Follow Us :              

Berpotensi Meningkat, Ekonomi Jateng Triwulan III 2023 Tumbuh 5,07%

  07 November 2023  |   12:30:00  |   dibaca : 1619 
Kategori :
Bagikan :


Berpotensi Meningkat, Ekonomi Jateng Triwulan III 2023 Tumbuh 5,07%

07 November 2023 | 12:30:00 | dibaca : 1619
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sangat baik secara kumulatif pada triwulan III tahun 2023. Bahkan, perolehan itu dinilai masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun nanti. 

Diketahui, capaian Jateng tersebut, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang tumbuh sebesar 5,05%. 

"Alhamdulillah di triwulan III tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berada di posisi 5,07%. Ini di atas rata-rata nasional. Tentu ini satu hal yang sangat positif untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah," katanya di kantornya, Selasa (7/11/2023).

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi Jateng menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi besar di Pulau Jawa, atau tertinggi kedua secara keseluruhan di Pulau Jawa pada triwulan III.

Tercatat pertumbuhan ekonomi (cumulative-to-cumulative) triwulan III provinsi DKI Jakarta sebesar 5%, Jawa Barat sebanyak 4,94%, dan Jawa Timur 5,02%. Dua provinsi lain, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pertumbuhan ekonomi (c-to-c) sebesar 5,14% dan Banten pada angka 4,80%.

Sumber pertumbuhan tertinggi di Jateng pada triwulan III ini, berasal dari sektor industri pengolahan, yakni sebesar 1,43%, diikuti sektor perdagangan sebesar 0,86%, konstruksi 0,47%, transportasi 0,29%, dan pertanian 0,27%. 

"Ke depan, tentunya kita akan berusaha, untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini. Tentunya, dengan beberapa langkah strategis, yang harus kami lakukan," jelasnya.

Berbagai langkah akan diupayakan guna menggenjot pertumbuhan ekonomi, di antaranya dengan meningkatkan sektor industri di Jawa Tengah. Selain itu, juga menggencarkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. 

"Memasuki masa politik,  insyaallah untuk Jawa Tengah, akan terus mampu menumbuhkan ekonominya,” imbuh Pj Gubernur.

Pemerintah juga akan memaksimalkan peran UMKM yang ada wilayahnya dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. Selain itu, sektor pertanian juga akan ditingkatkan, khususnya di musim peralihan ini.

"Insyaallah, bulan Desember nanti, sudah mulai musim penghujan. Kami akan tingkatkan kualitas dari para petani, untuk bercocok tanam," katanya.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dadang Hardiwan mengatakan, berjalan dengan sangat baiknya kinerja ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2023, mengindikasikan optimalnya aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat dan dunia usaha. Tentunya dengan didukung peran pemerintah dalam memberikan stimulus melalui belanja pemerintah.

"Perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan III tahun 2023, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp428.615,38 miliar, dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp277.865,85 miliar," katanya. 

Adapun dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 12,60%. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kenaikan tertinggi dicatat oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT), yakni sebesar 7,14%.

Dadang menambahkan, secara struktur, lapangan usaha industri pengolahan mendominasi struktur ekonomi pada Triwulan III-2023, dengan kontribusi sebesar 33,74%. Sedangkan, dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT), dengan kontribusi sebesar 60,80%.


Bagikan :

SEMARANG – Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sangat baik secara kumulatif pada triwulan III tahun 2023. Bahkan, perolehan itu dinilai masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun nanti. 

Diketahui, capaian Jateng tersebut, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang tumbuh sebesar 5,05%. 

"Alhamdulillah di triwulan III tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berada di posisi 5,07%. Ini di atas rata-rata nasional. Tentu ini satu hal yang sangat positif untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah," katanya di kantornya, Selasa (7/11/2023).

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi Jateng menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi besar di Pulau Jawa, atau tertinggi kedua secara keseluruhan di Pulau Jawa pada triwulan III.

Tercatat pertumbuhan ekonomi (cumulative-to-cumulative) triwulan III provinsi DKI Jakarta sebesar 5%, Jawa Barat sebanyak 4,94%, dan Jawa Timur 5,02%. Dua provinsi lain, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pertumbuhan ekonomi (c-to-c) sebesar 5,14% dan Banten pada angka 4,80%.

Sumber pertumbuhan tertinggi di Jateng pada triwulan III ini, berasal dari sektor industri pengolahan, yakni sebesar 1,43%, diikuti sektor perdagangan sebesar 0,86%, konstruksi 0,47%, transportasi 0,29%, dan pertanian 0,27%. 

"Ke depan, tentunya kita akan berusaha, untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini. Tentunya, dengan beberapa langkah strategis, yang harus kami lakukan," jelasnya.

Berbagai langkah akan diupayakan guna menggenjot pertumbuhan ekonomi, di antaranya dengan meningkatkan sektor industri di Jawa Tengah. Selain itu, juga menggencarkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. 

"Memasuki masa politik,  insyaallah untuk Jawa Tengah, akan terus mampu menumbuhkan ekonominya,” imbuh Pj Gubernur.

Pemerintah juga akan memaksimalkan peran UMKM yang ada wilayahnya dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. Selain itu, sektor pertanian juga akan ditingkatkan, khususnya di musim peralihan ini.

"Insyaallah, bulan Desember nanti, sudah mulai musim penghujan. Kami akan tingkatkan kualitas dari para petani, untuk bercocok tanam," katanya.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dadang Hardiwan mengatakan, berjalan dengan sangat baiknya kinerja ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2023, mengindikasikan optimalnya aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat dan dunia usaha. Tentunya dengan didukung peran pemerintah dalam memberikan stimulus melalui belanja pemerintah.

"Perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan III tahun 2023, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp428.615,38 miliar, dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp277.865,85 miliar," katanya. 

Adapun dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 12,60%. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kenaikan tertinggi dicatat oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT), yakni sebesar 7,14%.

Dadang menambahkan, secara struktur, lapangan usaha industri pengolahan mendominasi struktur ekonomi pada Triwulan III-2023, dengan kontribusi sebesar 33,74%. Sedangkan, dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT), dengan kontribusi sebesar 60,80%.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu