sedangkan istrinya lolos untuk berangkat haji tahun 2020 lalu.

"Untuk haji dengan istri saya. Istri sudah berangkat lebih dulu karena saya terbentur Corona (Vovid-19) sehingga menunggu tiga tahun," ujarnya.

Selain Untung, banyak kisah jemaah haji yang harus menabung bertahun-tahun untuk bisa berangkat haji. Ada yang menabung sebulan Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, ada juga yang sampai menjual sawah atau lainnya. Fakta lainnya, sebagian besar jemaah calon haji tahun ini bahkan telah mendaftar sejak 11-12 tahun lalu.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu