Follow Us :              

Pemprov Jateng Dorong Percepatan Realisasi Pembangunan Pelabuhan di Kawasan Industri Kendal

  20 February 2024  |   09:00:00  |   dibaca : 93 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Dorong Percepatan Realisasi Pembangunan Pelabuhan di Kawasan Industri Kendal

20 February 2024 | 09:00:00 | dibaca : 93
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong realisasi pembangunan pelabuhan niaga di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno menyampaikan, keberadaan pelabuhan itu dinilai penting untuk menggenjot perdagangan daerah.

"Karena itu menjadi pintu yang sangat strategis untuk meningkatkan perdagangan dari Jateng ke luar negeri," ujarnya di sela pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Padma, Kota Semarang pada Selasa, 20 Februari 2024.

Menurut Sekda, pembangunan pelabuhan di KIK akan meningkatkan daya tarik dan minat investor asing maupun domestik untuk menanamkan modal di Jateng. Selain itu, juga mampu memajukan penjualan produk Indonesia atau daerah ke luar negeri atau ekspor.

Selama ini, barang atau komoditas yang berasal dari Jateng dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan di luar Jateng, seperti Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Tanjung Priok, Jakarta.

"Kalau keluarnya dari Pelabuhan Kendal, maka nilai perdagangannya akan (ada) di Jateng. Ini yang akan kita kejar," ujarnya.

Oleh karena itu, Sekda terus mendorong pemerintah pusat dan stakeholder terkait untuk segera merealisasikan pembangunan pelabuhan tersebut.

"Kita sudah ada arah ke sana untuk pembangunan pelabuhan. Itu yang kita harapkan, supaya peningkatan perdagangan di Jateng semakin terasa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan, saat ini pemerintah sedang memperluas jangkauan ekspor ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Eropa, Amerika Latin, Asia Timur, Afrika, hingga Timur Tengah.

"Produk kita bagus-bagus, di Timur Tengah itu sudah bagus. Dahulu kalah telak dengan Vietnam dan Thailand, sekarang kita mulai membangun dengan makanan. Contoh sederhara, seperti sayur, daging, ikan, kerupuk, dan sambal, itu sudah mulai bersaing," katanya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong realisasi pembangunan pelabuhan niaga di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno menyampaikan, keberadaan pelabuhan itu dinilai penting untuk menggenjot perdagangan daerah.

"Karena itu menjadi pintu yang sangat strategis untuk meningkatkan perdagangan dari Jateng ke luar negeri," ujarnya di sela pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Padma, Kota Semarang pada Selasa, 20 Februari 2024.

Menurut Sekda, pembangunan pelabuhan di KIK akan meningkatkan daya tarik dan minat investor asing maupun domestik untuk menanamkan modal di Jateng. Selain itu, juga mampu memajukan penjualan produk Indonesia atau daerah ke luar negeri atau ekspor.

Selama ini, barang atau komoditas yang berasal dari Jateng dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan di luar Jateng, seperti Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Tanjung Priok, Jakarta.

"Kalau keluarnya dari Pelabuhan Kendal, maka nilai perdagangannya akan (ada) di Jateng. Ini yang akan kita kejar," ujarnya.

Oleh karena itu, Sekda terus mendorong pemerintah pusat dan stakeholder terkait untuk segera merealisasikan pembangunan pelabuhan tersebut.

"Kita sudah ada arah ke sana untuk pembangunan pelabuhan. Itu yang kita harapkan, supaya peningkatan perdagangan di Jateng semakin terasa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan, saat ini pemerintah sedang memperluas jangkauan ekspor ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Eropa, Amerika Latin, Asia Timur, Afrika, hingga Timur Tengah.

"Produk kita bagus-bagus, di Timur Tengah itu sudah bagus. Dahulu kalah telak dengan Vietnam dan Thailand, sekarang kita mulai membangun dengan makanan. Contoh sederhara, seperti sayur, daging, ikan, kerupuk, dan sambal, itu sudah mulai bersaing," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu